7. Aamiin..

tujuh-tingkatan-zikir2

Ucapan aamiin

Lafaz aamiin diucapkan didalam dan diluar salat, diluar salat amin diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain. Aamiin termasuk isi fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengan Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah). Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah swt.

Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain. seperti amin : berimanlah, amiin : jujur, amnun : aman atau keamanan.

Aamiin dalam salat

Aamiin di dalam salat dibaca mengikuti qairaah (alfatihah), yaitu dibaca jahar pada qiraah yang jahar dan sir pada qiraah yang sir dan aamiin dibaca setelah waladhdhalin baik oleh imam maupun makmum.


Imam mengucapkan aamiin

Dari shabat Wail bin Hujr, ia berkata “saya mendengar Nabi saw membaca gairil maghdubi alaihin waladhdhalin, maka ia mengucapkan aamiin, beliau memanjangkan suara padanya. H.R riwayat Abu Daud dan At Tarmidzi, pada riwayat Abu Daud dengan kata-kata “beliau mengeraskan suaranya”

Di dalam sebuah hadis diterangkan bahwa jaharnya ucapa aamiin imam lebih rendah daripada nyaringnya bacaan alfatihah. Diterangkan dalam sebuah hadis diterangkan :

Dari sahabat Abu Huraerah r.a ia mengatakan “keadaan Rasulullah saw apabila membaca “ghairil maghdubi alaihim walad-dlalin” beliau mengucapkan aamiin sehingga memperdengarkannya pada makmum saf pertama” H.R Abu Daud dan Ibnu Majah. Dan ia berkata “sehingga didengar oleh makmum pada saf yang pertama, maka bergetarlah mesjid dengan ucapan aamiin (imam dan makmum) itu.

Dengan kata-kata sehingga terdengar oleh makmum pada saf yang pertama menunjukan bahwa ucapan aamiin imam tidak terlalu nyaring.

Waktu mengucapkan aamiin bagi makmum

Tentang waktu mengucapkan aamiin bagi imam tidak didapatkan perbedaan yaitu setelah bacaan waladhdhalin, maka tidak demikian halnya dengan waktu mengucapkan bagi makmum. Ada yang waktu mengucapkannya itu ketika setelah imam selesai mengucapkannya. Pendapat ini berdasarkan pemahamannya terhadap keterang sebagai berikut ini :

Dari Abu Hurairah r.a ia mengatakan “Rasulullah saw telah bersabda ‘apabila imam mengucapkan aamiin, maka ucapkanlah oleh kalian (makmum) aamiin, Maka sesungguhnya siapa yang ucapan aamiin berbarengan dengan ucapn aamiin malaikat, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” H.R jamaah

Dari keterangan ini dipahami bahwa ucapan aamiin makmum setelah selesainya ucapan imam, sebab kata-kata idza ammanal imamu fa-amminu tidak berbeda dengan pelaksanaan idza kabbaral imamu fakabbiru (apabila imam takbir maka takbirlah kalian), idza raka’a farka’u (apabila imam ruku maka rukulah kalian), dan idza sajadafasjudu (apabila imam sujud maka sujudlah). bagi makmum tidak dibenarkan memulai takbir, ruku maupun sujud bersamaan dengan imam, tetapi hendaklah imam lebih dahulu. Untuk menjawab hal itu kita perhatikan keterangan di bawah ini :

Menurut ilmu Sharaf lafad (ammana) asal artinya telah mengucapkan amin, tetapi karena didahului oleh lafadz idza maka berarti idza arada ta’min (apabila ia hendak mengucapkan amin). Adapun huruf (fa) pada lafadz tidak menunjukan urutan (tartib) akan tetapi berupa syarat karena jawab syaratnya fi’il Amr dan fa disini adalah fa jawab syarat. Dengan keterangan-keterangan diatas maka mengucapkan aamiin dalam salat tidak ada tempat lain kecuali setelah waladhdhalin baik bagi imam maupun makmum.

Dalam hadis riwayat Al jamaah dari sahabat Abu haurairah diatas, terdapat kata-kata :

Maka sesungguhnya siapa yang aamiinnya berbarengan dengan ucapan aamiin malaikat, niscaya akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.

hadis ini mengandung fadilah (keutamaan) maghfirah bagi dosa-dosa yang telah lalu untuk yang ucapan aamiinnya bersamaan dengan malaikat, apakah imam, makmum maupun munfarid. Dengan demikian dapat dipahami bahwa yang ucapan aamiinnya tidak bersamaan dengan aamiin malaikat, tidak mendapatkan maghfirah itu. Maka untuk mendapatkan maghfirah yang dijanjikan itu mestilah diketahui kapan para malaikat mengucapkan aamiin.

Pada sebuah hadis diterangkan :

dari Abu Hurairah r.a ia mengatakan “Rasulullah saw telah bersabda apabila imam mengucapkan Gairil magdlubi alaihim waladhdhalin, maka ucapkanlah oleh kamu aamiin, karena malaikat mengucapkan aamiin, demikian pula imam yang sedang mengucapkan aamiin. Maka sesungguhnya siapa yang ucapan aamiinnya berbarengan dengan ucapan aamiin malaikat, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” H.R Ahmad dan An Nasai

Dengan hadis ini jelaslah bahwa ucapan aamiin malaikat itu langsung setelah imam mengucapkan waladldlalin, dan ternyata bersamaan dengan ucapan aamiin imam. Maka dapat dipahami bahwa apabila makmum berarti juga setelah malaikat tentu akan luputlah magfirah yang dijanjikan itu karena makmum tidak tepat waktu.

Pada hadis lain riwayat Muslim diterangkan sebagai berikut :

Dari Abu Hurairah r.a ia mengatakan “rasulullah saw bersabda “apabila imam membaca “gairil magdlubi alkaihim waladldlalin lalu yang dibelakangnya mengucapkan aamiin, maka bersamaanlah ucapan aamiinnya itu dengan ucapan para penduduk langit (malaikat), diampunilah beginya dosa-dosa yang telah lalu” H.R Muslim

Maka berdasarkan beberapa keterangan di atas jelaslah, bahwa ucapan aamiin imam, dan makmum bersamaan pada satu waktu dengan ucapan aamiinnya penduduk langit, yaitu komando oleh selesainya ucapan waladldlin imam. Maka pada saat itu dianugerahkanlah ampunan dari Allah swt. Para ulama Jumhur menerangkan bahwa maksud idza ammanal imamu fa amminu” adalah apabila imam hendak mengucapkan aamiin, agar terjadi kebersamaan ucapan aamiin imam dan makmum. Nailul Authar, I:230

Adapun hikmah yang terdapat pada kebersamaan ucapan aamiin imam dan makmum selain magfirah tersebut di atas, agar makmum senantiasa dalam keadaan terjaga penuh perhatian, dan selaras dalam sifat shalat, khusyu serta keikhlasan.

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: