Yaasin dan pengampunan dosa

Maghfiratullah (ampunan Allah) merupakan dambaan setiap muslim. Tidak sedikit ayat yang menyatakan sekaligus memberi ampunan hamba-hambaNya. Sayang, sebagian besar orang Islam yang tidak atau belum tahu, berkeyakinan bahwa membaca surat Yaasin akan mendapat Maghfirah. Di antara mereka pun ada ada yang sampai megkhususkan waktu membacanya, seperti pada waktu malam dan atau pagi hari, tepatnya sebelum melakukan kegiatan lainnya. Bahkan, ada pula yang merutinkan setiap malam sebelum tidur dengan keyakinan akan menjadi orang yang bersih dari segala dosa.

Untuk itu, kami perlu menelaah dan meneliti lebih dalam tentang dalil-dalil hadis yang menjadi rujukan mereka.

Dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: “Barangsiapa yang membaca Yaasin pada suatu malam dengan mengharap ridha Allah SWT diampuni (dosa-dosa) nya pada malam itu” (Sunan Ad-Dirimi, II:457)

Hadis ini daif karena ada bagian sanadnya terdapat rawi yang bernama al-Walid bin Syuja’, dan ia dipandang sebagai rawi yang majhul. Berikut ini adalah sanad lengkap hadis tersebut

Nabi > Abu Hurairah Tidak mendengar Al-Hasan> Muhammad bin Jahadah > Ziad bin Khosamah > Abuhu (Ayahnya) > Al-Walid bin Syuja’ > Ad-Dirimi

Nama lengkap al-Walid bin Syuja’ adalah al-Walid bin Syuja’ bin Walid bin Qais as-Sukuni al-Kindi atau dengan kun-yah Abu Hammam bin Abu Badr al-Kufi. Berikut ini, keterangan para ahli hadis tentang al-Walid bin Syuja’ bin Al-Walid bin Qais as-Sukuni al-Kindi itu.

a. Ketika Yahya bin Ma’in ditanya oleh Ahmad bin Muhmmad bin al-Qasim bin muhriz mengenai rawi ini, ia mengatakan bahwa “ ia tidak apa-apa dan termasuk rawi yang dusta”. Abu Hatim mengatakan “ia seorang syekh yang sadiq, dicatat hadisnya, tetapi tidak bisa dijadikan hujjah”.

B. An-Nasa’i mengatakan bahwa “La ba’sabihi”.

c. Al-Mufaddal bin Gassan al-Glabi mengatakan bahwa “ia tidak pernah mendengar Ibnu Ma’in menilai jelek tentang rawi ini, kecuali ia mengatakan bahwa ia tidak mempunyai bagian (dalam urusan hadis)” (Tahdzibul-kamalfi Asmair-Rijaal, XXXI: 22-28)

Hadis ini tergolon da’if karena terjadi mursal tabi’i, yaitu al-Hasan tidak pernah mendengar perkataan apa pun dari Abu Hurairah

Dari al-Hasan, dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW terah bersabda “barangsiapa yang membaca Yaasin pada suatu Malam, pagi-pagi, ia diampuni, dan barangsiapa yang membaca surat surat Ha-Mim yang didalamnya ada (kata-kata) ad-Dukhan pada malam jumat, pagi-pagi ia diampuni” (Musnad Abu Ya’la al-Mausili, XI:93-94)

Hadis ini termasuk da’if karena pada bagian sanadnya terdapat dua kelemahan. Pertama, hadis ini adalah hadis mursal karena al-Hasan tidak pernah mendengar hadis apa pun dari Abu Hurairah. Kedua, di dalam hadis ini terdapat rawi lain yang menyatakan da’if, yaitu Hisyam bin Ziyad. Untuk lebih jelasnya, perhatikan susunan sanad hadis tersebut

Nabi> Abu Hurairah tidak mendengar Al-Hasan (Al-Bisri) > Hisyam bin Ziyad > Hajjaj bin Muhammad > Ishaq bin Abu Israil > Abu Ya’la

Mengenai pernyataan bahwa al-Hasan tidak pernah mendengar apa pun dari Abu Hurairah (mursal Tabi’i) dinyatakan oleh Imam at-Tirmidzi, Ayub, Yunus bin Ubaid dan Ali Bin Abu Ziyad(musnad Abu Ya’la Al-Mausili, XI, 95). Adapun rawi Hisyam bin Ziyad yang nama lengkapnya adalah Hisyam bin Ziyad bin Abu Yazid al-Quraisyi bin Hisyam al-Bisri, berikut ini pernyataan para ahli tentang dia.

a. Ahmad bin Hanbal dan Abu Zur’ah menyatakan, “daiful hadits”

b. Yahya bin Ma’in menyatakan “laisa bi siqatin (tidak dapat dipercaya)”

c. Imam Bukhari menyatakan, “para ahli hadits memperbincangkannya (mendaifkannya)

d. At-Tirmidzi menyatakan “Ia dinyatakan daif”

e. An-Nasai, Ali bin Husein bin al-Junaid dan Abu al-Fath Al-Azdi menyatakan “Matrukul hadits”

f. Abu Hatim Ar0razi menyatakan “daif, tidak siqat” (Tahdzibul Kamal, XXX:200-203)

Dari Al-hasan, dari Abu Hurairah, ia menyatakan bahwa nabi SAW telah bersabda “Barangsiapa yang membaca Yaasin pada suatu siang atau malam dengan mengharap Ridha Allah SWT, pastilah diampuni (dosa-dosa) untuknya” (Al-Mu’jamus Sagir, I:149 danar-Raudud Dani Ilaa Mu’jamus sagir, yahqiq Muhammad Syukur mahmud al-Haj Amir, I:225; lihat pula majma’uz Zawaid, VII:100-101)

Sanad lengkap hadits ini sebagai berikut.

Nabi > Abu Hurairah tidak mendengar Alhasan > Ghalib bin Qattan >Hasan bin Abu Ja’far > Aglab bin Tamim > Wahab bin Baqiyyah > Humaid bin Ahmad bin Abdillah bin Abu Majlad Al-Waisiti > At-Tabrani

Hadits ini daif karena terdapat dua kelemahan. Pertama, di dalamnya terdapat rawi yang bernama Aglab bin tamim. Imam Bukhari menyatakan bahwa “ia adalah munkarul hadits”, Maslamah bin Qasim menyatakan bahwa “munkarul hadits daif”. Abnu “adi menytakan bahwa “keseluruhan hadits-haditsnya tidak mahfud dan hanya dicatat” (lisanul-Mizan, I:464-465:1429)

Kedua, di dalam kitab Mu’jamus Sagir yang ditahqiq oleh Muhammad Syukur pada sanad diatas terdapat perbedaan atau pembetulan oleh pentahqiq. Untuk lebih jelasnya, perhatikan sanad yang sudah ditahqiq tersebut.

Nabi > Abu Hurairah tidak mendengar Al-Hasan > Ghalib bin Al-Qattan >Jasr (bin Farqad) > Hasan bin Abu Ja’far > Aglab bin Tamim > Wahab bin Baqiyyah > Humaid bi Ahmad bin Abdillah bin Abu Majlad Al-Wasiti > At-Tabrani

Pada sanad ini tampak sekali bahwa antara rawi Hasan bin Abu Ja’far dan Galib bin Al-Qattan terdapat rawi lain yang bernama Jasr bin Farqad. Menurut keterangan bahwa Hasan bin Abu Ja’far tidak menerima periwayatan yang berasal dari Galib Al-Qattan tetapi dari Jasr bin Farqad. Periwayatan ini memperburuk kedaifan hadits tersebut karena Jasr adalah rawi yang daif. Nama lengkapnya adalah Jasr bin Farqad al-Gasab Bisriyun dan kun;yah nya adalah Abu Ja’far.

Tentang siapa Jasr bin Farqad Al-Gasab Bisriyun, An-Nasai mengatakan bahwa “Jasr bin Farqad itu daif”. Yahya bin Ma’in menyatakan bahwa “laisa bis Syaiin dan tidak dicatat haditsnya (Al-kamil fid Du’afair-Rijal, II:168). Ad-Daruqutni menyatakan bahwa “Matruk (ditinggalkan)”. (LIsanul – Mizan, II:105).

Ketiga, Al-Hasan tidak menerima apa pun dari Abu Hurairah. (Musnad Abu Ya’la al-Mausili, XI:93-94)

Dari Al-Hasan dari Jundab, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Barangsiapa yang membaca Yaasin pada suatu malam dengan mengharap ridha Allah SWT Pasi diampuni” (Sahih Ibnu Hibban, IV:121)

Hadits ini terdapat dalam kitab Sahih Ibnu Hibban, artinya hadis ini shahih menurut pandangan Ibnu Hibban. Benarkah? Ternyata bahwa pernyataan shahih menurut Ibnu Hibban belumm tentu shahih menurut pandangan ahli hadist lainnya. Untuk lebih jelasnya perhatikan sanad hadits tersebut.

Nabi > Jundab > Al-hasan >Muhammad bin Jahadah > Ziyad bin Khaisamah > Abu (Syuja’ bin Walid) > Al-Walid bin Syuja’ bin Walid As-Sukuni >Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim Maula Saqif > Ibnu Hibban

Nama lengkap al-Walid bin Syuja’ adalah al-Walid bin Syuja’ bin al-Walid as-Sukuni. Dalam sanad ini, ia menerima hadits tersebut dari bapaknya, yaitu as-Syuja’ bin al-Walid. Jarah dari pra ahli hadits bersikap sama terhadap al-Walid (putranya). Dengan demikian, bukti ini cukup untuk menunjukan kedaifan hadits tersebut. Berikut komentar para ahli tentang al-Walid bin Syuja’

a. Abdurrahman menyatakan ketika ayahku ditanya tentang al-Walid bin Syuja’, beliau menerangkan “Syekh yang tidak kuat, tidak dapat dijadikan hujjah. Hanya, ia mempunyai tiga buah hadits shahih dalam riwayat Muslim yang berasal dari Muhammad bin Amr bin Alqamah”. dengan demikian, Abu badr (Syuja’ bin al-Walid) bapak dari al-Walid bin Syuja’ tersebut riwayatnya pernah dijadikan hujjah. Ini sesuai dengan pernyataan hanbal bin Ishaq bahwa Abu Abdillah menyatakan “Abu Badr adalah Syekh yang saduq. Dulu, kami mencatat hadits-haditsnya”. Pada sanad hadits ini, ia bukan menerima dari Muhammad bin Amr bin Alqamah. (Lihat al-Jarhu wa Ta’dil, IV:379).

b. Abu Hatim menyatakan, “ia bukan syekh yang tsiqat dan hasitsnya pun tidak dapat dijadikan hujjah”

c. Ibnu Hajar al-Asqalani menyatakan, “ia seorang yang saduq dan wara’. tetapi mempunyai hadis-hadis yang waham”. (Tahdzibul-Kamal, XII:386-387)

Terbukti pula bahwa Syuja’ bin al-Walid atau Abu Badr ini meriwayatkan hadis-hadis riwayat (rawi) yang berasal dari Qabus (bin Abu Dabyan) yang munkar-munkar

Dari al-Hasan ia menyatakan “Barangsiapa yang membaca Yaasin dengan mengharap ridha Allah SWT, pastilah akan diampuni (dosa)”. Beliau mengatakan, ‘Telah sampai (khabar) kepadaku bahwa (surat Yaasin) mengimbangi Alquran”, (Sunan Ad-Darimi, II:456)

Riwayat ini Daif karena keterangan di atas semata-mata adalah perkataan al-Hasan (seorang tabi’i). Denga demikian, perkataan di atas bukanlah hadits. Selain itu, ada pula rawi yang bernama Sulaiman At-Taimi yang nama lengkapnya adalah sulaima bin Tarkhan At-Taimi Abul Mu’Tamir al-Bisri. ia dinyatakan mudalis oleh Az-Dzahabi dari al-hasan dan lain-lain (hadis-hadis yang tidak didengarnya). (Tahdzibul-Kamal, XII: 13 dan Mizanul-i’tidal, II:212).

Dengan demikian, di samping iwayat ini hanya dari perkataan al_hasan (hadis maqtu), juga pada sanadnya ada rawi yang mudalis dari al-Hasan dan lain-lain, dan pada sanad ini ia menerima dari al-hasan.

Dari Ma’qil bin ya’sar, sesungguhnya rasulullah SAW telah bersabda “Yaasin adalah hatinya Alquran. Seorang hamba yang mebacanya dengan menginginkan rumah akhirat pasti diampuni baginya) (dosa-dosa) yang sudah lalu. Maka, bacakanlah oleh kalian kepada orang yang menghadapi sakratul maut di antara kalian”. (HR Al-Baihaqi dalam Syu’abul-Iman, II:479).

Hadis ini daif berdasarkan telaah sanad dan matan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan sanad hadis tersebut berikut ini.

Nabi > Ma’qil bin Yasar > Abihi > Rajulun > Abihi > Al-Mu’tamir bin Sulaiman > Abu Umar Ad-Dariri > Abu Muslim Ibrahim Bin Abdillah >Ahmad bin Abdis-Safar >Ali Bin Ahmad bin Abdan >Al-Baihaqi

Pada sanad hadits ini terdapat beberapa kedaifan. Pertama, ada dua Rawi yang dinilai majhul, yaitu rajulun da abihi. Kedua, Al-Mu’tamir mendengar dari bapaknya, yaitu Sulaiman at-Taimi yang dinyatakan mudallis dari al-Hasan dan lain-lain.

Dari Ma’qil bin Yasar, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda “Surat al-Baqarah adalah inti dan puncaknya Al-Quran. Delapan puluh malaikat turun menyertai setiap ayat, keluarlah (kalimat) Allaahu laa Illaa Huwal hayyul Qayyum, dari bawah al-arsy. Maka, tercapailah dengan surat albaqarah da Yaasin qalbu Alquran, seseorang yang membacanya dengan mengharap (rida) Allah SWT dan rumah akhirat pasti akan diampuni. Maka, bacakanlah oleh kalian kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut di antara kalian”. (Al-Musnad lil Imam Ahmad dengan tahqiq ad-darwisyi, VII;286; dan Al-Fathur-Rabani, XVII:70)

Hadis ini daif yang kedaifannya berdasarkan telaah sanad bahwa ternyata dalam sanad hadits ini ada beberapa. Pertama, ada dua rawi yang majhul, yaitu rajulun dan abihi. kedua, al-Mu’tamir mendengarkan dari bapaknya, yaitu Sulaiman at-taimi yang dinyatakan mudalis dari al-Hasan dan lain-lain.

Dari al-hasan, dari Abu Hurairah ia menyatakan bahwa “Rasulullah SAW telah bersabda “Barangsiapa membaca Yaasin setiap malam pasti diampuni baginya (dosa)”. (HR al-Baihaqi dalam Syu’abul-Iman, II:480)

Hadis ini daif dan kedaifannya terletak pada sanadnya yang terdapat beberapa kelemahan.

1. Al-Hasan (al-Bisri) menerima hadis dari Abu Hurairah padahal al-Hasan tidak menerima hadis apapun dari Abu Hurairah, jadi hadis ini adalah mursal.

2. Ada rawi yang bernama al-Mubaraq bin Fudalah. tentang rawi  ini, beberapa ahli hadis memberi komentar.

a. Abu Daud mengatakan, “ia syadidut-tadlis (sangat mudalis). Tetapi, bila dengan bentuk sigatut-tahammul-nya, lafadz hadatsana (telah menceritakan kepada kami), ia tsiqat (kuat). Tetapi, pada sanad hadis ini, ia manggunakan lafaz ‘an (dari). jadi jelaslah bahwa hal tersebut semakin mendaifkan hadits tersebut.

b. An-Nasai mengatakan “daif”

c. Ahmad bin Hanbal, “apabila ia menerima dari al-Hasan ia bisa dujadikan sebagai hujjah. Pada sanad ini, ia menerima dari Abul Awwam (Bukan dari al-Hasan)”.

d. Abu Zur’ah mengatakan, “ia seorang qadari (Beraqidah qadariah). (Mizanul – i’tidal, III:431:784)

3. Al-Mubaraq bin Fudalah tidak tercatat sebagai murid dari Abul Awwam.

4. Nama lengkap rawi lain yang bernama Abul Awwam adalah Imran bin Dawwar al-‘Amiy al-Bisri. Tentang Abul Awwam ini, Ibnu Ma’in menyatakan, “laisa bil qawi (tidak kuat)”; An-Nasai berkata “ia itu daif” (Tahdzibul-Kamal, XXII:329-330).

inilah susunan sanad lengkapnya.

Nabi> Al-Hasan > Abul Awwam > Al-Mubaraq bin Fudalah > Khalaf bin Walid > Abdullah bin Ahmad bin Abu Masroh Al-Maqi > Abu Muhammad Al-Hasan bin Muhammad bin Sukhtuwaih > Abu Abdillah Al-Hafid > Al-Baihaqi

Dari Ma’qil bin Yasar, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Yaasin qalbu (hati) Alquran. Seseorang yang membacanya dengan mengharap ridha Allah SWT dan rumah akhirat pasti diampuni (dosa) baginya, dan bacakanlah kepada yang sedang menghadapi sakaratul maut di antara kalian” (HR. Ahmad dalam Al-Fathur-rabani, XVIII:253 dan Al-Musnad lil Imam Ahmad dengan tahqiq Ad-Dariwisy, VII:286:20322).

Sanad lengkap hadis ini sebagai berikut:

Nabi > Ma’qil bin Yasar > Abihi (bapaknya) >rajulun (seorang laki-laki) >Abihi (bapaknya) (Sulaiman bin Torhon At-Taimi Abul Mu’tamir al-Bisri) >Al-Mu’tamir > ‘Arim >Ahmad

Hadis ini daif dan kedaifannya terletak pada sanadnya karena ada dua orang rawi yang majhul, yaitu rajulun (seorang laki-laki) dan abihi (bapaknya), serta tidak didapatkan keterangan tentang siapakah sesungguhnya rajulun yang dimaksud dan siapa pula bapak yang dimaksud.

Berdasarkan telaah dan kajian kritis tersebut kami berkesimpulan bahwa hadis-hadis yang membahas jaminan pengampunan dosa karena membaca surat Yaasin adalah daif. Jadi, orang yang meyakini bahwa membaca surat Yaasin untuk mendapatkan maghfirah Allah dapat dikategorikan sebagai kesalahan. Hujja yang menjadi dasar selain karena hadis-hadis tersebut sangat lemah dari segi sanad, juga termasuk hadits yang mudtarib matan yang saling berbeda satu sama lainnya.

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: