21. Cara bangkit dari sujud

sujud

sujud

Kaifiyat bangkit dari sujud duduk istirahat dan menekan tangan ke bumi

Bangkit dari sujud kedua (rakaat ganjil) menuju rakaat kedua terdapat perbedaan pendapat.

Pertama, mengenai duduk istirahat (jalsatul istiharah). Apakah hal ini merupakan syariat salat yang ta’abudi, atau dilakukan hanya karena diperlukan?

Kedua, tentang menekanjan kedua tangan yang dikepalkan ke bumi (tempat sujud), apakah hal ini juga syariat salat yang ta’abuddi atau dilakukan sesuai dengan keperluan?

Ketiga, tentang cara berdiri dengan menekan kedua tangan di atas paha, apakah juga sama permasalahannya dengan pertama dan ke dua.

Untuk itu marilah kita prhatikan beberapa keterangan pokok tentang hal diatas:

“Dari Abu Qilabah ia mengatakan, telah mengabarkan kepada kami Malik bin al-huairis, bahwasanya ia melihat Nabi saw sedang shalat, yaitu apabila beliau pada bilangan ganjil pada salatnya, beliau tidak bangkit sebelum duduk terlebih dahulu dengan tegak” (HR Al-Bukhari)

Pada hadis ini diterangkan oleh Malik bin al-Huwairis kepada Abu Qilabah bahwa ia melihat Rasulullah saw apabila bangkit dari rakaat ganjil (rakaat satu menuju rakaat dua dan rakaat ketiga menuju rakaat keempat), beliau duduk terlebih dahulu. Para ulama menyebutnya dengan jalsatul istirahah, artinya duduk istirahat untuk mempersiapkan nafas dan tenaga agar dapat bangkit menuju rakaat genap.

Memperhatikan keterangan ini apabila tidak didapatkan qarinah yang memalingkan dari arti zahirnya, tentu duduk istirahat (mempersiapkan tenaga dan nafas) agar dapat berdiri merupakan syariat salat dan merupakan sunnah Rasul. Akan tetapi didapatkan keterangan bahwa Rasulullah saw melakukan demikian karena usia beliau mulai tua dan tubuhnya semakin gemuk. Hal ini brasarkan keterangan sebagai berikut:

Rasulullah saw bersabda “janganlah kalian terburu-buru bermakmum keadaku di dalam berdiri dan dudukku, karena aku telah semakin gemuk” (HR Ibnu Majah)

Maka jelas hadis ini menjadi qarinah bahwa Rasulullah saw melakukan jalsatul istirahah bukan karena termasuk syariat shalat melainkan karena keperluan yang sesuai dengan kondisi beliau pada saat usia mulai lanjut dan badan semakin gemuk. Oleh karena itu penamaan para ulam terhadap pekerjaan ini dengan jalsatul istirahah sengat tepat sekali. Karena usia yang mulai lanjut tentu akan sangat merasa berat bila harus langsung berdiri setelah sujud.

Keterangan ini semakin jelas dengan cara lain yang dikerjakan oleh Rasul saw. Dalam riwayat Al-Bukhari sebagai berikut:

Dari Abu Qilabah ia mengatakan “telah dating kepada kami Malik bin Al-Huairis, maka ia salat di dalam mesjid kami ini, beliau mengatakan “aku akan salat untuk kalian. Namun aku bukan hemdak salat tetapi aku igin memperlihatkan bagaimana aku melihat rasulullah saw shalat” Ayub Berkata “maka aku bertanya kepada Abu Qilabah bagaimana salatnya itu? Beliau menjawab “seperti salatnya syeik kita ini yaitu Amr bin Salamah. Ayyub berkata lagi “dan syeik itu menyempurnakan takbir dan apabila bangkit dari sujud kedua beliau duduk dan menekankan tangannya kebumi, barulah berdiri” (HR Bukhari. Imam bukhari mengatakan “bab menekan ke bumi apabila bangkit dari sujud”

Hadis ini pun sangat cocok dna sekaligus dapat membantu orang yang gemuk atau kondisi lainnya yang menjadikan ia tidak dapat berdiri langsung tanpa jalasatul iasirahah dan tanpa menekankan tangan ke bumi. Oleh karena itu jalsatul istiharah dan I’timad ‘alal ard merupakan solusi yang dizinkan

Adapun apabila kondisinya masih kuat dan mampu langsumng berdiri tanpa melakukan jalsatul istiharah dan tanpa I’timad ‘alal ard (menekankan kedua tangankebumi), dilakukan dengan cara berikut:

Dari Abu hurairah dan Ibnu Mas’ud bahwasanya Nabi saw bangkit dari sujudnya diatas pangkal paha kakinya (HR Said bin Mansur)

Demikian pula brdasarkan hadis riwayat Abu Daud dari kabar yang diberikan Abu Harairah dan Ibnu Mas’ud sebagai berikut:

Dari Wail bin Hujrin, sesungguhnya Nabi saw tatkala beliau sujud terlebih dahulu menyentuhkan kedua lutunya sebelum kedua telapak tangannya kebumi. Dan tatkala sujud beliau letakan keningnya di antara kedua tangannya dan meregangkan ketiaknya, dan apabila beliau bangkit, bangkit diatas kedua lutunya dan menekan di atas kedua pahanya (HR Abu Daud)

Hadis ini mempunya kelemahan yaitu mursal tabi’i. Hal ini disebabkan Abdul Jabar menyatakan menerima dari bapaknya, yakni Wail bin Hujr. Sedangkan dinyatakan bahwa ketika Wail bin Hujr wafat Abdul Jabar bin Wail bin Hujre masih di dalam kendungan ibunya, jadinya mustahil ia dapat menerima hadis ini.

Pernyataan ini benar, tetapi bagi hadis ini telah didapatkan banyak syahid dan muttabi’ sehingga hadis ini menjadi kuat. Secara makna saja hadis ini sangat sesuai dnegan ketentuan dilarangnya burukul bair, yaitu dilarang bergerak (berjunam) untuk sujud mendahulukan tangan dari pada lutut dan yang diperintahkan ialah mendahulukan lutut daripada tangan. Dengan demikian ketika bengkit dilarang mengangkat kedua lutut terlebih dahulu lalu tangan , tetapi hendaklah tangan diangkat terlebih dahulu. Pada posisi ini jelas sekali bahwa Rasulullah saw ketika bangkit dari sujud mengangkat kedua tangannya terlebih dahulu dan lututnya masih menekan kebumi (tempat sujud). Oleh karena itu jika diperhatikan hadis Wail bin Hujr yang diriwayatkan oleh Abu Daud di atas, terdapat kata-kata “dan apabila beliau bangkit (ari sujud) beliau bangkit di atas kedua lututnya dan menekankan (kedua tangan) pada lututnya

Apabila dilakukan al-I’timad’ala ard tentu saja tangan akan masih menekan ke bumi ketika lutut telah diangkat. Hal ini akan bertentangan dengan larangan beliau sendiri bahwa janganlah berjunam seperti berjunamnya unta. Sebagaimana pada hadis berikut:

Dari Wail Bin Hujr. Ia berkata “aku melihat Rasulullah saw bila hendak sujud beliau meletakkan kedua lututnyasebelum kedua tangannya dan apabila bangkit beliau mengangkat kadua tangannya sebelum kedua lututnya” HR At.Tirmidzi Tuhfatul Ahwadzi, II:134; An-Nasai; sunan An-Nasai, II; 222; Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, I:287; Abu Daud aunul ma’bud, III:48

Kami merasa perlu mencantumkan disni hadis ini karena hadis ini mrnjadi pokok pemberangkatan dn yang dijadikan landasan dalil, ketika bergerak sujud mendahulukan lutut daripada tangan dan bangkit sebaliknya. Dan perlu diketahui bahwa pendapat-pendapat ulama tentang hal ini sangat jelas. Hal ini karena ingin kami katakana bahwa pembahasan bangkit ari sujud tidak kalah rumit dan pelik oleh masalah berjunam untuk sujud. Tetapi dengan disajikan pendapat sebagian ulama disini mudah-mudahan dapat memberikan gambaran tentang betapa sengitnya perbedaan pendapat mereka.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah telah menyatakan bahwa mendahulukan lutut menyentuh tempat sujud adalah yang sesuai dengan sunnah Rasul, lalu ketika bangkit dari sujud sebaliknya, yaiut tangan terlebih dahulu diangkat dari dari tempat sujud baru kemudian lutuy. Imam Asy-syaukani menyatakan bahwa itulah pegangan ulama jumhur dan dihikayatkan oleh al-Qodhi Abu Thalib dari seluruh fuqaha. Bahkan ibnul mUndzir menghikayatkan hal tersebut dari Umar bin Khattab, An-Nakhai, Muslim bin Yasar, Sufyan Ats-Tsauri, Ahmad bin Hambal, Ishaq bin rahawaeh, bahkan Ibnul Mundzir menyatakan “itulah pendapatku”

Dengan keterangan-keterangan dan ulasan di atas jelaslah bahwa :

1. Jalsatul istirahah bukan bagian dari sunah salat tetapi diizinkan bagi yang memang sudah perlu melakukannya.

2. Al-I’timad ‘alal ard bertekan tangan kebumi bukan bagian dari sunah salat melainkan diizinkan dilakukan bagi yang sudah berkeperluan, pada pelaksanaanya dapat dilakukan secara terpisah yaitu jalsatul istiharah saja tanpa I’timad ‘alal ard, atau al I’timad ‘alal ard saja tanpa jalsatul istirahah. Tetapi dapat menjadikannya satu paket. Ketiga perkara ini merupakan solusi yang diizinkan oleh syariat dicontohkan oleh Rasulullah saw.

3. Cara yang dilakukan oleh rasulullahsaw sebelum lanjut usia dan berbadan gamut adalah langsung berdiri diatas kedua kaki dan tangan di atas kedua paha. Hal ini sejalan dengan hadis-hadis yang melarang kita merlakukan berjuanam unta (burukul bair)ketika hendak sujud. Dan kita disunahkan untuk trlebih dahulu menempatkan kedua lutut ditempat sujud sebelum kedua tangan. Dan waktu bangkit hemdaklah mengangkat kedua tangan terlebih dahulu sebelum kedua lutut. Maka apabila kita melakukan al I’timad ‘alal ard tentulah kedua lutut akan lebih dahulu diangkat sebelum tangan. Dan inilah cara yang dilarang.

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

4 Responses to 21. Cara bangkit dari sujud

  1. kresnadjaja says:

    Ass
    Saya Winandar, dan saya seorang Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Walaupun saya ini adalah jurusan Fisika, tetapi ada saja materi yang berkaitan tentang ilmu Fiqh.
    Saya ingin mengucapkan Terima Kasih atas infonya. Semoga kedepannya Web ini bisa menjadi Lebih Baik.
    Wass

  2. rendyadamf says:

    wa’alaaikumussalam wrwb..iya salam kenal al-akh winandar,,kenalkan saya juga rendy..iya sama2,,keep in touch..;)

  3. 081340164492 says:

    Alhamdulillah….ada kajian seperti ini….cocok buat saya

  4. Uu Dasuki says:

    Assalamualaikum,,, wah,,, cukup bagus bahasannya, hal seperti ini sangat diperlukan oleh kita umat islam agar solat kita benar-benar mengikuti cara solat nabi,,, wassalAssalamualaikum,,, wah,,, cukup bagus bahasannya, hal seperti ini sangat diperlukan oleh kita umat islam agar solat kita benar-benar mengikuti cara solat nabi,,, wassalAssalamualaikum,,, wah,,, cukup bagus bahasannya, hal seperti ini sangat diperlukan oleh kita umat islam agar solat kita benar-benar mengikuti cara solat nabi,,, wassalAssalamualaikum,,, wah,,, cukup bagus bahasannya, hal seperti ini sangat diperlukan oleh kita umat islam agar solat kita benar-benar mengikuti cara solat nabi,,, wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: