23. Tasyahud Awal

Tasyahud Awal

Sebagaimana telah dijelaskan yang lalu bahwa rakaat kedua setelah menyelesaikan rakaat pertama hampir sama dengan rakaat pertama baik dalam hal gerakan maupun bacaan-bacaan. Selanjutnya diterangkan tentang beberapa pendapat akan adanya saktah atau diam pada qiyam rakaat kedua, yang ada pada kesimpulannya menjadi sangat jelas bahwa saktah itu hanya ada pada rakaat pertama untuk membaca dia iftitah dan ta’awudz, adapun qiyam rakaat kedua diawali dengan membaca Al-fatihah

Selanjutnya kita akan langsung memasuki pembahasan tentang tasyahud awal, mengingat amalan sebelum itu pada rakaat ini telah dijelaskan sejak pertama.

Tasyahud Awal atau duduk pertama pada keumumannya dilakukan setelah melakukan salat dua rakaat dan akan bangkit pada rakaat berikutnya. Oleh karena itu dalam beberapa peristilahan hadis dua rakaat ini seing disebut dua rakaat pertama atau rak’ataini ulayaini. Ungkapan ini digunakan untuk salat yang berjumlah tiga atau empat rakaat

Permasalahan yang memerlukan pembahasan yang tercakup di dalam duduk tasyahud awal cukup banyak. yaitu :

1. Posisi, sifat atau bentuk kaki dan macam-macam cara atau sifat duduk.

2. Posisi tangan

3. bacaan-bacaannya

4. Apakah dibaca salawat atau tidak

5. Bolehkah bebas setelah doa tasyahud.

6. Bentuk kepalan tangan.

7. Keduudkan isyarat telunjuk.

8. Tahrikus shababah (menggerak-gerakan telunjuk)

9. dan insya Allah masalah-masalah lainnya yang berkaitan. oleh karena itu marilah kita mulai pembahasan ini dari posisi kaki pada duduk tasyahud awal

Posisi kaki pada duduk Tasyahud awal

Posisi kaki pada duduk tasyahud awal berbeda dengan pada duduk tasyahud akhir. pada duduk ini cara atau sifatnya pada dasarnya samda dengan susuk antara dua sujud, yaitu sebagaimana keterangan-keterangan berikut ini :

Abu humaid berkata “Aku yang paling mengerti tentang sifat (cara) salat Rasulullah saw , Rasulullah saw itu kemudian beliau turun untuk sujud dan meregangkan kedua tangannya dari dua smpingnya, lalu memgangkat kepala dan menghamparkan kaki kirinya dn mandudukinya , lalu duduk dengan tegak sehingga setiap tulang kembali menempati tempatnya” H.R ahmad, abu daud dan At-Tirmidzi

Didalam hadis lain diterangkan :

Dari Abu Humaid bahwa…saya melihat Nabi saw…dan apabila beliau sujud meletkkan kedua tangannya tidak menggenggam tidak pula terlalu dibuka, dan beliau menghadapkan jari-jari kakinya kekiblat, dan apabila duduk pada dua rakaat ia duduk pada kaki kirinya dan menancapkan kaki kanannya, dan apabila duduk pada rakaat akhir beliau mengedepankan kaki kirinya dan menancapkan yang lain lalu duduk pada tempat duduknya H.R Al-Bukhari

Masih dari sahabat Abu Himaed di terangkan :

Abu Humaed berkata “Akulah yang paling mengetahui tentang salat rasulullah saw bahwasanya Rasulullah saw itu duduk yakni duduk tasyahud, beliau menghamparkan kaki kiri dan menghadapkan kaki kanannya ke kiblat, lalu menempatkan tangan kanan di atas lutut kiri, lalu berisyarat (menunjuk) dengan telunjuknya. H.R Abu daud dan At-tirmidzi

Dengan keterangan-keterangan ini jelaslah bahwa cara duduk tasyahud awal sama dengan duduk tasyahud akhir yaitu :

1. Menghamparkan kaki kiri dan mendudukinya.

2. Kaki kanan di tancapkan sehingga punggung kaki menghadap kiblat disertai dengan jari-jarinya.

Di dalam hadis-hadis lain diterangkan sebagai berikut :

dari Rifaah bin Rafi’ bahwasanya Nabi saw bersabda kepada seorang arab desa “apabila engkau sujud maka tentramkan untuk sujudmu itu dan apabila engkau duduk maka duduklah di atas kaki kirimu. H.R Ahmad

Dan dari Wail bin Hujr bahwa ia melihat Nabi saw sedang salat dan beliau sujud kemudian duduk dan menghamparkan kaki sebelah kirinya. H.R Ahmad, Abu Daud dan An Nasai. sedangkan hadis di dalam riwayat Said bin Mansur ia mengatakan “saya salat di belakang Nabi saw tatkala beliau menghamparkan kaki sebelah kiri dan mendudukinya”

Dengan demikian tuma’ninah itu tidak hanya di dalam sujud tetapi di dalam semua gerakan dan posisi di dalam salat. Apabila tidak tuma’ninah niscaya akan ada larangan rasul yang dilanggar. di dalam sebuah hadis dikatakan :

dari Aisyah ia mengatakan “Rasululalh saw senantiasa membaca At-Tahiyyat pada tiap-tiap 2 rakaat dan beliau menghamparkan kaki kirinya dan menancapkan kaikanannya, beliau melarang seesorang duduk cara syaitan. dan beliau melarang seesorang menghamparkan binatang buas, dan beliau menutup salatnya dengan salam. H.R Ahmad, Muslim dan Abu Daud

Berdasarkan keterangan-keterangan ini jelaslah bahwa cara duduk tasyahud awal ialah dengan menghamparkan kaki kiri lalu mendudukinya, selanjutnya menancapkan kaki kanan dengan jari-jari menghadap kiblat

Adapun cara duduk yang dilarang oleh Rasulullah saw di dalam salat adalah cara duduk ik’a’ yang terlarang, karena cara duduk ik’a’ itu ada dua macam, ada yang dibolehkan dan ada yang dilarang.

InsyaAllah akan diterangkan pada edisi berikutnya dan insyaAllah akan disertakan keterangan dan ulasan macam-macam cara duduk

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

2 Responses to 23. Tasyahud Awal

  1. Lukisan says:

    wah harus lebih sering baca2 lagi nih.
    terima kasih informasinya.

  2. Slamet hariyadi says:

    Assalamualaikum Mas Rendy,

    Saya membaca beberapa tulisan Mas Rendy. Saya swatawan…. dan berterima kasih sekali atas tulisan2 mas Rendy yang banyak sekali memberikan pengetahuan & wawasan kepada saya.

    Saya berkeinginan menyebarkan ini kepada temen temen di lingkungan saya di Denpasar – Bali.
    Saya baru belajar membuat Blogger uttuk temen Muslim kami, yaitu ” komunitas Muslim Al Muhajirin 3 Kepaon ”

    Saya tentunya akan tetap mencantumkan nama RENDYADAMF berikut date dll. yang akan diakhiri dengan kata : Diposkan oleh Musholla Al Muhajirin 3 denpasar pada setiap tulisan Mas Rendy yang kami sebarkan…. Yachhh walau saya tahu tentang syari’at, hadist dalam buku…. tapi saya yakin tidak sedikit warga yang belum mengetahui dan mempelajari hal hal besar yang kecil dlm artian yang hanya 1 smpai 2 lembar tulisan saja ).
    nama musholla kami Musholla Al Muhajirin 3 denpasar, sedangkan perkumpulan warga muslim kami adalah RWM2J : Rukun Warga Mekar Muslim Mekar Jaya

    Mohon komentar mas Rendy di alrizbali@gmail.com

    Wassalam,

    Hariyadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: