Pembahasan Fadhilah Kelipatan Bacaan Yaasin

Sesuatu yang tidak mengherankan apabila banyak orang yang lebih mementingkan dan lebih tertarik untuk membaca surat Yaasin daripada surat-surat lainnya yang ada dalam Al-quran. Bahkan, tidak sedikit di antara orang-orang tersebut ang mengabaikan sama sekali dan “tidak berminat” untuk membaca surat-surat lainnya. Hal itu mereka lakukan karena mereka berpendapat bahwa banyak riwayat yang menerangkan tentan fadhilah surat Yaasin. Misalnya, satu kali membaca surat Yaasin sama dengan membaca seluruh Alquran. Bahkan, ada juga yang berpendapat bahwa satu kali membaca surat Yaasin sama dengan sebelas kali membaca Alquran. Berdasarkan keyakinna tersebut, seseorang kemudian dapat mengkhatamkan Alquran sampai dengan seratus kali hanya dengan sepuluh kali menyelesaikan bacaan surat yaasin. Benarkah keyakinan seperti itu?Adakah hujjah yan menjadi referensi mereka? Untuk lebih jelasnya, kami melakukan pemeriksaan tentang keterangan-keterangan yang menjadi landasannya.

Dari Abu Hurairah ra ia mengatakan bahwa: “Barangsiapa yang membaca yaasin satu kali maka sama dengan telah membaca Alquran sepuluh kali.” Dan, Abu Sa’id pun berkata, “barangsiapa yang membaca Yaasin satu kali, maka sama dengan ia telah membaca Alquran dua kali.” Abu Hurairah bertanya kepada Abu Sa’id, “apakah engkau dengar? Padahal aku telah menceritakan hadits sesuai dengan yang aku dengar.”

Hadits ini termasuk da’if karena di dalam sanadnya terdapat beberapa kelemahan yang sangat mencolok. Untuk lebih jelasnya, perhatikan sanad hadis tersebut berikut ini.

Abu Hurairah > Abu Usman >  Sulaiman Attaimi > Sawaid Abu Hatim >Talut bin Ibad > Al-Mu’tamir > Ahmad bin Umaid As-safar > Ali bin Ahmad bin Abdan > Al-Baihaqi

Pertama, terdapat rawi yang bernama Talut bin Ibad yang dinyatakan da’if oleh ulama ahli naql. (al-mugni fid-duafa, I : 315), (Lisaanul-Mizan, III:205). Kedua, rawi yang menerimanya dari Abu Hurairah yang bernama Abu Usman. Rawi ini dinyatakan sebagai majhul. Ketiga, rawi yang bernama al-Mu’tamir tidak tercatat sebagai murid Talut bin Ibad. Begitu pula sebaliknya. Ada pula rawi yang bernama Ahmad bin Ubaid yang tidak tercatat sebagai murid al-Mu’tamir tidak sebagaimana susunan rawi-rawi diatas.

Dari Qatadah dari Anas bin Malik, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: “Barangsiapa yang membaca Yaasin, Allah SWT menetapkan untuknya dengan bacaan itu sama dengan sepuluh kali membaca Alquran” (Syu’abul-Iman, II:479-480).

Menurut penelaahan kami, sanad lengkap hadits ini sebagai berikut:

Nabi > Anas bin Malik > Qatadah > Muqatil bin Hayyan > Harun bin Muhammad > Al-hasan bin Shalih > Humeid bin Abdirrahman > Qutaibah bin Sa’id > Abu Abdillah Muhammad bin Al-Fadl Az-Zahidi > Abu Al-Fadl Ahmad bin Ismail bin Hazm Al-Azdi > Abu Sa’ad Abdul Malik bin Abu Usman Az’Zahidi > Al-Baihaqi

Di dalam hadits diatas terdapat seorang rawi yang bernama Harun bin Muhammad yang dikategorikan sebagai majhul. Demikian pula hadits semaksa diriwayatkan oleh ad-Dirimi melalui sanad yang sama dengan sanad Al-Baihaqi di atas. Hanya Qutaibah bin Sa’id yang terdapat pada sanad al-Baihaqi diatas, tertulis dengan nama Muhammad bin Sa’id pada sanad ad-Dirimi, sedangkan ad-Dirimi sendiri sendiri menerimanya sendiri dari Muhammad bin Sa’id tersebut. Hingga kin, kami belum mendapatkan keterangan yang pasti, manakah yang benar diantara sanad kedua hadits diatas, apakah dengan nama Qutaibah bin Sa’id sebagaimana pada sanad al-Baihaqi ataukah dengan nama Muhamad bin Sa’id sebagaimana pada sanad ad-Dirimi. Selain pada sanad, perbedaan terdapat juga pada matannya (lihat hadits dibawah yang diriwayatkan oleh ad-Dirimi). Untuk lebih jelasnya, perhatikan sanad hadits yang berasal dari ad-Dirimi berikut ini.

Nabi >Anas bin Malik > Qatadah > Muqatil bin Hayyan > Harun bin Muhamad > Al-Hasan Bin Salih > Humeid bin Abdirrahman > Muhammad bin Sa’id >Ad-Dirimi

Dari Qatadah, dari Anas bin Malik, ia menyatakan bahwa “Rasulullah SAW telah bersabda : “Bagi segala sesuatu itu ada qalbu-nya, dan sesungguhnya qalbu Alquran itu adalah Yaasin. Barangsiapa yang membacanya, sama dengan ia telah membaca Alquran sepuluh kali” (HR Ad-Dirimi, Sunan Ad-Dirimi, II:456)

Dan, dari Abu Qilabah, ia mengatakan, “…dan barangsiapa yang membacanya (Yaasin), sama dengan ia telah membaca Alquran sebelas kali…” (HR Al-Baihaqi, Syu’abul-Iman, II:481)

Menurut kami, hadits ini daif karena selain hadisnya yang termasuk hadits mauquf (hanya sampai dengan Abu Qilabah), juga pada bagian sanadnya terdapat seorang rawi yang bernama Khalil Bin Murrah. Agar lebih jelas, perhatikan sanad hadis tersebut.

Nabi > Abu Qilabah > Khalil Bin Murrah > Mu’ammar bin Sulaiman An-Nakha’i > Sa’dan bin Nasr > Ismail bin Muhammad As-Safar > Abul-Hamini bin Basyran> Al-Baihaqi

Nama lengkap Khalil bin Murrah adalah Khalil bin Murrah ad-Duba’i bin al;Basyri. Rawi ini oleh Imam Bukhari dinyatakan sebagai munkarul hadits sehingga setiap hadits yang diriwayatkan olehnya tidak shahih (Tahdzibul-kamal, VII:344)

Abdurrazak bin Ma’mar, ia mengatakan bahwa aku mendengar seorang laki-laki telah berkata, “sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada qalbunya dan qalbu Alquran adalah Yaasin. Barangsiapa yang membacanya, hal itu mengimbangi Alquran atau ia mengatakan mengimbangi bacaan Alquran seluruhnya, dan barangsiapa  yang membaca Qulyaa Ayuhal Kaafiruun, bacaan itu akan mengimbangi sepertiga Alquran, sedangkan ‘idza Zulzilat’ akan mengimbangi setengah dari Alquran” (HR Abdurrazak, Al-Mushanaf Abdurrazak, III:372)

Di dalam sanad hadits ini, Ma’mar mengatakan bahwa ia pernah mendengar dari seorang laki-laki yang ia tidak sebutkan identitasnya. Dengan demikian, rawi tersebut majhul. Selain Rawi yang majhul, juga tidak jelas apakah ia menerima hukayat tersebut dari seorang tabi’in atau seorang tabi’ut-tabi’in yang se-tabaqah dengannya.

Berdasarkan kelima hadis yang diriwayatkan diatas, tidak ada satupun hadits yang dipandang shahih (semuanya daif), Kedaifan kami selidiki berdasarkan rawi, di samping itu matannya pun saling bertentangan. Dengan demikian, keterangan-keterangan yang telah kami uraikan di atas adalah da’if sanad dan mudtarib matan.

Dalam hal mengkhatamkan bacaan Alquran, bacalah Alquran termasuk surat Yaasinnya setiap hari. Disiplin diri untuk terus membacanya. Nikmatilah diri untuk terus dan selalu bersama Alquran. Bukankah Alquran itu firman Allah SWT sehingga dengan membaca Alquran berarti berkomunikasi dengan Allah?

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: