19. Duduk Antara Dua Sujud

Duduk di antara dua sujud

Duduk di antara dua sujud

Sifat duduk antara dua sujud

Sifat duduk antara dua sujud

Duduk antara dua sujud

Duduk di antara dua sujud adalah duduk dengan cara dan sifat duduk tasyahud awal. Duduk ini sebagaimana halnya sujud dapat dilakukan sebentar, dapat juga dilakukan lama. Rasulullah saw. tidak akan bergerak untuk melakukan sujud kedua sebelum beliau benar-benar duduk dengan sempurna tuma’ninah dan tegak

Dari Aisyah r,a ie mengatakan “Rasulullah saw apabila bangkit dari sujud tidak langsung sujud lagi sebelum benar-benar duduk dengan tegak” H.R Ahmad

Di dalam hadis lain riwayat Ahmad diterangkan :

Dari Abdurrahman bin abza bahwasanya ia salat Rasulullah saw ia pun sujud sehingga setiap buku-buku tulang menempati tempatnya (tegak), lalu bangkit (duduk antara dua sujud) sehingga setiap tulang menempati tempatnya. lalu sujud sehingga setiap buku-buku tulang menempati tempatnya (tegak)..H.R Ahmad

Bahkan di dalam hadis-hadis lain diterangkan lamanya duduk tersebut :

Dari Anas ia mengatakan “Rasulullah saw itu apabila mengucapkan sami’allahu liman hamidah berdiri, sampai-sampai kami berucap ‘beliau telah melupakan (sujud), lalu beliau sujud dan duduk berucap ‘beliau telah melupakan (sujud)” H.R Muslim

Dari Anas r.a ia mengatakan “sesungguhnya aku akan secara lengkap mempraktekan salat yang telah aku lihat dilekukan oleh Rasulullah saw ketika mengimami kami. Beliau apabila bengkit dari ruku, berdiri dengan tegak, sampai-sampai orang-orang mengatakan ‘beliau telah lupa (mesti sujud)’. Dan apabila bangkit dari sujud, lama (duduk) sampai-sampai orang-orang mengatakan “beliau telah lupa (mesti sujud lagi)” Muttafaq alaih

Di dalam hadis lain riwayat Al-Bukhari lebih jelas diterangkan sebagai berikut :

Ruku Nabi saw sujudnya, duduk antara dua sujudnya dan berdiri I’tidal setelah rukunya, selain berdiri (ketika membaca) dan duduk (tasyahud), hampir sama lamanya. Dengan keterangan ini, lamanya duduk antara dua sujud itu tidak jauh berbeda dengan lamanya ruku, sujud, berdiri I’tidal setelah ruku. Tentang lamanya ini akan lebih jelas diterangkan pada pembahasan doa-doa pada duduk di dntara dua sujud.

Cara (bentuk) duduk antara dua sujud

Cara atau sifat duduk antara dua sujud sama dngan cara duduk tasyahud awal, yaitu sebagaimana keterangan-keterangan berikut ini :

Dari Abu Humaid tentang sifat (cara) salat Nabi Saw lalu beliau menghamparkan kaki kirinya dan mendudukinya, lalu duduk dengan tegak sehingga setiap tulang kembali menempati tempatnya, lalu bergerak untuk sujud. H.R Ahmad,Abu Daud dan At-tirmidzi

Dari Maemunah isteri Nabi saw ia berkata “Rasululah saw apabila sujud merenggangkan kedua tangannya (menjauhi sikut dari samping perutnya) sampai terlihat putih kedua ketiaknya dari belakang dan apabila duduk beliau duduk tuma’ninah pada paha kirinya” H.R Muslim

Imam An-Nawawi mengatakan :

Maksudnya ialah apabila beliau duduk pada duduk antara dua sujud atau pada tasyahud awal. Syarah Muslim An-Nawawi, IV:212

Dari Rifaah bin Rafi, ssungguhnya Nabi saw bersabda kepada seorang Arab desa “apabila engkau sujud maka tentramkan untuk sujudmu itu dan apabila engkau duduk maka duduklah di atas kaki kirimu” H.R Ahmad

Dari Wail bin Hujr bahwa ia melihat nabi saw sedang salat dan beliau sujud kemudian duduk dan menghamparkan kaki sebelah kirinya. H.R Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai, sedangkan hdis di dalam riwayat Said salat di belakang Nabi saw tatkala beliau duduk dan bertasyahud beliau menghamparkan kaki sebelah kiri dan mendudukinya.

Dari Aisyah ia mengatakan ‘adalah Rasulullah saw membaca At-Tahiyat pada setiap tiap rakaat. Dan beliau mwnghamparkan kaki kirinya dan menancapkan kaki kanannya. beliau melarang seseorang duduk cara syaitan. Dan beliau melarang seseorang menghamparkan dua sikutnya seperti binatang buas. Dan beliau menutup salatnya dengan salam. H.R Ahmad, Muslim, dan Abu Daud

Berdasarkan keterangan-keterangan ini jelaslah bahwa cara duduk antara dua sujud itu ialah dengan menghamparkan kaki kiri lalu mendudukinya, selanjutnya menancapkan kaki kanan dengan jari-jari menghadap kiblat, inilah yang disebut dengan duduk iftirasy.

Adapun cara duduk ik-a’, yaitu dengan menghamparkan kedua kaki ke bagian dalam dan menduduki kedua kaki itu, adalah cara duduk yang dilarang oleh Rasulullah saw

Dari Abu Hurairah ia berkata “Rasulullah saw telah melarang aku dari tiga urusan (di dalam salat) ‘mematuk-matuk seperti mematuknya ayam, duduk ik-a’ seperti duduknya anjing dan menoleh-nolehnya musang” H.R Ahmad

Ibnu Umar pernah melakukan duduk ik-a’ di dalam salat, yaitu di dalam duduk antara dua sujud dan tasyahud awal, dan Atha’ menerangkan :

Saya melihat Ibnu Umar melakukannya pada sujud pertama dari salat yang genap dan ganjil, beliau menhamparkan kaki kirinya dan mendudukinya sedangkan kaki sebelah kanan tegak tertancap, akan tetapi setelah badannya menjadi sangat gemuk cara ini sangat berat untuk dilakukan. Maka jadilah beliau melakukan duudk ik-a’, yaitu duduk dengan menghamparkan kedua kaki dan duduk di atas tumitnya seraya menerangkan “janganlah kalian mengikuti cara dudukku, karena aku melakukan ini disebabkan aku telah sangat gemuk”Al-Muwatha:898

Inilah cara duduk ik-a’ yang dilarang. Insya Allah.

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: