Pembahasan Yaasin Untuk Talqin

Banyak kaum muslimin yang berkeyakinan bawa mambaca surat Yaasin di sisi orang yang sedang menghadapi sakaratul maut merupakan tindakan yang dapat meringankan rasa sakit saat keluarnya ruh dari jasad. Keyakinan bahwa keluarnya ruh dari jasad itu menimbulkan rasa sakit, buktinya menurut mereka adalah tatkala seseorang melepas ruh tidak jarang yang meregang sambil mengerang. Bahkan, ada yang sampai meronta-ronta dengan mata melotot ke atas dan mulut menganga. Rasa sakit seperti ini dapat megurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali oleh bacaan Yaasin. Benarkah demikian?

Talqin dengan bacaan surat Yaasin tentu saja tidak sebagaimana harunya karena talqin berasal dari pengertian mengajar kalimat laa ilaaha illallaah agar orang yang sedang menghadapi sakaratul maut dapat mengikuti (mengucapkan) kalimat itu.

Tengtang persoalan ini diterangkan dalam hadits shahih jamaah. Kecuali Bukhari, dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri. Dengan talqin itu, diharapkan kalimat laa ilaaha illallaah menjadi kalimat terakhir yang diucapkan oleh orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tersebut. Bukankah salah satu ciri bahwa seseorang menjadi ahli surga itu dapat dilihat bila ia meninggal dalam keadaan berucap laa ilaaha illallaah? Tentang masalah ini diterangkan dengan sangat jelas dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Muaz bin Jabal. Ia mengatakan bahwa aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang ucapan terakhirnya adalah laa ilaaha illallaah, ia akan masuk surga”.

Dalil-dalil yang dijadikan sandaran oleh orang-orang yang berkeyakinan bahwa surat Yaasin dapat digunakan untuk talqin sebagai berikut:

Dari Maqil bin Yasa, ia mengatakan “sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, ‘…dan bacakanlah surat Yaasin itu kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut di antara kalian” (HR Ahmad,  Abu Daud, an-Nasai’, Ibnu Majah, dan Ibnu Hiban)

Untuk lebih jelasnya bahwa hadis ini lemah, perhatikan rincian penelitian satu demi satu tentang kedudukan hadis tersebut. Hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad ini adalah Daif yang susunan sanadnya sebagai berikut.

Nabi >Maqil bin Yasar > Abihi > Abu Usman (laisa AN-Nahdi) > Sulaiman At-Taimi > Abdullah bin Al-Mubarak > Arim > Ahmad bin Hanbal

(Al-Musnad, VII : 286 : 23023)

Setelah dikaji secara lebih mendalam, sanad ini mengandung beberapa kedaifan;

1.    Abu Usman (Bukan An-Nahdi) diyakini sebagai orang majhul. Lalu, ia enerima dari bapaknya. Karena Abu Usman sendiri majhul (tidak dikenal), apalagi bappaknya, sedangkan tidak ada rawi lain yang nyata-nyatapernah menerima hadis dari Abu Usman (bukan An-Nahdi) ini selain dari Sulaiman At-Taimi. Jadi, Abu Usman daif dan tidak dapat ditolong lagi. Dengan demikian, pada sanad diatas terdapat dua orang rawi yang keduanya adalah majhul

2.    Sulaiman At-Taimi dikategorikan mudalis dari al-hasan, dan hadis-hadis itu tidak pernah didengar olehnya (Tahdzibu-Tahdzib, XI:13 dan Mizanul-I’tidal, XI:212). Apalagi pada sanad ini ia dinyatakan telah menerima dari Abu Usman yang sesungguhnya majhul-hal.

Lalu, layakkah hadis diatas dijadikan hujjah? Untuk lebih jelasnya, perhatikan penelitian yang dirinci sedemikian rupa tentang kedudukan hadis tersebut. Selain diriwayatkan oleh Imam Ahmad, hadis di atas juga diriwayatkan oleh Abu Daud yang smaa-sama daif, sanad lengkapnya sebagai berikut.

Nabi > Ma’qil bin Yasar > Abihi > Abu Usman (bukan AN-Nahdi) >Sulaiman At-Taimi > Abdulah bin Al-Mubarak > Muhammad bin Maki al-Marmazi Muhammad bin al-‘Ala > Abu Daud (Sunan Abu Daud, I:170)

Hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah dengan redaksi yang sama pun termasuk daif, sedangkan sanad lengkapnya sebagai berikut.

Nabi > Ma’qil > Abihi > Abu Usman (Bukan An-Nahdi) > Sulaiman At-Taimi > Ibnul Mubarak > Ali bin al-Hasan bin Syaqiq > Abu Bakar bin Abu Syaibah > Ibnu Majah (Sunan Ibnu Majah, I:466)

Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah ini lebih daif lagi karena selain terdapat kedaifan yang sama dengan sanad-sanad sebelumnya, pada sanad ini terdapat rawi lain yang dinyatakan daif yang bernama Ali bin al-Hasan bin Syaqiq.

Abbas bin Mis’ab al-Marwazi menyatakan bahwa, “pada awalnya, Ali bin al-Hasan bin Syaqiq adalah orang yang paling huffadz (hafal) hadis-hadis yangdiriwayatkan oleh Ibnu al-Mubarak. Kemudian, ia menjadi syekh yang daif dan tidak mungkin lagi membaca. Bahkan, ia sering meriwayatkan hadits kepada setiap orang satu hadits dengan dua cara periwayatan yang berbeda-beda (Tahdzibul-kamal, XX:373-374).

Hadis yang bernada sama diriwayatkan pula oleh Imam Hakim yang juga daif dengan tingkat kedaifan yang sama. Sanad lengkapnya sebagai berikut

Nabi > Ma’qil bin Yasar > Abihi > Abu Usman (bukan An-Nahdi) >Sulaiman At-Taimi >Ibnul Mubarak > ‘Arim bin Al-Fadl > Abu Nu’man > Hasan bi Ali bin Bahrulbari > Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah as-Safar > Al-Hakim (Al-Mustadrak, I:565)

Berdasarka kajian dan penelitian atas sanad beberapa hadis di atas, dapat kami simpulkan bahwa meskipun mukharij yang mengeluarkan hadits itu banyak, namun keempat riwayat hadits di atas sangat daif. Kedaifan ini terletak pada sanad yang tidak saling menguatkan, bahkan seluruh jalannya melalui jaln yang sama. Hingga kini, kami tidak menemukan jalan lain yang dapat dijadikan syahid. Atas dasar itu, kami meyakini hadis ini tidak halal untuk diharamkan.

Membacakan surat Yaasin kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut dengan tujuan apa pun adalah pekerjaan yang bid’ah, bertentangan dengan sunnah yang dilakukan Rasulullah SAW.

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: