Sholawat pada shalat tarawih

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada setiap salam selesai shalat tarawih di selingi oleh shalawat-shalawat kepada nabi SAW, dengan suara yang keras serta bacaannya yang beragam, makmum pun membalas sebagaimana imam tadi dengan suara yang keras juga. Adakah hal ini di contohkan oleh Nabi SAW atau para sahabat?

Pertanyaan tersebut ada dua perkara yang keluar dari garis yang dibataskan oleh Allah SWT dan Nabi SAW.

1.      Membaca sholawat yang artinya mendoakan Nabi kepada Allah itu baik, tetapi barang baik  itu bias menjadi buruk jika dikerjakan tidak menurut kemestiannya dan dipraktekan bukan ditempatnya.

Baca Sholawat itu doa, padahal doa itu tidak boleh dikerjakan melainkan dengan perlahan, oleh karena itu Allah telah berfirman demikian bunyinya:

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. [QS.Al-A’raf:55]

Dengan keterangan ayat ini kita bisa mengetahui bahwa Allah SWT itu tidak menyukai orang yang melanggar batas, yakni orang yang mendoakan dengan nyaring dan keras. Dan memang sebab turunnya ayat ini berhubungan dengan keadaan orang yang mendoakan dengan keras. Lihatlah hadits dibawah ini:

“Telah berkata Abu Musa Al-Asy’arie: Bahwa orang-orang pernah berdoa dengan menyaringkan suara maka Rasuulah SAW berkata “Hai Manusia! Kasihanilah diri-diri kamu, karena sesungguhnya kamu itu bukan berdoa kepada (Dzat) yang tuli dan jauh, tetapi yang kamu seru itu ialah dzat yang Maha Mendengar dan dekat. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sekarang akan timbul pertanyaan “Tidak mungkin orang-orang, atau ulama  menggunakan doa dengan cara yang tidak disukai oleh Allah SWT dan RasulNya?

Ada yang menjawab bahwa Al-Quran dan hadits itu cuma buat orang-orang di zaman dahulu saja. Kita jawab saja, bahwa orang yag tidak suka menuruti Allah dan rasul-Nya itu melainkan suka menuruti hawa nafsunya sendiri, padahal Allah telah berfirman sebagai berikut:

qul atu’allimuuna allaaha bidiinikum waallaahu ya’lamu maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi waallaahu bikulli syay-in ‘aliimun

Katakanlah: “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu?” [QS. Al-Hujurat: 16]

Dan apakah kita mau dimasukan kedalam kaum yang melanggar batas sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah sebagai berikut:

“Telah  berkata Sa’d: Saya telah mendengar dari Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya akan ada suatu kaum yang melanggar batas di dalam berdoa”

[HR. Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah]

“Telah berkata Ibnu Mughfil: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya akan ada di ummat ini satu kaum yang melanggar batas tentang (hal) bersuci dan mendoa”

[HR. Baghawi]

Dan Allah SWT telah memberi gelar keledai kepada orang yang berdoa dengan suara nyaring. Firman-Nya:

waiqshid fii masyyika waughdhudh min shawtika inna ankara al-ashwaati lashawtu alhamiiri
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. [QS. Luqman:19]

  1. Adapun Sholawat dan lain-lain yang dibaca oleh imam dan makmum disetiap sholat tarawih dengan nyarig atau perlahan itu tidak dicontohkan oleh nabi SAW dan sahabatnya, dan begitu pula dengan imam yang empat. Maka bisa dikatakan bahwa perbuatan itu adalah bid’ah. Kalau itu sunnah tentunya sudah terlebih dahulu dilakukan oleh para sahabat atau orang-orang yang dibawah mereka.

Perhatikan lah hadits berikut yang bisa kita jadikan pedoman dalam menjalankan ibadah:

“Telah berkata Ibnu Mas’ud: bahwa sesungguhnya Nabi SAW pernah berkata “Hai sekalian orang! Tidak ada sesuatupun perkara yang mendekatkan kamu kepada syorga dan menjauhkan kamu dari neraka, melainkan sudah aku perintahkan supaya kamu jalankan, dan tidak ada satupun pekara yang mendekatkan kamu kepada neraka dan menjauhkan kamu dari syurga melainkan sudah aku larang kamu mendekatinya”

Jadi, kesimpulannya adalah showalat disetiap sholat tarawih itu adalah menyalahi syariat dan tidak dicontohkan oleh Rasul SAW

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: