ears

Kaifiyat qiraah

Yang dimaksud dengan kaifiyat qiraah dalam salat adalah membaca al fatihah atau dengan surat-surat lainnya. Sedangkan pada waktu sujud atau ruku walaupun kita berdoa dengan doa yang ada pada ayat-ayat al-quran tetap tidak termasuk qiraah, karena qiraah hanya ada pada waktu qiyam. Bahkan terdapat keterangan yang melarang kita melakukan qiraah pada waktu ruku dan sujud, Di dalam sebuah hadis riwayat Ahmad, Muslim, An-Nasai serta Abu Daud sari Sahabat Ibnu Abas bahwa Rasulullah saw bersabda :

“…Ingatlah sesungguhnya aku dilarang membaca al-quran waktu ruku dan sujud. Adapun (pada) ruku Maha agungkanlah Allah Azza wa jalla, sedangkan pada sujud bersungguh-sungguhlah dalam berdoa maka besar harapan akan diijabah untuk kamu.

Qiraah pada prakteknya terdapat tiga cara yaitu sir jahar dan isma’. jahar asal artinya keras, nyaring atau jelas. Di dalam salat itu da beberapa qiraah yang dibaca jahar. Artinya dibaca nyaring atau jelas baiuk oleh yang munfarid maupun Imam

diantar salat wajib yang dijaharkan bacaannya adalah dua rakaat salat maghrib, dua rakaat awal Isya dan dua rakaat subuh.


Dari Aisyah bahwa Nabi saw membaca (qiraah) pada salat maghrib dengan surat Al’A’raf dibagi pada dua rakaat. H.R An-Nasai

Didalam hadis ini Aisyah yang menjadi makmum Rasulullah saw dari kalangan ibu-ibu dapat menerangkan apa yang dibaca oleh imam pada salat maghrib, padahal makum perempuan senantiasa berada di belakang shaf laki-laki

Beliau membaca pada dua rakaat awal dalam salat maghrib dengan surat yang pendek dari mufassal (surat-surat setelah Al Anfal sebelum juz amma). Serta membaca pada dua rakaat awal dalam salat Isya dengan surat yang pertengahan dari Mufassal, dan membaca pada salat subuh dengan surat panjang dari mufassal.H.R Ahmad dan AnNasai

Sedangkan pada bacaan Zhuhur dan Ashar bacaannya sir (tidak diperdengarkan kepada makmum)

Dari Abu Said Al Khudri sesungguhnya Nabi saw membaca pada salat Zhuhur pada dua rakaat awal seukuran tiga puluh ayat. Dan pada dua rakaat akhirnya seukuran lima belas ayat. Sedangkan pada salat Ashar pada dua rakaat awalnya tiap rakaat seukuran sepuluh ayat. Sedangkan pada dua rakaat akhir kira-kira setengah daripada itu. H.R Ahmad dan Muslim

Dengan keterangan dari Abu Said ini. ia sebagai makmum laki-laki yang posisinya relative dekat dengan Imam, ia hanya dapat memperkirakan pada lamanya bacaan Rasulullah saw tanpa menjelaskan apa yang dibacanya. Hal ini menunjukan sirnya qiraah pada salat Zhuhur dan Ashar

Di dalam hadis berikut dujelaskan Dari Ibnu Abbas ia ditanya “Apakah Rasulullah saw membaca pada salat Zhuhur dan Ashar?” ia menjawab “tidak.tidak” Tentu saja jawaban “tidak” dari Ibnu Abbas bukan diartikan tidak membaca, tetapi tidak dengar.

Bahkan di dalam riwayat Al-bukhari dan lainnya diterangkan ;

Dari Abu Ma’mar ia berkata “saya bertanya kepada Khabab’ ‘Apakah Rasulullah saw membaca pada salat Zhuhur dan Ashar’ Ia menjawab ya. kami bertanya lagi’ dengan apakah engkau mengetahuinya?’ ia menjawab “dengan goyangan jenggotnya”

Maka dengan keterangan-keterangan ini jelaslah bahwa pada salat maghrib dan Isya dijaharkan dua rakaat pertama. Dan subuh jahar pada seluruh qiraahnya. Adapun salat Zhuhur dan Ashar salat yang qiraahnya sir.

Adapun Isma’ adalah memperdengarkan bacaan yang sir dengan maksud mengajar makmum yang belum mengetahui apa yang harus dibaca.

Advertisements