Keutamaan Wafat Pada Hari Jumat

Semua manusia akan mati, adapun baik dan buruknya itu bergantung atas aqidah dan amalnya bukan bergantung atas pada hari apa ia meninggal. Bila amal-amalnya baik maka baik pula balasannya tetapi bila amalnya jelek maka jelek pula balasannya.

Dalam beberapa riwayat diterangkan bahwa seseorang akan terlepas atau terpelihara dari adzab kubur atau fitnah kubur apabila kematiannya pada hari Jumat. Adapun keterangan-keterangannya sebagai berikut:

Pertama, Anas Bin malik

“Abu Ma’mar Ismail bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, Abdullah bin ja’far telah menceritakan kepada kami, dari Waqid bin Salamah ia mengatakan, Fari yazid Ar-ruqasi ia mengatakan, dari Anas ia mengatakan “Rasulullah SAW bersabda “Siapa yang mati pada hari Jumat, niscaya ia akan terpelihara dari siksa kubur” (HR. Abu Ya’la, Musnad Abu Ya’la VII:146. Al-Haisami, Majmauz Zawaid, II:319, Ibnu Adi, Al-Kamil Fid Duafir Tijal, VII:92)

Hadits ini, pada sanadnya terdapat dua rawi yang lemah, yakni Yazid Ar-ruqasyi dan Waqid bin Salamah

1.       Yazid Ar-Ruqasyi. Ia adalah Yazid bin Aban Ar Raqasyi

Al Bukhari mengatakan dalam kitab tarikhnya bahwa Syu’bah memperbincangkannya. Abdullah bin Ahmad mengatakan dari bapaknya, “ia rawi yang dinyatakan daif”. Anasai dan Al Hakim Abu Ahmad mengatakan “Matrukul Hadits (ia rawi yang haditsya ditinggalkan” (Tahdzibul kamal, XXXII:64-77)

2.       Waqid atai Wafiq bin Salamah. Dia adalah Waqid bin Bil Ijma’

Abnul jauzi mengatakan dalam kitabnya Ad Duafa wal Matrukin, III:183, Ad Daraquthni berkata “ia Dhaif”. Berkata Ibnu Hibban “Ya’ti bi asy yaa’ maudhuatin an aqwami dhuafa’I (ia menyampaikan hadits-hadits palsu dari rawi-rawi yang dhaif)

Al Bukhari mengatakan “Waqid bin Bil Ijma’ dari yazid Ar ruqasyi haditsnya tidak sah”. (Al-kamil fid Dhuafair Rijal, VII:92)

Kedua, Abdullah bin Amr Bin Al-‘Ash

Abdullah telah menceritakan kepada kami, bapakku telah menceritakan kepadaku, Suraej menceritakan kepda kami, Vaqiyah menceritakan kepada kami, dari Muawiyyah bin Sa’id ia mengatakan dari Abu Qubael, dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, ia mengatakan “Kami mendengar Rasulullah SAW bersabda ‘Siapa yang mati pada hari Jumat atau malam Jumat, akan terpelihara dari fitnah Kubur”. (HR. Abd bin Humaid, I:132, Ahmad, II:176, As-Suah li Abdillah bin Ahmad, II:618)

Riwayat ini pun dhaif pada sanadnya terdapat dua rawi yang bernama Baqqiyah bin al-walid dan Muawiyah bin Said bin Syuraih bin ‘Azrah At-Tujibi.

  1. Baqiyah bin Al-Walid

Abu Hatim mengatakan  “Haditsnya dicatat tapi tidak dujadikan hujjah” Abnu Hajar berkata “Ia itu shaduq, banyak mentadlis (menyamarkan dari rawi yang dhaif” Abul ‘Arab Al-Qaerawani mengatakan “ia meriwayatkan dari rawi-rawi daif yang majhul” (Tahdzibul Kamal, IV:192-200)

  1. Mu’awiyah bin Said

Adz-dzahabi mengatakan dalam kitabnya al-Kasyf “ia dinyatakan tsiqat” Ibnu Hibban mencantumkan dalam kitabnya at-tsiqat. Sedngkan Ibnu Hajar dalam kitabnya at-taqrib menyatakan maqbul termasuk dalam thabaqat ketujuh, at Taqrib, II:537 dan al-kasyf, II:275.

Sedangkan riwayat yang lainnya yang masih dari Abdullah bin Amr terdapat perbedaan lafal matan dan sanad dengan redaksi:

Abdullah telah menceritakan kepada kami, Bapakku telah menceritakan kepadaku, Abu Amr menceritakan kepada kami, Hisyam yaitu Ibnu Sa’ad telah menceritakan kepada kami, ia mengatakan dari Sa’ad bin Abu Hill, ia berkata Rabi’ah bin safe ia berkata, dari Abdullah bin Ar, ia mengatakan dari nabi SAW beliau bersabda “Tidak ada seorang Muslim yang mati pada hari Jumat atau malam Jumat melainkan Allah akan memeliharanya dari fitnah kubur. (HR Ahmad, II:169, at Tirmidzi, III:386, Abdurrazaq, III:269)

Hadits inipun pada sanadnya tidak luput dari kedhaifan karena pada sanadnya terdapat inqitha (putus), yakni Rabiah bin saif dan Abdullah bin Amr

At-Tirmidzi mengatakan “Sanad hadits Ini mutashi, sesugguhnya rabiah bin Saif menerima atau meriwayatkan dari Abu Abdurrahman al halabi dari Abdullah bin Amar, dan tidak kami mengetahui bahwa Rabia sima (Mendengar hadits) dari Abdullah bin Amr. (Sunan At-Tirmidzi, III:386. Dan jamiut Tashil, I:174)

Dalam Kitab Mu’tashirul Mukhtasar diterangkan bahwa Rabiah tidak bertemu dengan Abdullah bin Amr dan diantara keduanya terdapat dua rawi yang saah satunya tidak dikenal. (Mu’tashirul Mukhtasar, I:115)

Ketiga, Jabir bin Abdullah

Dari jabir, ia mengatakan “Rasulullah SAW bersabda “siapa yang mati pada hari Jumat atau malam Jumat akan dilindungi dari siksa kubur dan pada hari kiamat akan datang dengan bertanda syuhada” (HR Abu Nuaim, Hilyathul Auliya, III:155)

Riwayat ini pun dhaif disebabkan kedua rawi bernama Uar bin Musa bin al Wajih.ia adalah Umar bin Musa bin Al-Wajihi Asy Syami al-Anshari

Ibnu Adi mengatakan dalam kitabnya al-kamil “ia pemalsu hadits dan matan maupun sanad”, Ibnu Ma’in berkata “ia tidak tsiqat”. An-nasai dan ad-Daraquthni menyatakan “Matruk”. Abu Hatim mengatakan “Dzahibul hadits, ia pemalsu hadits” ALbukhari berkata “munkarul hadits”. (Ta’jilul Manfaah, I:303)

Karena hadits-hadits di atas tidak ada satupun yang shahih, maka baik dan buruknya balasan seseorang setelah kematian itu bukanlah ditentukan oleh waktu dan hari, tetapi kematiannya oleh amalnya.

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: