Mengangkat Tangan Setiap takbir pada Shalat ied

takbiratulihram

Oleh: Ibnu Muchtar

Di kalangan para ulama ada perbedaan mengenai kedudukan hadits tentang mengangkat tangan pada setiap takbir pada shalat ied, ada yang mendhaifkan dan ada juga yang menshahihkannya.

Maka diperlukan kajian untuk mengetahui manakahpendapat yang paling kuat.

A. Alasan Pendhaifan

Ulama yang menyatakan bahwa mengangkat tangan pada setiap takbir pada shalat ied itu tidak bisa di jadikan hujjah (alasan), berdasarkan pada hadits sebagai berikut ;

1.Pada Hadits Al-baihaqi :

”Sesungguhnya Umar bin Al-Khattab megangkat kedua tangannya setiap kali taknir salat jenazah dan dua shalat ied”. (As-Sunanul Kubra, III:293)

Hadits diatas terdapat rawi (periwayat) bernama Abdullah bin Lahi’ah, berikut beberapa penilaian menurut ulama tentang Abdullah bin Lahi’ah :

*Ibnu ma’in berkata ”Haditsnya tidak dapat dijadikan Hujjah”

*Ad-Darimi berkata ”Dha’iful hadits”

*Ibrahim bin Ya’qub Al-jauzami berkata ”Ibnu Lahi’ah tidak diketahui haditsnya. Dia tidak dpaat dijadikan hujjah, dan jangan tertipu oleh riwayatnya”

*At-Tirmidzi berkata ”Ibnu lahi’ah dhaif menurut ahli hadits. Ia dinyatakan dhaif dari segi hafalannya oleh yahya bin Sa’id al-Qathan dan yang lainnya”

*Ibnu Hibban berkata ” Dia seorang syekh yang saleh, akan tetapi dia melakukan tadlis dari rwi-rwi dhaif sebelum kitabnya terbakar”. (Al-Muhajirun, II:11) Pada riwayat ini, Ibnu lahi’ah menerima dari gurunya bernama bakar bin Sawadah dengan shigh’an. Karena itu hadits tersebut dikategorikan sebagai hadits mudallas

Adapun keterangan yang menyatakan :

”Ibnu umar yang ta’assi dalam mengikuti nabi mengangkat tangan kedua tangannya setiap kali takbir.”. (Subulussalam, II:1145)

Tidak dapat dijadikan alasan karena tidak jelas sumbernya dari mana.

2.Hadits-hadits tentang mengangkat tangan diatas hanya mauquf (amaliah shabat saja) tudak ada yang marfu’ (bersumber dari nabi SAW). Hadits mauquf idak dapat dijadikan hujjah (Taisir Musthalahil hadits : 109)

B.Alasan Penshahihan

Alasan ulama yang menshahihkan hadits mengangkat tangan pada takbir shalat ied adalah sebagai berikut :

1.Kritikan terhadap Ibnu lahi’ah diatas dua yang perlu ditanggapi, yaitu

a. Ibnu Lahi’Ah Mukhtalith (berubah hafalannya).

b. Mudallis (menyamarkan sanad)

Ibnu Lahi’ah

Lahir Tahun 96/67 H-wafat 174 H (Tahdzibul Kamal, XV:499-500), ia menerima hadits dari 65 orang dan mempunyai murid 45 orang (Tahdzibul Kamal, XV:488-490) Imam AL-Bukhari berkata dari Abu bin Bukair ia brkata ” Rumah dan kitab-kitab Ibnu Lahi’ah terbakar pada tahun 170” (tahdzibul Kamal, XV:496). Ibnu hajar berkata ”Abdullah bin Lahi’ah shaduq, termasuk generasi ke 7, ia mukhtalith (berubah hafalannya) setelah kitabnya terbakar”. (Taqribut tahdzib, I:309)

Dari keterangan diatas menunjukan bahwa Ibnu lahi;ah adalah hafiz karena dilihat dari jumlah guru dan muridnya, maka riwayatnya adalah shahih. Hafalannya berubah sebelum tahun 170, maka bila dhaif maka perlu keterangan bahwa hadits itu di riwayatkan setelah mukhtalith. Karena pada kenyataannya Al-Bukhari dan muslim pun menggunakan periwayatan dari Ibnu Lahi’ah seperti dalam kitab:

a. Kitab tafsir bab inadziina tawfahum almalaaikah

b. Bab wa qaala taluhum hata laa takuuna futnah

(Fathul baari, IX:140dan 39-40;XIII:297:535)

Dan pada riwayat muslim di dalam shahihnya Bab I halaman 872)

2.Ibnu Lahi’ah diperkuat oleh sanad riwayat Al-Atsram dan dari Umar bin Khattab. (Al Mughni lib qudamah, II:119)

3.Hadits mauquf bisa dijadikan hujjah jika sederajat dengan hadits marfu’ dengan syarat terdapat qarinah (keterangan lain) secara lafaz dan makna menunjukan hukum marfu’, dan disebut mauquf hukman. Qarinah disiniadalah ucapansahabat itu berhubungan dengan urusanibadah dan aqidah sehingga la majala lil ijtihad (tidak ada ruang untuk ijtihad). (manhajun Naqd, 1985:328-331). Maka amaliyah Umar bin Khattab diatas termasuk mauquf hukman dan bisa dijadikan dalil

Kesimpulan

Mengangkat tangan setiap kali takbir pada shalat ied adalah shahih dan hukumnya sunnat

Source: Majalah Al-Qudwah No.46 Dzulqa’dah 1424 H / 2004 M hal.61

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: