14. Bangun Dari Ruku

2128989624_15b425ee8f Bangkit dari ruku dan bacaannya serta bacaan ketika I’tidal

Setelah merasa cukup membaca tasbih ketika ruku, bangkitlah untuk berdiri dengan tegak sehingga tulsng-tulang anggota badan kembali ke buku-bukunya. Ketika bangkit dari ruku Rasulullah saw mengucapkan sami’allahuliman hamidah dan mengucapkan rabbana walakal hamdu ketika telah berdiir dengan tegak.

Dari Abu Hurairah r.a ia mengatakan “Rasulullah saw, beliau bertakbir pada waktu berdiri, lalu bertakbir pada waktu ruku, dan membaca (sami’allahuliman hamidah) mudah-mudahan Allah mendengar yang memujinya ketika bangkit dari ruku, kemudian pada waktu berdiri mengucapkan “Allahuma rabbana walakal hamdu” Ya Tuhan kami, milik engkaulah segala puji. Kemudian bertakbir tatkala hendak sujud, kemudian beliau melakukannya setiap rakaat, dan bertakbir pula bangkit dari dua rakaat setelah duduk” Muttafaq alaih

Hadis ini menerangkan bahwa Rasulullah saw membaca sami’allahuliman hamidah ketika bangkit dan rabbana walakal hamdu ketika tegak berdiri (I’tidal).

Di dalam hadis lain masih dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw memerintahkan makmum untuk mengucapkan Allahumma rabbana lakal hamdu. Di dalam hadis ini digunakan tambahan Allahumma. Dan berdasarkan perintah Rasulullah saw ini bahwa makmum tidak mengucapkan sami’allahuliman hamidah, tetapi langsung mengucapkan Allahuma rabbana lakal hamdu. Sebagai jawaban atas ucapan sami’allahuliman hamidah imam

Apabila imam mengucapkan sami’allauliman hamidah maka ucapkanlah oleh kalian “Allahumma rabbana lakal hamdu” karena barangsiapa yang bersamaan ucapannya itu dengan ucapan para malaikat, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. H.R Bukhari

Adapun kalimat “karena barangsiapa yang bersamaan ucapannya itu dengan ucapan para malaikat, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” menunjukan makmum tidak mempunyai waktu tersendiri untuk mengucapkan Allahumma rabbana lakal hamdu, tetapi mesti bersamaan dengan malaikat, yaitu ketika imam mengucapkannya, Jadi bersamaanlah bacaan imam dan makmum dengan ucapan para malaikat. Dengan demikian diampunilah dosa-dosa yang telah lalu dari imam dan makmum

Pertanyaan ;

bagaimana dengan keterangan

Kemudian (rasulullah saw) sedangkan beliau dalam keadaan berdiri mengucapkan Rabbana walakal hamdu

Apakah makmum juga mengucapkan juga mengucapkannya dalam keadaan berdiri?

Jawaban :

Terdapat hadis yang menerangkan bahwa makmum diperintah untuk tidak bertakbir sebelum imam telah bertakbir tidak ruku sebelum imam telah ruku dengan tu’maninah, tidak berdiri sebeklum imam telah berdiri dengan tegak dan seterusnya.

Dari Abu Hurairah ia berkata “rasulullah saw bersabda ‘bahwasanya imam itu dijadikan untuk diikuti, apabila ia takbir maka takbirlah kamu dan janganlah kamu takbir hingga imam itu takbir, apabila ia ruku maka rukulah kamu, dan janganlah kamu ruku hingga imam itu ruku, apabila ia mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah’ maka ucapkanlah oleh kamu ‘Allahumma rabbana walakal hamdu’ H.R Abu Daud

Selain ucapan Rabbana walakal hamdu, allahumma rabbana lakal hamdu yang diterangkan diatas, masih terdapat doa-doa lainnya yang boleh menjadi plihan antara lain :

Rabbana walakal hamdu hamdan katsiran thayyibin mubarakan fih

Ya Allah Tuhan kami, hanya engkau segala puji dengan pujian yang banyak, baik lagi diberkahi padanya

Dari Rifaah bin Rafi Azzarqa ia berkata “pada suatu hari kami bermakmum kepada Nabi saw maka tatkala ia bengkit dari ruku, beliau mengucapkan ‘sami’allahuliman hamidah’, seseorang berkata di belakangnya ‘Rabbana walakal hamdu hamdan katsiran mubarakan fih’ siapa yangmengatakannya” ia menjawab ‘saya’ Beliau bersabda lagi Aku melihat tiga puluh malaikat berlomba-lomba ingin menjdai yang pertama mencatatnya” H.R Bukhari

Selanjutnya bacaan

Rabbana lakal hamdu mil’assamawati wa mil’al ardi wama bainahuma wa mil’a ma syi’ta min syaiinba’du

Ya Allah Tuhankami, hanya vagi Ungkau segala puji sepenuh langit dan sepebuh bumi dan diantara keduanya dan sepenuh yang Engkau kehedaki setelah itu.

Bahkan masih dapat dilanjutkan dengan kalimat

ahhlatstsanaai wal majdi laa maa na’ilimaa a’thayta wa laa mu’thiya lima mana’ta wa laa yanfa’u dzaljaddi minkaljaddu

Maha Memiliki pujian dan sanjungan, tidak ada satu penghalang pun terhadap yang Engkau berikan dan tidak ada satu pemberian pun terhadap yang Engkau halangi. Dan kemuliaan apapun tidak akan menghindarkan pemiliknya dari siksaMu

Hadisnya sebagai berikut :

Dari ali r.a bahwasanya Rasulullah saw apabila bangkit darirukunya beliau membaca “sami’allaliman hamidah rabbana walakal hamdu, mil’as samawati wa mil al ardi wa mila ma bainahuma wa ma syi’ta min syai inba’du” H.R Ahmad, muslim dan Abu Daud.

Dan ada tambahan di dalam riwayat Muslim dengan ahlassana’I wal majdi, la mani’a lima a’thaita wala mu’lima mana’ta wala yanfau dzal jaddi minkal jaddu

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: