Bacaan Yaasin dan mati Syahid

Orang yang mati syahid dijamin oleh Allah dn rasul-Nya pasti masuk syurga. Bahkan, jenazahnya pun sangat dihormati, yakni tidak boleh dimandikan, dikafani, dan dishalatkan. Tentu saja, mati syahid yang dimaksud adalah mati syahid karena terbunuh oleh orang kafir di medan perang untuk membela dan meninggikan agama Allah.

Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah bahwa mereka itu mati. Bahkan, sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadari. (QS. Al-Baqarah, 2:154)

Ada banyak hadits sahih lainnya yang menerangkan mati syahid jenis lainnya. Mati syahid yang dimaksud adalah mati syahid yang jenazahnya boleh dimandikan dan disalatkan. Mati syahid tersebut adalah:

1.    Mati karena tertusuk

2.    Mati karena serangan kolera.

3.    Mati karena terbakar.

4.    Ibu-ibu yang meninggal saat melahirkan.

Hadis-hadis shahih yang menerangkan tentang mati syahid di atas diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Daud, at-Tirmidzi dan an-Nasai’.

Atas dasar itu, aadanya keterangan bahwa orang yang membiasakan diri untuk membiasakan diri untuk membaca Yaasin setiap malam, apabila ia mati, ia akan mati syahid. Keyakinan ini telah menambah jumlah penyebab mati syahid. Hanya, keterangan ini tidak menjelaskan apakah mati syahid yang dimaksud termasuk dalam kategori tidak dimandikan dan tidak dishalatkan, ataukah sebaliknya. Selanjutnya, perhatikan penelitian tentang dalil-dalil orang yang meyakini bahwa membaca surat Yaasin dapat mempermudah mati syahid.

Dari Anas bin malik, ia mengatakan bahwa rasulullah SAW telah bersabd: “Barangsiapa yang mebiasakan membaca Yaasin setiap malam, kemudian ia meninggal maka iameninggal dalm keadaan syahid”.

Untuk membuktikan bahwa hadis ini daif atau shaih, perhatikan sanad hadis tersebut berikut ini;

Nabi > Anas Bin Malik > Az-Zuhri > Mu’ammar > Rabbah bin Zaid As-San’ani > Sa’id Musa Al-Azdi Al-Himsa > Muhammad bin hafs Al-Nsari Al-Himsa >Muhammad bin Musa Al-Qattan Al-Hamdani> At-Tabrani.

Nama Sa’id bin Musa al-Azdi al-Himsa dalam kitab al-jami’us-Saghir, juz II halaman 88 termaktub dengan nama Sa’id bin Zaid al-Azdi al-Himsa. Ternyata, pencantuman nama yang berbeda merupakan kesalahan yang kemudian dibetulkan oleh Muhammad Syukur dengan merujuk kepada kitab-kitab rijal (rawi-rawi) (Ar-Raudud Dai ila Mu’jamus-sagir dengan tahqiq Muhammad Syukur mahmud al-Haj Amir, II:191:1010)

Oleh Ibnu Hibban rawi yang bernama Sa’id bin Musa al-Azdi al-Himsa di atas dunyatakan telah melakukan pemalsuan hadis.

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih yang sumbernya masih dari Anas bin Malik dengan tingkat kelemahan yang sama. Bahkan, hadis tersebut dinyatakan maudhu (palsu) oleh Ibnu Hibban (Mizanul-I’tidal, II:159:3280). Jadi, dapat dikatakan bukanlah sabda Rasulullah SAW, melainkan ciptaan seseorang yang disandarkan kepada beliau SAW. Karena itu, tidak halal meriwayatkan hadis palsu ini selain disertai keterangan tentang kepalsuannya, apalagi status hukum meyakini dan mengamalkannya.

Atas dasar itu, kami mengambil kesimpulan bahwa mengamalkan bacaan surat Yaasin setiap malam dengan keyakinan akan mengakibatkan akan mati syahid adalah tidak benar. Bahkan, pekerjaan dengan keyakinan seperti itu merupakan bid’ah dan bertentangan dengan hadis-hadis shahih tentang sebab-sebab mati syahid.

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: