Bekasi Terdistorsi #2 Review

Ulasan Bekasi Terdistorsi part 2 by Robi “Navicula”

Grunge is not dead! Yap, benar…buktinya kompilasi album grunge nasional Bekasi Terdistorsi hadir lagi, dan kali ini adalah yang kedua kalinya alias volume 2. Ada 16 band ikut berpartisipasi di sini. Album kompilasi ini diproduseri oleh Bekasi Poster, sebuah komunitas scene grunge yang masih aktif, menghadirkan lagu-lagu yang seolah melempar kita ke jaman keemasan alternative rock melanda pelosok dunia, termasuk Indonesia, yaitu periode 90-an.

Bekasi Terdistorsi Vol. 2

Navicula, dipercaya mengisi track pertama di album ini dengan single baru mereka berjudul “Over Konsumsi”, sebuah balada yang bertutur tentang global warming, dengan pesan “…selamatkan diri kita, dari diri kita sendiri.”.

Track kedua diisi Syndrome Noise dengan warna grunge yang kental di lagu “Human Karma”, sebuah lagu dengan awal tenang, diikuti progresi keren dan reffrain meronta di akhir lagu.

Track ketiga langsung dihajar oleh Asylum dengan riff metal a la Alice In Chains dengan judul “Heaven in Hell”, lagu yang bikin kita nggak bisa menahan kepala untuk ber-headbang keliling ruangan, sambil jari memencet naik tombol volume.

Berikutnya Dani dkk yang tergabung dalam Suck Me memberi sentuhan warna alternative pop cerah yang catchy di track keempat album ini lewat lagu “Bonjour”, lagu yang segar ceria dan mengingatkan kita pada album awal Foo Fighter.

Track kelima Cupitos Mosquitos langsung membuka lagu mereka “Epilepsi” dengan kejutan intro horror ditambah riff gitar punk rock yang kental.

Track keenam yang diisi Ging Freak dengan lagu “I Like My Flower” memberi sentuhan kuat Nirvana versi Incestiside dengan vokal mirip Perry Farrell-nya Jane’s Addiction era Ritual De Lo Habitual.

Normi mengisi track ketujuh dengan intro epic yang catchy di lagu mereka, “Terserah”. Nada lagunya cukup ear-friendly, dengan groove bass yang terpengaruh oleh Muse dan solo gitar Tom Morello campur Kirk Hammet. Kebayang enak banget nge-remix lagu ini ke versi techno dan dibawakan ulang oleh DJ di club underground.

Doll Steak mengisi warna akustik-blues di track kedelapan yang judulnya sesuai dengan musiknya “Blue”. Lagu balada yang asik banget didengar pas lagi stoned di daerah pegunungan.

Intro punk rock bak mobil tanpa rem langsung melaju di track kesembilan, di lagu penuh keputusasaan dan “Depresi” milik Blueilution.

Yeah, Besok Bubar, salah satu band favorit saya pribadi saat ini, mengisi track kesepuluh lewat lagu “Diskriminasi”. Band dengan kualitas yang patut diperhitungkan di scene grunge kita. Cadas, pasti, dan maskulin!

Track kesebelas diisi oleh De@tlant dengan intro gitar penuh ambient chorus dan reverb dan kombinasi overdub vokal melankolis yang unik.

The Bolong, sebagai salah satu aktivis grunge yang masih eksis mendukung scene ini mengisi track keduabelas dengan lagu psychedelic yang kelam. Penuh gemuruh pekat distorsi menyayat dan depresi, namun dengan tempo trippy yang lambat.

Track ketigabelas, masih dengan nuansa kelam, Ingin Mati Muda menggumam dan mendesis lewat puisi bernada dengan pemenggalan kata yang menarik di tembang “Mendung”.

Nikotin dengan lagu “ Walk In Depresion” mengisi track keempatbelas. Terasa banget nuansa alternative metal era akhir 90-an, memberi pengaruh keras di musik yang dibawakan, dengan pemilihan sound yang berkesan hi-gain modern tone dan beat yang rada hip core.

Track kelimabelas diisi oleh Sunday Freak. Nuansa track ini hampir sama dengan lagu sebelumnya, dengan hip techno feeling beat di awal, namun tambahan aroma crusty punk dan teriakan khas Cobain di klimaks lagu yang berjudul “Climax Of My Confusion”.

Akhir album kompilasi ini ditutup oleh lagu berjudul keren, “Catatan Berhenti Sekolah”, yang dibawakan oleh Mind The Kill. Lagu berlirik lugas yang dari judulnya saja sudah terasa banget sisi realitasnya, dilema 1001 anak urban yang putus sekolah.

Menyimak satu persatu lagu di album ini sangat menyenangkan karena semua yang dibawakan sesuai dengan idealisme masing-masing. Kejujuran di tiap-tiap lagu di album ini seperti sesuatu yang segar, setelah kuping kita menderita kebosanan yang parah akibat didera dominasi lagu pop melayu seragam versi mainstream nasional yang memonopoli kebanyakan TV, radio dan media cetak nusantara saat ini. Album kompilasi ini bukanlah album terbaik yang akan menggugah para masyarakat umumnya, terutama mereka yang memakai kacamata kuda memandang hanya ke musik komersial. Album ini lebih ke eksistensi dan menjadi pilihan (wadah) bagi kaum oposisi untuk tetap berkarya dan didengar, meski dengan keterbatasan fasilitas dan dana. Ini hal yang penting untuk memperkaya file dan agenda pergerakan komunitas di scene indie nasional. Selain itu, ada sesuatu yang bernilai di sini, sesuatu yang keluar dari hati…sesuatu yang bernilai seni…yaa, benar… seni adalah hati. ART = heART.

Untuk memesan album ini, bisa kontak ke:
Bolong: 085 6955 93493 atau 021-94717753
Willy: 085 6189 5803
E-mail: bekasiposter@yahoo.co.id
MySpace: www.myspace.com/bekasiposterentertainment

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

2 Responses to Bekasi Terdistorsi #2 Review

  1. bobon says:

    Track ketiga langsung dihajar oleh Asylum dengan riff metal a la Alice In Chains dengan judul “Heaven in Hell”, lagu yang bikin kita nggak bisa menahan kepala untuk ber-headbang keliling ruangan, sambil jari memencet naik tombol volume.

    emang cadas nih lagu….saya seneng bngt nih ma ni lagu…

    sukses terus ya buat asylum

  2. rendyadamf says:

    saha ieu?? hehe hola sobz..wah CM juga g klh kerennya tuh..unik man,,cool (tiris) hehe..thanx suxes buat CM juga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: