11. Cara Ruku

image206image207

Kaifiyat Ruku

Ruku asalnya dari kata raka’a yarka’u yang artinya tunduk, patuh, taat atau membungkuk. Di dalam Al-quran banyak sekali kata-kata ruku digunakan dengan makna atau maksud seperti itu. Tetapi adakalanya ruku digunakan dengan makna salat atau posisi membungkuk tertentu dalam salat. Seperti terungkap di dalam surat :

”Dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku1’’(QS. Al-Baqarah:43)

1 yang dimaksud ialah: shalat berjama’ah dan dapat pula diartikan: tunduklah kepada perintah-perintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk.

Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku2 (Ali Imran: 43)

2 shalatlah dengan berjama’ah

Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. yang demikian itu adalah Karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. (QS. Al-Maidah : 58)

Tetapi ada beberapa diantaranya dengan makna benar-benar menerangkan suatu posisi didalam salat. Antara lain termaktub di dalam :

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud3. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu Kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Baqarah : 125)


3 Maksudnya: pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka.

Dan (ingatlah), ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim4 tempat shalat. dan Telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.(QS. At-taubah : 122)

4 ialah tempat berdiri nabi Ibrahim a.s. diwaktu membuat Ka’bah.

Setelah selesai membaca surat (qiraah) ketika qiyam, ucapkanlah takbir sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau mendekati telinga sebagaimana ketika takbiratul ihram

Dari Ali bin Abi Abi Thalib dari Rasulullah saw bahwa apabila berdiri salat wajib, beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahunya. Beliau melakukan seperti itu ketika selesai qiraahnya apabila hendak ruku. Dan melakukannya lagi apabila bangkit dari ruku, dan tidak melakukan demikian pada salatnya ketika duduk. lalu apabila bangkit dari dua rakaat beliau mengangkat kedua tangannya H.R Ahmad, Abu Daud dan At-tirmidzi dan beliau menyatakan kesahihannya.

Ruku di dalam salat merupakan suatu posisi dengan ketentuan yang jelas dan terperinci, sehingga tidaklah terlalu sulit untuk mempraktekannya sifat (bentuk) ruku yang sesuai dengan sunnah Rasulullah saw

Posisi Punggung dan kepala

Posisi ruku adalah posisi membungkuk dalam keadaan punggung rata karena lurusnya tulang punggung

Di dalam hadis diterangkan

Dari Ali r.a ia berkata keadaan Rasululah saw apabila ruku, andai saja disimpan sewadah air di atas punggungnya, niscaya tidak akan tumpah H.R Ahmad dan Abu Daud

Dari Abu Masud al-Anshari ia berkata Rasulullah saw telah bersabda suatu salat belum sempurna bula pada salat itu seseorang tidak meluruskan punggungnya ketika ruku dan sujud H.R Al-Khamsah

Dengan keterangan ini jelaslah bahwa posisi ruku tidak dibenarkan terlalu menunduk dan terlalu menengadah. Tetapi benar-benar lurus dan rata. Di dalam hadis diterangkan :

dari humaid bahwasanya apabila nabi saw ruku, ia tidak menengadahkan kepalanya dan tidak juga menundukannya dan ia menyimpan kedua tangannya di atas lututnya seolah ia menggengam H.R An-Nasai

Posisi Tangan

Posisi tangan pada waktu ruku adalah dengan menggenggamkan jari-jari pada lutut dan merenggangkan jariijarinya, sehingga akan berfungsi menahan berat badan. Hal ini akan terasa berat apabila dilakukan ruku yang cukup lama. Selain itu kedua lengan direnggangkan satu dari yang lainnya, sehingga dapat dipahami bahwa posisi kaki pun tidak dirapatkan.

Dari Masud Uqbah bin Amr bahwasanya ia ruku dan merenggangkan kedua tangannya dan menempatkan kedua tangannya pada kedua lututnya dan merenggangkan jari-jarinya. ia berkata demikianlah saya melihat Rasulullah saw salat H.R Ahmadn Abu Daud An-Nasai

dahulu sebelum jari-jari tangan ditempatkan diatas lutut dan digenggam pada lutut, kedua tangan itu dirapatkan dan dihimpit di antara dua samping lutut. Hal ini diterangkan oleh sahabat Musab bin Saad :

Dari musab bin Saad ia berkata saya salat di sebelah ayah saya, maka saya merapatkan tangan kemudian saya tempatkan di antara paha saya. maka ayah saya melarang hal itu, lalu kami disuruh menempatkan tangan-tangan kami pada lutut-lutut kami H.R Al-Jamaah

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: