Doa Khusus Menyambut Ramadhan

Mengenai doa khusus menyambut bulan ramadhan terdapat beberapa hadits:

  1. Dari Ubadah bin As-shamit ia mengatakan “Rasulullaah salallaahu ‘alayhi wasallaam mengajarkan kalimat-kalimat ini (doa-doa) kepada kami apabila Ramadhan tiba, beliau berucap, “Ya Allaah selamatkanlah aku dari Ramadhn dan selamatkanlah Ramadhan bagiku, dan anugerahilah kemulusan penerimaannya dariku” (HR. At-Thabrani dalam kitabnya Ad-du’a, II:479)

 

Imam As-Suyuthi dalam kitabnya Jami’ul Ahadits, XXXV:276, Ad-Dailami, Al-Firdaus Bima Tsuril Khitab, I:471, Al-Hindi, Kanzul Umal, VII:584, dan Adz-Dzhabi dalam kitabnya Siyaru ‘Alamin Nubala, XV:51, meriwayatkan dari Ubadah Bin Shamit itu degan lafal:

 

Ya Allaah Selamatkanlah aku dari Ramadhan bagiku dan berilah kemulusan penerimaannya dariku

Sedangkan Ar-Rafi’ dalam kitab Tarikhnya At-Tadwin Fi Akhbari Qazwin, III:424, masih dari Ubadah Bin As-Shamit dengan lafal

Ya Allaah selamatkanlah kami bagi Ramadhan, selamatkanlah Ramadhan bagi kami dan berilah kemulusan penerimaannya dari kami.

Masih dalam riwayat AT-Thabrani pada kitabnya d-Du’a, II:480, hadis di atas diriwayatkan dari Makhul dengan lafal doa yang sama

Dari makhul bahwasanya apabila Ramadhan telah datang ia mengatakan “Ya Allaah selamatkanlah aku dari ramadhan dan selamatkanlah Ramadhan bagiku dan berilah kemulusn penerimaannya dariku”

 

 

  1. Dari Abu Ja’far bin Muhammad bin Ali, ia mengatakan “Nabi Salallaahu ‘Alayhi Wassalaam apabila hilal bulan Ramadhan telah terlihat beliau menghadap orang-orang, kemudian berdoa “Ya Allaah datangkanlah ia kepada kami dengan keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman, kafiatan yang merata, peniadaan penyakit, dan pertolongan atas shaum, shalat, dan membaca Al-Quran, Ya Allaah selamatkanlah kami bagi ramadhan dan selamatkanlah ia bagi kami dan berilah kamulusan untuk kami..” (HR. Ibnu Abu Dunya, Fadhail Ramadhan, I:22, Ibnu Asakir, Tarikh Dimsiq, XXXXXI:186, As-Suyuthi, Jamiul Ahadits, XXXX:386, Al-Hindi, Kanzul Umal, VIII:589)

 

  1. Dari Abdul Aziz bin Abu Ruwad ia mengatakan “Kaum muslimin manakala bulan Ramadhan tiba mereka berdoa “Ya Allaah naungilah bulan Ramadhan dan tetapkanlah, selamatkanlah ia bagik, selamatkanlah aku padanya, dan beriknlah kemulusan dariku..” (HR. Thabrani Fid Dua. II:481)

 

 

  1. Dari Abu Amar al-Auza’I ia mengatakan, Yahya bin Abu Katsir apabla menyongsong bulan Ramadhan, mengucapkan doa “Ya Allaah selamatkanlah aku bagi ramadhan dan selamatkanlah Ramadhan bagiku dan berilah kemulusan dariku penerimaannya” (HR. Abu Nuaim, Hilyatul Auliya, III:69)

 

Keempat hadits diatas, tidak dapat dijadikan alasan adanya doa khusus untuk menyambut ramadhan disebabkan sanad-sanadnya tidak terlepas dari kedhaifan:

Hadits ke-1 dari Ubadah bin As-shamit, haditsnya dhaif pada sanadnya terdapat rawi bernama Abu Ja’far Ar-razi. Namanya Isa bin Mahan

Abu Zur’ah berkata “ia banyak waham (ragu-ragu) dalam periwayatan haditsnya. Ibnu Al-Madini mengatakan “Haditsnya dicatat tetapi ia sendiri keliru” (Siyaru ‘Alamin Nubala, VII:347-348)

Adapun periwayatan dari Makhul haditsnya mursal sebab Makhul itu sendiri adalah makhul As-sami, Abu Abdullaah ad-damsiq, ia termasuk Tabiin sighar, Thabaqah ke-5 yang wafat tahun 500 H. ibnu hajar mengatakan “a rawi tsiqat, faqih, banyak memursalkan hadits, dan seorang yang termasyhur” (Ruwatu tahdzibin). Di samping itu pada sanadnya terdapat rawi yang diperselisihkan tentang ke-tsiqat-annya, yaitu Abu An-Nu’man bin Al-Mundzir. Al Mizi dalam kitabnya Tahdzibul kamal mengatakan “ia seorang rawi yang banyak haditsnya” Abu Zur’ah menyatakan tsiqat. Menurut An-Nasai “ia tidak begitu kuat”, Abu Daud berkata “ia berfaham qadariah dan mengajak kepada qadariah, dan beliau meninggalkan kitab catatan yang isinya menyeru/mengajak kepada faham qaadariah

 

Hadits ke-2 dari Abu jafar bin Muhammad bin Ali, Hadits ini dhaif sebab pada sanadnya terdapat ketidak jelasan periwayatan; Pada riwayat Ibnu Abu Dunya yang meriwayatkan kepada Dhamrah bin rabi’ah itu adalah rawi bernama basyar bin Ishaq. Sedangkan Ibnu Asakir dalam tarikhnya yang meriwayatkan kepada Dhamrah itu bukan basyar tetapi bakr bin Ishaq, baik bakr atau basyr menurut kami tidak dapat dijadikan hujjah dalam periwatan haditsnya: Pertama basyar, kami tidak menemukan biografinya dalam kitab-kitab rijal hadits, kedua bakr, yang kamu dapati dalam kitab Ruwatut tahdzibin ialah Abu bakr bin Ishaq bin yasar Al-Qurasyi al-Mathlabi, termasuk Thabaqah ke-6 dari kelompok orang yang sezaman dengan tabiin Shigar. Ibnu hajar mengatakan “Maqbul”, Adz-Dzahabi mengatakan “Al-Bukhari berkata ‘haditsnya munkar’” (Tahdzibut Tahdzib, XII:23)

 

Hadits ke-3 dan 4 doa tersebut bukan merupakan sabda Nabi, Bukan pula perkatan shahabat Nabi. Karena pada hadits yang ketiga hanya keterangan dari Abdul Aziz bin Abu Ruwad Al-Maki, ia sendiri seorang Athaut tabiin (Pengikut tabiin) tua (159 H), sedangkan Yahya bin Katsir adalah seorang tabiin (132 H).

 

Dengan demikian doa khusus untuk menyambut Ramadhan adalah tidak ada

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: