Adakah Kesurupan Jin ?

Kehidupan Ghaib adalah perkara yang hanya Allah SWT saja yang tahu, dan Rasul-Nya yang diridhai dan itupun hanya sedikit mengenainya. Lalu bila ada seseorang yang menyatakan tahu soal yang ghaib baik dia mengaku ustadz, paranormal , terlebih lagi dukun. Itu berarti ia menyatakan ia melebihi kemampuan Rasul SAW dan menyeimbangi pengetahuan Allah SWT. Salah satu perkara Ghaib yang wajib kita imani adalah adanya makhluk Jin, dia diciptakan sebagaimana halnya manusia, yaitu untuk beribadah hanya kepada-Nya. Tetapi sebagaimana kita ketahui bahwa adanya pendangkalaan aqidah dimana Jin bisa menyurup/masuk kedalam jasad manusia dan bisa dihalau oleh ayat Al-Quran sebagaimana jimat tentu saja harus diluruskan, karena itu merupakan pelecehan terhadap al-Quran itu sendiri. Mari kita kaji bagaimana kita mengimani hal yang ghaib ini berdasarkan ilmu Al-Quran dan As-Sunnah, yaitu tentang apakah itu Jin?, bisakah menyurup kedalam manusia seperti sekarang ini bahkan adanya peristiwa kesurupan masal? Berikut pembahasannya.

  1. Ghaib

Ghaib adalah sesuatu yang tidak terjangkau oleh panca indera, tidak akan dapat disimpulkan oleh ketinggian akal, dan hanyalah dapat diktahui melalui kabar-kabar para nabi alaihimussalam. (Ar-Ragib: 727)

 

59. dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”(QS, Al-An’Am:59)

 

65. Katakanlah: “tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS. An-Naml: 65)

50. Katakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?” Maka Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?” (QS. Al-An’am:50)

 

 

 

  1. Jin

B.1 Jin Menurut Bahasa

Kata Jin berasal dari bahasa arab, janna-yajunnu-jinnun-jinnatun-jaanun, yang berarti tersembunyi atau sesuatu yang ada, tetapi tidak terlihat oleh manusia

 

B.2 Jin Menurut Istilah

Jin Adalah alam yang tidak terlihat oleh manusia sesuai dengan asal penciptaannya. Mereka adalah alam maya yang wujud tanpa bayangan, tidak untuk dilihat oleh manusia. Maka Jin hakikatnya yang nyata tidak nyata tidak terlihat bagi kami dengan dalil firman Allah SWT “Sesungguhnya ia dan kaumnya melihat kamu dengan keadaan yang kamu tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan Syetan-syetan itu teman rapat bagi orang-orang yang tidak beriman.

 

B.3 Jin Menurut Al-Quran

Jin adalah salah satu makhluk ghaib yang diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT

 

$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbr߉ç7÷èu‹Ï9 ÇÎÏÈ

56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzaariyaat:56)

 

B.4 Materi Penciptaan Jin

15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api.(QS. Al-Rahman: 15)

 

27. dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (QS. Al-Hijr: 27)

 

 

B.5 Kehidupan Jin

 

Menurut Quran surat Ar-Rahman ayat 15, menyatakan bahwa Jin itu dinyatakan dari nyala api yang dapat mengubah menjadi atsier (ether), yaitu sebangsa bahan yang lebih ringan dari hawa dan memenuhi sekalian alam (ar-Ruh wa Mahiatuha : 92). (al-Alusy 29:82). Atsier dapat berbentuk dengan bermacam-macam bentuk menurut keadaan, tempat dan benda-benda dan memenuhi sekalian alam, sifatnya tentang berbentuk ini serupa dengan air. Berdasarkan penjelasan ini, maka Jin itu dapat berada dimana saja, dilangit, bumi, laut, atas gunung dalam gunung dan sebagainya (ar-tuh wa Mahiatuha 92)

 

Dalam kitab Aakamul_marjan 25, Ghalibnya Jin itu terdapat ditempat-tempat yang kotor, seperti kamar mandi, jamban-jamban, tempat-tempat pupuk, tem[at sampah dan sebagainya.

 

Selain itu Jin selalu mengelilingi manusia.

  • 17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

 

Dan dalam hadits Nabi SAW bersabda:

 

“Tidak seorangpun dari antara kamu, melainkan sesungguhnya telah diwakilkan dengan dia temannya Jin.” (HR. Muslim, bab Shifatul Munafiqien)

 

Maksudnya: beserta setiap manusia ada Jin

 

–          Bapak Moyang Jin adalah Iblis

50. dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam[1], Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil Dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.

 

[1] Sujud di sini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah berarti sujud memperhambakan diri, karena sujud memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata kepada Allah.

 

 

–          Tempat tinggal Jin

“Janganlah sekali-kali seseorang dari kamu kencing dilobang binatang. Orang-orang bertanya kepada Qatadah (yang meriwayatkan hadits itu: ‘apa sebabnya kencing di lobang-lobang binatang itu? Jawabnya: ada yang berkata bahwa lobang-lbang itu tempat bagi Jin. (Nasai 1:34;Abu Dawud 1:6; Ahmad, 5:82; Nailul authar, 1:103)

 

–          Jenis kelamin Jin

“Sesungguhnya jamban-jamban ini, adalah tempat yang didatangi Jin. Maka apabila salah seorang dari kamu memasui jamban hendaklah ia mengucapkan “a’udzu billah minal khibutsi wal khabaa-itsi” artinya aku berlindung kepada Allah dari (gangguan) jin laki-laki dan perempuan.. (Abu dawud: Maalim Sunan, 1:10; Turmudzi, 1:10; nasai, 1:23; Ibnu majah, 1:27; Ibnu Sunny 6-7)

 

–          Makanan Jin

“Dari Abu Hurairah, bahwa ia sudah membawa bejana dengan Nabi SAW untuk membawa air wudlu dan membuangnya. Di antara Abu Hurairah mengikutinya dengan bejana itu, tiba-tiba nabi SAW bertanya, siapa ini? Ia menjawab: Sata Abu Hurairah. Lalu nabi SAW bersabda: Ambilkanlah beberapa batu yang aku bungkus diujung bajuku sehingga aku letakkan di disisi Nabi SAW kemudia aku pergi, sehingga apabila aku selesai, aku berjalan dan bertanya kepada nabi SAW, Mengapa tulang dan tahi onta itu? Nabi SAW menjawab: Kedua itu sebagian drai makanan Jin. Dan sesungguhnya telah datang kepadaku utusan Jin dari nashiebien dan mereka adalah sebaik-baik Jin, lalu meeka minta bekal kepadaku, lalu aku berdoa kepada Allah untuk mereka, bahwa mereka tidak melalui tulang dan tahi onta, melainkan mereka dapati diatasnya makanan. (HR. Bukhari, 5:46; fathul – bari, 7:119; 6:29; 1:182; Abu dawud, 1:7; Ahmad, 1:458; Syarah Musnad Ahmad 4149, 437, 4381; Turmudzi, 12:14)

 

–          Cara makan Jin

Dari Umaiyah bin Makhsya dan adalah ia salah seorang shahabat nabi SAW berkata “asulullah AW pernah duduk dan ada seorang makan, tetapi tidak menyebut bismillah, sehingga tinggal hanya satu suap. Maka tatkala orang itu mengangkat suap (yang tertinggal) ke mulutnya, ia mengucap bismillah pada awalnya-dan akhirnya. Maka Nabi SAW tertawa kemudian ia berkata “tetapi syetan makan bersamanya, maka tatkala ia menyebut nama Allah, ia muntahkan apa yang ada dalam perutnya. (Abu dawud, 2:140)

 

–          Jin mempunyai suku

“Sesungguhnya telah datang kepadaku utusan Jin dari Nashibin (Nama tempat di Syam) dan mereka adalah sebaik-baiknya Jin” (HR. Tirmidzi)

 

“Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW bahwasanya Ifrit dari bangsa jin telah menampakan diri kepadaku tadi malam, atau dengan kata-kata lain seperti itu untuk memutuskan shalatku, akan tetapi Allah meneguhkan aku dari gangguannya. Lalu aku sangat ingin mengikatnya pada salah satu tiang mesjid sampai shubuh dan kamu seua dapat melihatnya. Tetapi aku teringat akan ucapan saudaraku nabi Sulaiman a.s “Ya Allah, anugerahilah aku kerajaan yang tidak laak untuk siapapun setelah aku. Rasul SAW berkata “maka nabi mengembalikannya dala keadaan hina” (HR Bukhari, shahih Bukhari, 1997:3170)

–          Cara Jin Beragama

Jin ada yang mendatangi nabi SAW untuk mendengarkan Al-Quran

 

29. dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, Maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.

30. mereka berkata: “Hai kaum Kami, Sesungguhnya Kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

31. Hai kaum Kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu[2] dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

32. dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah Maka Dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Al-Ahqaf:29-32)

 

[2] Maksudnya: dosa-dosa terhadap Allah.

 

Lalu diantara mereka ada yang beriman dan ada juga yang kafir

 

1. Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya Kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,

2. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu Kami beriman kepadanya. dan Kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan Kami,

3. dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan Kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.

4. dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada Kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah[3], (QS. Al-Jin: 1-4)

 

[3] Dimaksud dengan Perkataan yang melampaui batas, ialah mengatakan bahwa Allah mempunyai isteri dan anak.

–  Jin pun Tidak tahu Perkaa Ghaib

14. Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau Sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan. (QS. Saba’:14)

 

 

 

C Pembahasan

C.1 Kesurupan

Kesurupan berasal dari bahsa sunda, yaitu surup. Surup asal artinya pantas atau serasi. Tetapi menjadi tenggelam bila disambung dengan panon poe atau bulan, seperti surup panon poe. Adapun bila nyurup aka berarti roh halus, jin dll yang masuk kedalam manusia, maka dikenallah bahasa kasurupan dan di bahasa Indonesia kan menjadi kesurupan atau kerasukan (kamus lengkap bahasa sunda-Indonesia, Indonesia – sunda, Sunda-sunda susunan Drs. Budi Rahayu Tamsyah Spk)

 

Dalam bahasa Inggris disebut trance yang erarti keadaan mabu atau kemasukan roh atau syetan, Di dalam disiplin ilmu kedokteran dikenal dua istilah yaitu hipnosa dan disosiasi

 

Hipnosa ialah kesadaran yang sengaja diubah (menurun dan menyempit) artinya hanya menerima rangsangan dari sumber tertentu, melalui sugesti, mirip dengan tidur dan sangat mudah untuk disugesti. Setelah itu timbul amnesia

 

Disosiasi ialah sebagian tingkah laku atau memisahkan diri secara psikologik dari kesadaran. Kemudian terjadi amnesia sebagian atau total.

 

Disasosiasi ini dapat berupa TRANCE, yaitu keadaan kesadaran tanpa reaksi yang jelas terhadap lingkungan yang biasanya mulai dengan mendadak, mungkin terjadi imobilitas dan roman muka dengan bengong/kehilangan akal atau melamun. Dapat ditimbulkan karena hipnosa atau Depresi (malah Dr. hari Rayadi Mrsav)

C.2 Kerasukan Jin

Ketahuilah bahwa sesungguhnya syaithan atau jin  itu tidak mempunyai kekuasaan atau kekuatan untuk menundukan, mencelakakan manusia dll. Sebagaimana Firman-nya:

 

42. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu (Jin) terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, Yaitu orang-orang yang sesat. (QS. Al-Hijr: 42)

 

Jin golongan Syaithan hanya melakukan gangguan berupa bisikan atau godaan saja:

 

200. dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan Maka berlindunglah kepada Allah[4].

201. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (QS Al-A’raaf: 200-201)

 

[4] Maksudnya: membaca A’udzubillahi minasy-syaithaanir-rajiim.

 

22. dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. Ibrahim: 22)

 

99. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaanNya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. (QS. An-Nahl:99)

 

30. dan sekali-kali Kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas. (QS. Ash-Shaaffaat: 30)

 

Jubba-ie, Abu Bakar ar-razi, seorang tabib zaman dahulu dan beberapa ulama lagi, mengingkari masuknya jin dalam badan manusia.

 

Ulama yang bependirian Jin dapat masuk kedalam badan manusia itu beralasan dengan beberapa dalil, diantaranya:

 

“sesungguhnya syaithan berjalan di manusia, ditempat aliran darah” (HR. Bukhari)

 

Hadits diatas adalah sah tetapi tidak tegas menunjuka Jin masuk ke Badan manusia, dan syaithan itu adalah sifat )peerjaan Jin bukan Jin itu sendiri.

 

Ada Riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ath-Thabarani dari Ummu Abaan bahwa datuknya datang membawa anaknya yag gila kepada Rasulullah SAW untuk nabi doakan, kemudian nabi SAW mengucapkan: “Keluarlah Engkau musuh Allah”. Disini dipahami bahwa musuh Allah itu adalah Jin. Kata Musuh Allah itu mempunyai makna lain, bisa kuman atau penyakit kejiwaan. Maka hal ini masih gelap dan bisa dipahami dengan soal-soal ilmu jiwa dan para phsycology

 

 

C.3 Mengahalau kerasukan Jin

 

Seperti yang diketahui dari al-Quran diatas bahwa Jin tidak mempunyai kekuatan atas manusia, maka tidak ada yang manusia kerasukan Jin. Adapun ada seorang anak kecil yang seperti orang Gila karena kemasukan Jin Itu karena kaitannya dengan Depresi, dan ucapan Rasul SAW “Keluarlah seuatu yang jahat” menunjukan kepada adanya penyakit kejiwaan bukanlah  Jin, kalau tersebut adalah Jin silahkan tunjukan Qarinahnya.

 

C.4 Berhubungan dengan Jin

 

Perkataan Imam Asy-syafi’i

 

“Apabila ada manusia yang berkenalan dengan Jin, baginya hanya akan mendapatkan rugi, rusak, hancur dan kufur”

 

C.5 Melihat Jin

 

Siapa yang mengaku melihat Jin, maka kami nyatakan batal syahadatnya kecuali seorang nabi SAW (Fathul – Bari,VI:568)

 

“…sesungguhnya Jin yang menampakkan diri itu adalah setan”  (Hadits Marfu’ dalam HR. Muslim, Nasa’I, Turmudzi dari abu Said al-Khudri r.a)

 

C.6 Kawin dengan Jin (pesugihan)

 

Adanya yang beranggapan bahwa kawin dengan Jin (Ratu Ular dalam pesugihan) agar mendapat kekayaan itu adalah syirik Besar

 

Cara berkerja nya sudah disinggung dalam al-Quran surat An-Nisaa ayat 119 dan termasuk perbuatan syirik:

 

119. dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya[5], dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya[6]”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

 

[5] Menurut kepercayaan Arab jahiliyah, binatang-binatang yang akan dipersembahkan kepada patung-patung berhala, haruslah dipotong telinganya lebih dahulu, dan binatang yang seperti ini tidak boleh dikendarai dan tidak dipergunakan lagi, serta harus dilepaskan saja.

[6] Meubah ciptaan Allah dapat berarti, mengubah yang diciptakan Allah seperti mengebiri binatang. ada yang mengartikannya dengan meubah agama Allah.

 

 

  1. Kesimpulan
    1. Jin sama halnya seperti manusia dalam artian mereka bersuruku bangsa, beragam agama, makan dll
    2. Jin adalah makhluk ghaib, dimana mereka bisa melihat manusia tetapi tidak sebaliknya. Jin pun tidak mengetahui perkara yang ghaib
    3. Kerasukan Jin Tidak ada dalam Al-Quran dan al-hadits, mempercayainya adalah syirik. Begitupun mengobati dari kerasukan Jin adalah dusta
    4. Melihat, berhubungan dengan Jin adalah Syirik. Hanya Syetan dari Jin yang berhubungan dengan manusia

 

 

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: