Grunge Musik Berani

Grunge Musik Berani

Saat mendengar atau membaca kata grunge, sebagian pecinta music akan langsung terlintas Kurt Cobain, dengan bandnya Nirvana atau vokalis Pearl jam, Eddie Vedder.

Dengan charisma yang dimiliki Kurt Cobain dan Eddie Vedder, music grunge bisa jadi dikenal. Nirvana dan Pearl Jam memang menjadi ikon grunge. Setiap pecinta music grunge pasti mengisolakan kedua group band dan vokalisnya ini.

Istilah grunge muncul sekitan Tahun 1980-an jauh sebelum munculnya Nirvana, dipopulerkan oleh Mudhoney. Tidak hanya menjadi istilah, grunge akhirnya dikenal sebagai aliran music pada saat itu. Seiring waktu, grunge berkembang menjadi sebuah pandangan hidup pecinta music yang dikenal dengan Seattle-sound. Hampir sama dengan aliran music lainnya, grunge juga mempunyai sudut pandang tersendiri terhadap kehidupan hingga akhirnya menjadi gaya hidup. Hal itu bisa dilihat dari lirik lagu yang mereka angkat, seperti ketidak adilan dalam hidup, grunge itu music berani.

Hal itu bisa dilihatdari kesederhanaan band-band grunge yang lebih mengekspresikan perasaan mereka lewat music bukan dengan cara berpakaian. Banyak dari mereka yang memilih tampil seadanya, seperti calana bolong, kaos oblong, sepatu kets atau kemeja lusuh. Antara tahun 2001 hingga 2005, di kota bandung music grunge sempat vakum. Hal ini dikarenakan gaya hidup grunge yang cenderung dekat dengan narkoba. Gaya hidup seperti itulah yang membuat music grunge kurang disukai oleh masyarakat.

Prihatin dengan kondisi seperti itu, sekelompok anak muda pecinta music grunge nerkmpul dan membentuk We Are Grunge Community Bandung (WAG). Dijelaskan Bobon Cupitos salah satu pengurus, WAG terbentuk pada 2005. “WAG sengaja didirikan untuk membangun kembali music grunge yang saat itu bisa dibilang dalam keadaan mati suri. Sengaja kita mendirikan WAG sebagai wadah berkumpulnya pecinta music grunge” Ujar Bobon.

Menurut Bobon, semua band yang tergabung di WG ini punya misi yang sama yaitu ingin mencoba untuk bangkitkan kembali citra grunge yang bagus kepada masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan menggelar kegiatan bakti social serta berprilaku baik.

“Jangan diliat dari penampilan. Penampilan sebagian besar memang cuek, pake celana bolong-bolong tau berdandan nggak rapih. Tapi jangan salah, walaupun cuek kita orang baik-baik kok. Grunger sekarang khususnya WAG berbeda dengan yang dulu. Kita jauh dengan narkoba, ataupun image jelek lain yng pernah melekat pada grunger erdahulu, “terang Bobon peroil band Cupitos Mosquitos yang beraliran Grunge ini.

Diakui Bobon, penjualan CD grunge memang tidak sebanyak major atau band aliran lainnya. Meski begitu, tetap saja ada yang mebeli CD karya grunger. “Itu karena anak-anak muda sekarang kurang minat terhadap music grunge. Seain itu, teknologi maju membuat sebagian orang lebih memilih download secaragratis lagu kesukaan mereka atau meminjam CD dari temannya daripada membeli CD asli. Padahal harganya gak mahal kok, paling berkisar RP. 20.000 hingga Rp. 60.000 perpaket yang isinya kaos dan stiker” Bebernya.

Di Kota Bandung, tidak hanya WAG komunitas lainnya seperti ISI dan Grunge Purnawarman yang hingga kini masih eksis. (Ely Kurniawati, Galamedia)

Album Indie Grunge Dijual Online

Dizaman dengan kecanggihan teknologi seperti sekarang ini, banyak media yang bisa dipakai untuk melakukan promosi. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi internet untuk promosi album terbaru. Peluang bisnis yang cukup menggirukan lewat interet juga yang mendorong pemuda asal Bandung, Hegar, Ari dan Decky membuat gogstar, Indonesian Distribution Music Merchandise Online Store.

Dijelaskan Hegar, media online yang mereka kelola sengaja dibuat untuk memfasilitasi para fans band indie, khususnya yang tersebar di berbagai pelosok tanah Air bahkan tidak menutup kemungkinan dari luar negeri “gogstore sendiri sengaja dibuat ngebantu penjualan merchandise band indie, , salah satunya yag beraliran grunge, terutama dalam penjualan album CD-nya. Seperti yang kita tahu, pendapatan dari penjualan merchandise ini cukup besar,”Kata Hegar

Sakah satu band gruge asala Indonesia yang albumnya dijual di gogstore adalah Nutshell. Menurut Hegar, sekarang ini memang tidak banyak yang menitip menjual CD-nya di Gogstore. Selain ketenaran music grunge tidak seperti aliran lainnya, juga Karen masih belum ada band lain yang titip jual albumnya di Gogstore.

“kita nggak batasin, music aliran apa yang boleh titip jual albumnya disini. Band dengan jenis music apapun boleh kok. Cuma memang sekarang ini music kebanyakan band dengan aliran metal dan punk yang titip jual disini dan juga paling banyak diminati.” Ungkap Hegar

Pengalaman pribadi juga menjadi latar belakang, kenapa memilih berjuaan merchandise band dan CD ketimbang menjual baju-baju seperti distro. “Dulu saya kesusahan nyari album,kalo dulu sih kaset band favorit saya. Maanya Ggs Store dibuat untuk memudahkan fansfans band indie yang ada diluar sana mencari CD album atau merchandise asli band favorit mereka” ujarnya

Diakui Hegar, omzet penjualan CD secara Online memang agak kurang. Meski begitu tetap saja ada CD`yag terjual. “Biasanya sih yang beli CD`dari luar kota. Mungkin karena di kota tidak ada, makanya dia memilih membeli secara online” katanya

Berawal Dari majalah

Tentang Gogs store,dijelaskan Hegar, awalnya mereka bertiga mengelola sebuah majalah yang dikenal dengan Gogs maj atau majalah Gogs, Gogs sediri berasal dari bahasa sunda, yaitu begog yang artinya nakal. Namun akhir 2008 saat Gogs maj vakum, Hegar, Ari dan Decky pun memutuskan melakukan inovasi dalam usahanya

“Kalau distro kan udah banyak, terus sekarang tiap distro pasti punya online sendiri. Ah untuk yang jual khusus merchandise atau CD secara online kan masih jarang, makanya kita bikin. Dan ternyata animonya cukup bagus, terbukti udah hamper dua tahun kita bertahan berjualan secara online’ Terangnya

Enaknya transaksi online, tambah Hegar, konsumen bisa memilih langsung barang yang diinginkan. Untuk pembayaran biasanya dengan cara transfer. Setelah pembayaranplus ongkos kirim ditransfer barang pun akan dikirim

“Untuk pemesanan, sebenarnya suda ada penjelasannya diwebsite. Tapi kadang tetap saja ada yang telepon atau sms nanyain caranya gimana. Atau ada juga yang minta ukuran diluar stok yang ada, padahal digambar barangnya sudah ditulisin ukuran yang tersisa. Tapi, ya itu enggak masalah sih, kita tetap welcoe nerima pertanyaan jika calon konsumen nggak ngerti” ucapnya (Ely Kurniawati, Galamedia)

Tertarik Lagu Rohani


Menarik jika berbicara soal Asylum.Band beraliran grunge ini memiliki idealism berbeda dengan dibandingkan band lainnya. Keunikan Asylum terletak pada lirik yang bernuansa rohani, So, tampilan kerohanian memang dapat diekspresikan melalui music ini

Sesuai dengan namanya, Asylum berarti rumah sakit jiwa. Tempat pemyembuh jiwa-jiwa yang sakit. Bahkan, album yng segera launching berjudul “114” Melihat angka 114, sepertinya biasa dan tidak ada yang istimewa, tapi apabila dilihat dari filosofinya angka tersebut merupkan jumlah surat dalam Al-Quran. Selain filosofi tersebut, beberapa judul dalam “114”, juga berisi soal renungan perjalanan manusia dan bagaimana caranya menjalankan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari

Demikian dikatakan Rendy, sang vokalis sekaligus gitaris Asylum. “Musik grunge identik dengan depresi dan patah hati. Namun, saya lebih tertarik menciptakan lagu-lagu untuk menyejukan hati dan depresi. Saya ambil lirik kebanyakan dar Al-Quran, ini menjadi jalan untuk menyebarkan ajaran islam dengan cara berekspresi di music” tuturnya.

Sebelum menyelami musik grunge, Rendy pernah dihadapkan masa down dan lemah. Melalui music yang dipopulerkan Nirvana ini, ia merasakan kenyamanan. “kok musiknya beda dan lambat maun saya menjadi ketagihan dan ingin terus mendengarkannya.” Ujarnya

Akhirnya bersama teman-temannya, Rendy mendirikan Asylum. Selama band ini berdiri sejak 2007, diisi personel antara lain Dicky memegang Drum, Yogi Bass dan rendy sendiri memainkan gitar merangkap vokalis. “Kami memang lebih banyak membawakan lagu ciptaan sendiri. Jujur, saya lebih pede, daripada membawakan lagu ciptaan orang lain. Semua lagu hasil ungkapan perasaan disaat down sampai sembuh untuk melanjutkan hidup” tuturnya.

Ia berharap, kedepan music grunge dapat lebih dikenal masyarakat luas “ini memerlukan mediasi dan peranan promosi. Sehingga music kami tidak hanya didengarkan dan dinikmati komunitas kami, tapi juga oleh masyarakat luas” ujarnya

Ia juga meyakinkan, dalam bermusik, grunge tidak perah mengeksklusifkan diri “kami memiliki idealism, tapi bukan berarti eksklusif. Kami ingin music kami lebih bisa dinikmati oleh masyarakat luas, jangan hanya menkmati music yang instan-instan saja seperti yang didengarkan secara missal diluar” katanya (Cucu Sumiati, Galamedia)

Produktif Dalam Berkarya


Di Kota bandung, komunitas grunge sebenarnya tidk kalah dominan dibanding dengan underground dan punk. Hanya saja, style berpakaian mereka biasa saja membuat komunitas ini seperti kalah pamor atau tidak tampak di permukaan. Hampir tiap minggu band-band grunge asal Kota Bandung, silih berganti tapil di berbagai acara untuk menunjukan eksistensinya. Sejumlah band bahkan sudah dikenal dan menjadi ikon grunge kota bandungm sebut saja Asylum dan Cleon yang bermarkas di Gatot Subroto bandung, selain itu masih ada nama Freak dan Betheaven.

Bagi personel Cleon, eksistensi mereka dalam bermusik bukan lahan untuk mencari uang. Musik menjadi ssebuah obat yang bisa menghibur lara hati atau ungkapan jiwa. Musik pun memberikan ketentraman dan kenyamanan. “Bagi kami music bukan untuk dijual. Wajar jika keluar dari jalur pasar. Kalau masyarakat suka, silahkan didengarkan, tidak juga nggak apa-apa. Toj kami menggung bukan untuk mencari duit” kata Firman Gitaris Cleon.

Sejauh ini, Cleon yang hanya terdiri dai dua personel bisa berkibar sampai keluar kota.Selain Firman, grup yang masih marintis album bergenre grunge juga diisi Bobon. “Kami biasa manggung ke berbagai kota besar. Untuk sekarang baru sepulai Kawa. Rata-rata dalam satu bulan menggung sebanyak 4 kali. Tiap pecan rata-rata ada undangan manggung” ujar Firman saat ditemui “GM” di tempat latihan mereka Jl Gatot Soebroto

Meski hanya diperkuat dua personil, namun hal itu bukan menjadi kendala bagi Cleon untuk terus mengibarkan music alternative rock. Untuk menutupi kekurangan personel, Cleon terpaksa menggunakan additional player. “kami kan manggung bukan untuk cari duit, jadi meskipun personelnya cabutan enggak apa-apa, yang penting punya minat yang sama terhdap music grunge” Ujar mahasiswa Unpar ini.

Ke depan, Firman berharap Cleo memiliki album sendiri. Saat ini lagu yang telah dipesiapkan yaitu satu lagu hasil kerja sama dengan Sammy, vokalis asal Perancis. “Judulnya “Formatted Feeling” karena domisiliya di Perancis maka selama manggung di Indonesia, dia digantikan vokalis yang lain. Kedepan Cleon ingin memiliki Vokalis tetap.Suara enggak bagus juga enggak apa-apa, yang pentng memiliki ideology yang sama” kata firman yang bari membentuk Cleon sekitar setahun lalu.

Band grunge lainnya yaitu Freak yang terbentuk tahun 2001. Namun, setelah manggung di fame Station bandung dan Grungy di Gor Saparua,grup ini vakum sekitar 2 tahun karena personelnya sibuk kuliah dan kerja.

Pada Tahun 2003, Freak kembali menggeliat dan menelurkan album pertama “It Seems” (Freak Records – 2003) tanpa diduga, lagu yang berjudul “Go away” dan “Black Cloud” (Album “It Seems”) sempat menempati posisi pertama di chart indie Ardan radio bandung selama berbulan-bulan.

Pada Tahun yang sama, Freak merilis video klip pertamanya dai album “It Seems” (2003). Yaitu black Cloud. Video klip full tiga dimensi (3D) animasi yang seluruhnya digarap Jalu Sindentosca, menghabiskan waktu 2,5 bulan. Video klip ini pertama kali ditayangkan di MTV Gress.

Pada Tahun 2004 Frek Bubar, hingga pertengahan Tahun 2006 Ogiefreak kembali merilis album ke-2 yang berbentuk mini album berjudul “Duniaku” (Freak Records-2006) dan mengeluarkan dua videoklip yaitu single “Beautiful day from you” dan “Say it by this song”

Band lain yang cukup dikenal adalah Beatheaven. Band ini dibentuk dibandung pada tahun 2008 yang pada awalnya bernama Slum. Pada tahun 2004, slum berganti nama menjadi Weenie Beenie. Pada tahun 2005, Weenie Beenie mengisi album kompilasi OST 12.00 AM. Seiring bergabungnya Cholay pada Tahun 2008. Weenie Beenie kemudian bertransformasi menjadi beatheaven dengan formasi lengkap yang sekarang adalah Fanny (gitar/vocal), Ferry  (bass), dan Cholay (drum)

Beatheaven megusung music yang bergenre rock alternatis. Tema yang diangkat adalah hal-hal umum dan pribadi dalam kehidupan. Tema dikemas dan disajikan dalam bahasa yang ugas dan musah dicerna dengan irama-irama yang menghentak dan harmonis, tetapi tetap memperdulikan keindahan dan keutuhan lagu. Beatheaven diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berbeda dan diterima di dunia music Indonesia, serta dapat mewujudkanimpian-impian para personel yang selama ini belum terwujud dalam dunia music (Cucu Sumiati, Galamedia)

Grunge Akan Selalu ada

Grunge merupakan salah satu dari sekian banyak penanda revolusi music dunia yang massively spread by media in 90’s era. Dari berbagai literature disebutkan bahwa grunge lahir dari suatu komunitas yang sudah jenuh dengan konsep music industry (mainstream) yang ada saat itu. Selain itu. Kondisi represif dan ekonomi global masa tersebut menandai eksistensi grunge tidak hanya sebagai produk kebudayaan modern tapi sumber kekuatan baru bagi kaum muda dunia. Bisa dikatakan, kehadiran grunge tidak pernah mati, akan tetapi gaungnya pun tidak terlalu hebat ketimbang saat muncul dijamannya sekitar Tahun 90 itu.

Demikian diungkapkan pengamat music, Dani sakri. Menurutnya, bukti music grunge tidak pernah mati adalah masih bergaungnya beberapa event yang mengangkat music grunge.

“Sebetulnya, music grunge itu bagian dari music indie dan bukan hadir karena kepentingan komersil. Artinya, music grunge akan selalu hidup dan pasti memiliki komunitas tersendiri kalau mau dibandingkan dengan music pop atau yang lainnya, ya berbeda lah” ungkapnya.

Dikatakan, grunge sempat menjadi gerakan yang cukup fenomenal pada masanya, dan tiba-tiba surut pada Tahun 2000an, tepatnya ketika Kurt Cobain tewas pada tahun 1994. Tidak mudah untuk mencari generasi baru dalam pertumbuhan music grunge selanjutnya. Namun pada`dasarnya, music grunge bukanlah music yang bisa mempengaruhi semua orang agar suka dan setia pada grunge. Yang pasti grunge memang tidak banyak memiliki penggiat seperti halnya music POP melayu yang kini digaung-gaungkan, tapi bendera grunge akan terus hadir, terbukti meski Nirvana sudah mulai tak terdengar, namun Pearl jam tatap masih berkarya” ucapnya

Ia juga menegaskan, tidak ada alas an untuk menyemarakan music grunge lewat event-event yang sengaja dibuat, karena genre music grunge bukan music Indonesia. “Seperti yang saya katakana, grunge aka nada, namun kita sebagai orang Indonesia akan lebih bagus melestarikan seni dan budaya kita sendiri. Masalah bikin marak grunge kembali untuk apa, toh tidak ada alas an yang tepat” tandasnya. (Tri Widiyantie, Galamedia)

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

7 Responses to Grunge Musik Berani

  1. Mahendra says:

    Mau tanya nich,brad. Bagaimana hukum Islam yang mengatur tentang bermusik? karena setahu saya (maaf ilmu saya masih cetek) bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah semakin banyaknya musik & alat musik yang dimainkan. Mohon pencerahannya.

    Thx, brad…. Mahendra from Jogja
    pin bb: 20CFACA8
    YM: communication_hummanity

  2. rendyadamf says:

    to mahendra: wah sama saya juga masih kurang ilmunya, hukum musik dalam islam bisa diliat di https://rendyasylum.wordpress.com/2010/09/29/1824/

    dan memang ada hadits bahwa tanda2 kiamat itu adalah musik, seperti:

    Artinya : Pada akhir zaman akan terjadi tanah longsor, kerusuhan, dan perubahan muka. ‘Ada yang bertanya kepada Rasulullah’. Wahai Rasulullah, kapankah hal itu terjadi.? Beliau menjawab. ‘Apabila telah merajalela bunyi-bunyian (musik) dan penyanyi-penyanyi wanita”. [Bagian awalnya diriwayatkan oleh Ibnu Majah 2:1350 dengan tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi. Al-Haitsami berkata : ‘Diriwayatkan oleh Thabrani dan di dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Abiz Zunad yang padanya terdapat kelemahan, sedangkan perawi-perawi yang lain bagi salah satu jalannya adalah perawi-perawi shahih’. Majma’uz Zawaid 8:10. Al-Albani berkata : ‘Shahih’. Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir 3:216 hadits no. 3559]

    فِي هذِهِ الأُمَّةِ خَسْفٌ وَ مَسْخٌ وَ قَذْفٌ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ: يَا رَسُولَ اللهِ وَ مَتَى ذلِكَ؟ قَالَ: إِذَا ظَهَرَتِ الْقِيَانُ وَ الْمَعَازِفُ وَ شُرِبَتِ الْخُمُورُ

    “Pada umat ini berlaku tanah longsor, pertukaran rupa, dan kerusuhan.” Bertanya salah seorang di antara kaum Muslimin: ” Kapankah yang demikian itu akan terjadi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Apabila telah muncul biduanita, alat-alat musik dan minuman arak di tengah kaum Muslimin.” (Lihat, Sunan Tirmidzi, hadis No. 2309; Nailul Authar, VIII:98)

    Hadis ini walaupun dari segi sanadnya mursal, yang umumnya ditolak oleh sebagian ahli hadis, tetapi oleh sebagian lainnya dijadikan hujjah dalam pengambilan hukum dan pendapat. Cara seperti inilah yang dapat diterima. Tetapi dari segi matannya (isi Hadis), ia tidak menunjukkan bahwa telah diturunkan azab atas mereka yang berupa tanah longsor, pertukaran rupa dari manusia ke wajah hewan, terjadinya kerusuhan adalah karena mereka telah menggunakan alat-alat musik atau karena mereka telah mendengar nyanyian seorang biduanita dan menenggak minuman keras. Tetapi semua malapetaka yang menimpa mereka disebabkan oleh karena mereka telah menghalalkan khamr, perzinaan, memakai sutera (bagi lelaki), dan membolehkan wanita tampil sebagai penyanyi dalam forum yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Selain itu mereka menghalalkan menggunakan alat-alat musik di luar batas-batas yang telah ditentukan oleh syara’, sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh Hadis riwayat lainnya.

  3. CD Musik Asik – Ear catchy POST GRUNGE

    Maaf, bukan bermaksud nge-junk..
    Hanya ingin kabar-kabari sekalian numpang buka lapak…

    Band post-grunge lagi ngluarin album perdana “Zero to Hero”
    6 lagu asik-asik kok… ear-catchy buat abang and none…
    Free ongkir untuk pulau jawa…
    Cuman Rp 35.000,-
    Biar ga ngerasa beli kucing dalam karung.. cicipin dulu deh sample2 lagunya di http://www.dividedbyzero.co.nr/

  4. rendyadamf says:

    suppoorrttt X_x

  5. okta says:

    aku pngen bentuk komunitas grunge di kediri tlg bantuin ya,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  6. rendyadamf says:

    what can i do for u bro?? X_x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: