6. Al-Fatihah dalam Shalat

s_667165_hiasanmushaf95x120cmAl fathihah di dalam shalat

Al-Fathihah, As Sab’ul Matsani, Al-Hamdu, Umul Quran, Umul Kitab, Fathihatul Kitab, Al-Quranul Adzim dan Al-Hamdu atau Alhamdu lillahi Rabbil alamin adalah nama-nama untuk surat Al Fathihah. nama-nama ini diucapkan oleh Rasulullah saw sendiri pada hadis Ad-Daruquthni dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda :

Apabila kalian membaca (surat) Alhamdu maka bacalah bismillahirrahmanirrahim karena sesungguhnya ia adalah ummul quran, umul kitab dan As sab’ul matsani dan bismillahirrahmanirrahim salah satu ayatnya. H.R Ad-Daruquthni

oleh karena itu apabila terdapat keterangan yang mengatakan bahwa Rasulullah saw memulai qiraah (bacaan)nnya dengan Al-Hamdu tentu maksudnya adalah Al-Fathihah, seperti hadis :

Dari Aisyah r.a ia mengatakan “Adalah Rasulullah saw memulai salatnya dengan takbir dari (memulai bacaannya dengan alhamdu lillahi rabbil alamin (alfathihah)” H.R Muslim

Basmalah sebagai ayat pertama dari al-fathihah dibaca sir pada bacaan sir dan dibaca jahar pada bacaan jahar

Dari qatadah ia berkata “Anas ditanya tentang bagaimana qiraah Nabi saw . ia menjawab “keadaan Nabi itu bermad (panjang) lalu ia membaca bismillahirrahmanirrahim, ia memanjangkan bismillah, memanjangkan arrahman dan memanjangkan arrahim” H.R Al-Bukhari


Al Fathihah wajib pada setiap rakaat

Dari Ubadah bin Ash Shamit sesungguhnya Nabi saw telah bersabda “tidak ada salat bagi yang tidak membaca al-fathihah” H.R Al-Jamaah

kata-kata laa shalata (tidak ada salat) nafi bermakna nahyi, jadi maksudnya jangan salat tanpa membaca al-Fathihah. pada hadis lain riwayat Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban serta mukharij lainnya dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda :

Tidaklah cukup salat bagi yang tidak membaca alfathihah

Bahkan dalam riwayat Ahmad kata-katanya lebih tegas

Tidak diterima suatu salat pun padanya tidak dibaca alfathihah

Hadis-hadis tentang wajibnya alfathihah pada tiap rakaat diriwayatkan pula oleh Muslim dan At-Tirmidzi dari sahabat Anas bin Malik, Abu Daud dan An-Nasai dari sahabat Abu Qatadah, Ibnu Majah dari sahabat Abdullah bin Umar, Ahmad, Abu Daud serta Ibnu Majah dari sahabat Abu Said Al Khudri, An-Nasai dan Ibnu Majah dari sahabat Abu Dardam Ibnu Majah dari sahabat Jabir bin Abdullah, al-baihaqi dari sahabat Ali bin Abu Thalib, dan lain-lain

Dengan dalil-dalil ini jelaslah bahwa makna tidak ada salat bagi yang tidak membaca alfathihah adalah tidak sah setiap rakaat tanpa alfathihah, baik munfarid, berjamaah, imam maupun makmum.

Ada yang berpendapat bahwa alfathihah wajib dan tidak sah rakaat tanpa membaca alfathihah kecuali bagi makmum yang masbuk yang mendapatkan imam sedang ruku, lalu ia segera ruku mengikuti posisi imam, dengan demikian ia telah mendapatkan rakaat itu walaupaun tidak membaca alfathihah, berdasarkan sebagai berikut :

Dari Abu Hirairah sesungguhnya Nabi saw telah bersabda “siapa yang mendapatkan rak’ah dari salat bersama imam sungguh ia telah mendapatkan salat itu” H.R Bukhari dan Muslim

Kata-kata rak’ah di artikan ruku, maka maknanya adalah siapa yang masbuk dan masih sempat mengikuti ruku imam, ia telah mendapatkan rakaat itu. Hal itu lebih diperjelas oleh keterangan berikut :

Dari Abu Hurairah, ia mengatakan “Rasulullah saw telah bersabda, apabila kamu masuk datang (masbuk) kepada salat dan kami (imam dan makmum) sedang sujud maka sujudlah dan jangan kamu hitung apa-apa (rakaat), dan siapa yang masih mendapatkan ruku sungguh ia telah mendapatkan salat itu”. H.R Abu Daud

Berdasarkan hadis ini Imam Asy Syaukani mengatakan “kata-kata fasjudu (maka sujudlah) dan kata-kata fa laa ta’udduha syaian (dan janganlah kamu menghitungnya sesuatu)(rakaat) adalah makmum yang masbuk mendapatkan imam sedang sujud maka janganlah kamu hitung sebagai satu rakaat. Sedangkan kata-kata waman adrakar raka’ta faqad adrakash shalata (dan siapa yangmendapatkan Imam sedang ruku) maka jadilah yang mendapatkan ruku bersama imam mendapatkan rakaat itu dan ini pendapat jumhur ulama. Sedangkan kata-kata salat maksudnya rakaat, yaitu sah rakaat itu dan ia mendapatkan fadilahnya”. Nailul authar, II:162

Jika kurang kecermatan maka keterangan Imam Asysyaukani ini akan mudah dianggap bahwa beliau berpendapat demikian, tetapi jika dengan ketelitian dan kecermatan maka akan diketahui bahwa Imam Assyaukani tidak berpendapat demikian tetapi beliau hanya menuturkan pendapat orang lain dan ulama jumhur, bahkan sebaliknya, beliau berpendapat tidak sah rakaat makmum yang masbuk apabila ketinggalan alfathihah

Maka ketika menerangkan kedudukan alfathihah di dalam shalat beliau menerangkan :

Anda telah tahu dari (pembahasan) yang lalu wajibnya membaca alfathihah bagi setiap (individu) imam dan makmum pada setiap rakaat. Dan telah kami beritahukan pula kepada anda bahwasanya dalil-dalil itu sahih (benar) untuk dijadikan hujjah bahwa bacaan alfathihah termasuk syarat sahnya salat. Dan siapa yang berkeyakinan bahwa sah salat dari salat-salat atau rakaat dari rakaat-rakaat tanpa fathihatul kitab ia harus menunjukan dalil yang terang yang mengecualikan dalil-dalil itu. Maka dari sini nyatalah untuk anda kelemahan pendapat ulama jumhur (yang menyatakan) siapa yang mendapatkan imam sedang ruku dan ikut ruku bersamanya, ia menghitung rakaat itu walaupun tidak mendapatkan qairaah sedikitpun (alfathihah). Nailul authar, II:226

Keterangan Imam Asy-syaukani ini sesuai dengan perintah Rasulullah saw kepada Al musiu’shalatuhu (orang yang jelek salatnya), setelah beliau menerangkan dengan sangat rinci tentang apa yang disebut rakaat baik alfathihah, ruku, berdiri I’tidal setelah ruku, sujud, duduk antara dua sujud, beliau bersabda :

Lalu kerjakanlah yang demikian itu pada salatmu seluruh nya

bahkan pada riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi menggunakan kata-kata:

Lalu kerjakanlah yang demikian itu pada setiap rakaat.

Di dalam hadis riwayat Al-Bukhari dari sahabat Abu Qatadah

Sesungguhnya Nabi saw pada setiap rakaatnya membaca alfathihah

Dan masih terdapat dalil-dalil lainnya yang menunjukan tidak sahnya rakaat tanpa alfathihah. Fathul bari, II:383-386

Selanjutnya, bahwa alfathihah itu terdiri tujuh ayat yang diawali dengan bismillahirrahmanirrahim, maka membaca Alfatihah kurang satu ayat dari ketujuh ayat itu berarti Alfatihahnya tidak sempurna dan harus diulangi. Demikian juga bagi makmum yang masbuk ketika mulai berjamaah ternyata imam telah membaca beberapa ayat dari Alfathihah, maka ia tertinggal fatihah itu dan tertinggal rakaat itu

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

4 Responses to 6. Al-Fatihah dalam Shalat

  1. Mar says:

    Asslmualaikm wrwb, emm ren gunain istlh2 yg ringn dong..mar g ngerti nih p c sir n jhr ntu,jlsn y hehe,oh y lg2 mar tmuin tuh ktikn na slh,cek lg ath, eh da lg mar krg jls nih ksmpuln na p c dr tlsn rnd teh,ko tumben gda,emm mw tny jg gmn shlt org yg ktinggln bc alfthh krn imm na bc kcepetn?biasa trawih pn sk gt,ok dh met jwb,pgel2 dh ren hehe.jzkllh y

  2. rendyadamf says:

    wa’alaikumussalam wrwb..halo sob ketemu lagi di sini y hehe,,makasih udah g bosen2 ngingetin rendy..woy tuh pertanyaan apa interogasi hahaha..ok ok nyantei ,,insya Allah rendy jawab..

    1. Sir artinya suara perlahan2/berbisik/hanya terdengar o/ diri sendiri aja, sedangkan jahar artinya suara keras jelas dan terang.

    2. kesimpulannya tuh ada di alinea terakhir mar..g selalu di tuliskan “kesimpulan” c..tp selalu ada di bag terakhir..such like :maka membaca Alfatihah kurang satu ayat dari ketujuh ayat itu berarti Alfatihahnya tidak sempurna dan harus diulangi. Demikian juga bagi makmum yang masbuk ketika mulai berjamaah ternyata imam telah membaca beberapa ayat dari Alfathihah, maka ia tertinggal fatihah itu dan tertinggal rakaat itu.

    3. Bacaan imam adalah bacaan makmum juga sebagaimana dalam Quran wal hadits :

    “Dan apabila dibaca Quran, hendaklah kamu dengar dan diam supaya kamu diberi rahmat” (Q.S Al-A’raf : 203)

    “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda ‘dijadikan imam tidak lain melainkan untuk diikitu dia, lantaran itu jika takbir, hendaklah kamu takbir.jika ia baca hendaklah kamu diam”. H.R Muslim

    bagaimana hukumnya jika kita membaca alfathihah dibelakang imam?

    di jelaskan dalam riwayat Abu daud, An-Nasai dan turmudzi dari redaksi Abu Hurairah :
    “sesungguhnya sesudah rasulullah SAW selesai dari pada satu shalat yang ia baca dengan nyaring lalu ia bersabda “adakah siapa2siapa di antara kamu bca bersama-sama aku tadi?” Maka seseorang menjawab “aku Rasulullah SAW”. Maka rasulullah SAW bersabda “aku mau bertanya “mengapa aku dilawan baca al-quran?” Kata Abu hurairah :sesudah itu berhenti orang-orang dari pada membaca bersamaRasulullah dalam shalat yang Rasululah baca dengan nyaring (jahar), ketika mereka dengar yang demikian itu dari Rasulullah SAW.

    bagaimana kalo makmum membaca alfatihah dibelakang imam sedudah imam membaca alfathihah?
    tugas makmum adalah memperhatikan bacaan Imam yang dibaca nyaring,,kalau kita membaca alfathihah bagaimana mungkin bisa memperhatikan imam membaca surah..dan bertentangan dengan surah Al’Araf diatas.

  3. Mar says:

    Asslmualaikm fren, mksh y..bwt jwbnna, wah..kren jg euy hdsna lgsng dr Muslm,tkt euy hehe,brrt ksmpulnna pd shlt sbh,mgrb,isya,jk qt brjmaah cm diem aj hbs tkbr n bc iftith,gt ren?kcuali dzhr,ashr krn imm bca sir,gt?hehe,, eh slm bwt si cntk ca2,puisi na dh ada blm?jzk

  4. rendyadamf says:

    wa’alaikumussalam wrwb..iya jd pada shalat shubuh isya n maghrib pada rakaat pertama dan kedua kita sesudah takbir iftitah and ta’awudz itu diam hanya memperhatikan bacaan imam..oia hampir lupa,,belum di posting uy hehe iya nti lapor deh kl udah kelar,,heuheu..btw mana katanya mu buat artikel jg heuheu..ok deh c u sister..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: