Membaca Yaasin Di Malam Jumat

Sebenernya c gw pengen tau banget kenapa banyak banget orang yang bilang bahwa malam jumat itu identik dengan membaca atau pengajian khusus membaca surat Yaasin ini, terutama banyak temen gw yang bilang kalo malem jumat  “Ren lu ga ngaji (Yaasin)?”, kalo engga wah kalo malem jumat lu engga latihan band yah? ngaji Yaasin kan?, hyaaa hahaha nah dari situ gw juga sering liat mesjid-mesjid sering banget adain ngaji Yaasin itu, Gw penasaran dong, apa iya ngaji Yaasin itu ada atau disyariatin ama agama Islam ini?.

Setelah gw cari, yang gw temuin ternyata ada hadits yang menyatakan tentang keutamaan membaca Yaasin setiap malam jumat, haditsnya tu seperti ini:

“Dari Anas bin Malik, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah besabda : “Barangsiapa membiasakan membaca surat Yaasin setiap malam jumat kemudian ia meninggal, ia meninggal dalam keadaan syahid:.

Owh, itu mungkin yang jadi alasan orang yang baca Yaasin tiap malam jumat. Nah hadits diatas tu kalo di liat dari segi sanadnya itu gini:

Nabi SAW >Bin Malik > Az-Zuhri > Mu’ammar >  Rabbah bin Zaid As-San’ani > Said bin Musa Al-Azdi Al-Himsa > Muhammad bin Hafs Al-Ansari Al-Himsa > Muhammad bin Musa Al-Qattan Al-Hamdani > At-Tabrani.

Dalam kitab al-jami’us-Sagir (Juz II:88), nama lengkap Sa’id bin Musa al-Azdi al-Himsa tertulis dengan nama Sa’id bin Zaid al-Azdi al-Himsa, setelah diteliti ternyata nama tersebut itu kesalaha fatal terus dikoreksi oleh Muhamad Syukur dengan merujuk ke kitab Rijaalul Hadiits buat ngeyakinin bener atau enggaknya rawi yang ada (ar-Raudud Dani ila Mu’jamus-Sagir dengan tahqiq Muhammad Syukur Mahmud al-Haj Amir, II:191:1010), dan menurut Ibnu Hibban rawi diatas adalah telah melakukan pemalsuan hadits.

Hadits yang lain juga ada, yaitu dari redaksi Ibnu Mardawih yang bersumber dari Anas Bin malik juga dengan kelemahan yang sama, bahkan palsu (maudhu) kata Ibnu Hibban di dalam buku Mizanul-I’tidal, II:159:3280).

Kalau Hadits lainnya yaitu hadits riwayat Al-Baihaqi sebagai berikut:

“Dari Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Barangsiapa membaca surat Yaasin setiap malam pasti diampuni baginya (dosa)” (HR. Imam Al-Baihaqi dalam Syuabul-Imam, II:480)

Sanadnya kaya gini:

Nabi SAW > Abu Hurairah > Al-HasanAbul AwwamAl-Mubarok Bin Fudalah > Khalaf Bin Walid > Abdullah Bin Ahmad bin Abu Masrah Al-Maki > Abu Muhammad Al-Hasan bin Muhammad bin Sukhtuwaih > Abu Abdillah Al-Hafid > Al-Baihaqi.

Yah, ternyata hadits juga ga bisa diterima karena ada kelemahannya, karena:

1. Hasan (Al-Bishri) telah menerimanya dari Abu Huraira, padahal Hasan Tidak pernah menerima hadits apapun dari Abu Huraira, jadi hadits ini mursal (terputus). ada rawi yang bernama Al-Mubarak Bin Fudalah. Tentangnya, Abu Daud mengatakan bahwa “Ia itu syadidut tadlis (sangat mudalis). tetapi, bila dengna bentuk ghatut tahammul-nya lafaz haddatsana (tela menceritakan dari kami), ia tsiqat (kuat). sayangnya pada sanad ini ia menggunakan lafaz ‘an (dari), jadi jelas bahwa hadits tersebut menguatkan kedhaifannya.

– An-Nasai mengatakan bahwa “ia itu dhaif” Ahmad bin Hanbal juga mengatakan “apabila ia menerima dari al-Hasan, bisa dijadikan hujjah. sayangnya pada sanad ini, ia menerimanya dari Abul Awwam”, Abu Zur’ah mengatakan bahwa “ia menyatakan mentadlis” hadits, Ibnu Ma’in Menyatakan bahwa “ia seorang qadari beraqidah Qadariah (Mizanul-I’tidal, III:431-784)

2. Al-Mubaraq bin Fudalah tidak tercatat sebagai murid dari Abul Awwam.

3. Abul Awwam memiliki nama lengkap Imron bin Dawwar al-‘Amiy al-Bisri. Menurut Ibnu Ma’in dia menyatakan bahwa “ia itu laisa bil qawi (tidak kuat)”, sedangkan an-Nasai mengtatakan bahwa ia itu dhaif (Tahdzibul Kamal, XXII:329-330).

Jadi, kita udah tau ni gimana sih kedudukan membaca surat Yaasin tiap hari jumat. Semua hadits-hadits yang dijadiin alesan buat baca Yaasin tiap malam jumat itu dhaif (palsu, bahkan Maudhu (palsu), jadi buat apa kita ngelakuin sesuatu yang asalnya bukan dari Rasul SAW, sementara kita liat kaya udah jadi keharusan atau syariat, yah hati-hati aja ni termasuk ibadah yang ga ada dasarnya karena “segala sesuatu yang tidak berasal dari kami (Allah dan Rasul-Nya), maka amalnya tertolak” (HR. Muslim) bahkan hadits yang lain ada yang menyatakan tidak di akui oleh Nabi SAW. gimana kalo niatnya baek dan pasti bagus dong berpahala kalo baca al-quran juga. Ya kita liat aja kaidah ushul fiqh-nya Al-Utsaimin “kalau sesuatu hal itu bagus, pasti sudah dilakukan terlebih dahulu oleh para sahabat” karena sahabat itu sangat gigih dalam beramal.

Kesimpulan:

1. Hadits keutamaan membaca Yaasin Setiap Malam Jumat itu dhaif dan engga bisa diterima/diamalkan.

2. Mengamalkannya secara dawam/terus menerus itu amalan bid’ah

Notes:

Bid’ah : Peribadahan baru yang tidak dicontohkan oleh Rasul SAW.

Dhaif : lemah atau tidak memenuhi syarat hadits shahih.

Mudallas :  hadits yang menggunakan kata “‘An” supaya disangka mendengar padahal tidak mendengar.

Rawi : periwayat hadits/orang yang meriwayatkan.

Sanad : rangkaian rawi-rawi.

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: