Pembahasan Hadits Tentang Yaasin Sebagai Qalbu (Hati) Alquran

Dikatakan bahwa Yasin adalah Qalbu (hati) Al-quran. Ungkapan ini semata-mata betapa keadaan dan kandungan surat Yasin diantara surat-surat dalam Al-quran. Ungkapan ini juga seolah-olah merupakan analogi yang sangat mengesankan bahwa keberadaan surat Yasin disamakan dengan hati dalam anggota tubuh manusia dan anggota-anggota lainnya atau unsur-unsur lainnya. Hati adalah pusat kendali diri manusia. Apa jadinya apabila sistem umpamanya sistem dalam tubuh manusia tidak memiliki hati sebagai pusat kendali? Tentu saja, tubuh yang tak bersistem adalah tubuh yang mati dan tak berarti lagi, walaupun unsur-unsur lainnya masih lengkap dan befungsi.

Demikian pula, Al-quran dan surat-surat lain yang ada di dalamya tidak akan berarti lagi tanpa surat Yasin.

Untuk membuktikan kebenarannya, kami menemukan beberapa riwayat yang layak menjadi dalil atau hujjah. Selanjutnya, kami memeriksa dan menelaah secara cermat tentang kedudukan hadits tersebut. Untuk pasal ini, kami menemukan beberapa hadits marfu’ dan maukuf. Untuk penelahaan dan kajian itu, kami menguraikan takhrij (periwayatan) sanad-nya agar dengan cara demikian dapat dikeahui sampai sejauh mana hadits-hadits tersebut dapat dujadikan hujjah.

Dari Qatadah, dari Anas, ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Sesungguhnya bagi segala sesuatu iu ada qalbu (hatinya) dan sesungguhnya hati Al-quran itu adalah surat Yasin. Barangsiapaa yang membacanya, sama dengan sepuluh kali membaca Al-quran”.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan susunan lengkap sanad hadits tersebut berikut ini.

Nabi > Anas > Qatadah > Muqatil bin hayyan > Harun Abu Muhammad > Al-Hasan Bin Salih > Humeid bin Abdurrahman > Muhammad bin Sa’id >Ad-Darimi

Hadits ini dipandang da’if karena pada bagian sanad-nya terdapat rawi yang bernama Harun Abu Muhammad. Menurut Imam At-Tirmidzi, “Harun Abu Muhammad itu majhul” (Mizanul i’tidal, jilid IV, hlm. 288. rawi:9178). Di Bagian lain, at-Tirmidzi juga mengatakan bahwa “hadits ini tergolong gharib dan Harun Abu Muhammad adalah majhul”. (At-Tarikhul-Kabir, VIII : 266 : 2815)

Imam Al-Baihaqi meriwayatkan hadits tersebut dengan matan dan sanad yang hampir sama. Perbedaan sanad-nya terletak pada nama Harun Abu Muhammad yang termaktub adalah Harun bin Muhammad. Sanad lengkapnya sebagai berikut:

Nabi > Anas bin Malik > Qatadah > Muqatil bin Hayyan v Harun Bin Muhammad >Al-hasan bin Salih > Humeid bin Abdurrahman > Qutabah Bin Sa’id > Abi Abdillah Muhammad bin Al-Fadl > Abu Fadl Ahmad bin Ismail Yahya bin Hazim Al-Azdi > Abu Sa’ad Abdul malik bin usman Az-Zahidi >Al-Baihaqi

“Dari Qatadah, dari Anas bin Malik, ia menyatakan bahwa rasulullah SAW telah bersabda “bagi segala sesuatu itu ada hatinya, dan hati Al-quran itu adalah yasin. Barangsiapa yang membacanya, Allah SWT telah menetapkan dengan bacaan itu sama dengan sepuluh kali membaca Al-quran”

Dalam sanad hadits di atas,  nama Harun Abu Muhammad tertulis dengan nama Harun bin Muhammad. Perbedaan semacam ini yang terkadang oleh sebagian orang dianggap sepele, justru semakin memperlihatkan ke-majhul-an nama Harun Abu Muhammad, dan semakin menyatakan kejelasan bahwa hadits ini jelas-jelas dhaif. Alasannya, nama Harun bin Muhammad menunjukan dua orang berbeda: Harun dan Muhammad (bapaknya) yang perlu dipertanyakan. Lalu, siapakah sesungguhnya Harun itu? Siapakah sesungguhnya Muhammad yang menjadi bapaknya itu? Di dalam kitab-kitab rijaalul hadiits, nama tersebut tidak tercatat sebagai murid dari Muqatil bin Hayyan dan pula tidak tercatat sebagai guru dari al-Hasan bin Salih.

Hadits lainnya tentang persoalan yang sama diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dengan lafadz sebagai berikut

“Dari Ma’qil bin Yasar, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda : “Surat Al-Baqarah adalah inti dan puncaknya Al-Quran. Delapan puluh malaikat turun menyertai setiap ayat, lalu keluarlah (kalimat) Allaahu laa ilaa huwal hayyul qayyuum, dari bawah arasy. Maka, tercapailah dengan surat al-Baqarah dan Yaasin qalbu Al-quran. Seseorang yang emmbacanya dengan mengharap (rida) Allah SAW dan rumah akhirat, pasti akan di ampuni. Maka, bacakanlah oleh kalian kepada yang sedang menghadapi sakaratul maut diantara kalian”. (Al musnad lil Imam Ahmad dengan Tahqiq Ad-Darwisyi, VII: 286), dan (al-Fathur-Rabani, XVIII:70).

Penulisan lengkap sanad hadits diatas sebagai berikut:

Nabi >Ma’qil bin Yasar > Abihi (ayahnya) >Rajulun (seorang laki-laki) >Abihi (bapaknya) (Sulaiman bin Tarkhan at-Taimi Abul Mu’tamir Al-Bisri) >Mu’tamir > ‘Arim > Ahmad

Hadits ini pun termasuk daif karena di dalam sanadnya terdapat dua orang rawi yang majhul, yaitu rajulun (seorang laki-laki) dan abihi (bapaknya). Pun, tidak terdapat keterangan yang meyakinkan tentang siapakah rajulun itu dan siapa pula bapaknya itu.

Selain tiu, ada pula rawi yang bernama Sulaiman bapaknya Mu’tamir. Nama lengkapnya adalah Sulaiman bin Tarkhan at-Taimi Abul Mu’tamir al-Bisri. Oleh muhaditsin, ia dinyatakan sebagai seorang mudalis terhadap hadis-hadis yang tidak didengarnya, dari al-Hasan dan lain-lainnya (Tahdzibul-Kamal, XII:13). Apalagi di dalam sanad hadits ini juga is mnerima dari rajulun (seseorang) yang tidak diketahui identitasnya secara jelas.

Hadits keempat yang perlu dikritisi berkaitan dengan persoalan di atas berasal dari Abdurrazaq dengan lafaz sebagai berikut:

Abdurrazaq dari Ma’mar, ia mengatakan bahwa aku mendengar seorang laki-laki menceritakan, “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya, dan hai Al-quran itu adalah Yaasin”.

Kedhaifan ini terletak pada bagian sanadnya terdapat rawi yang dikategorikan majhul. Ma’mar menytakan bahwa ia menerima dari seseorang laki-laki yang identitasnya tidak diterangkan secara jelas.

Berdasarkan empat periwayatan hadits diatas dapat disimpulkan bahwa semuanya masuk dalam kategori Hadits Dhaif. Karena itu, hadis-hadis tesebut tidak layak dan tidak dapat dijadikan sebagai hujjah untuk menunjukan bahwa surat Yaasin adalah Qalbu (hati) Al-quran.

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: