khat2_thumb Doa-doa iftitah yang dibaca oleh Rasulullah Saw bermacam-macam, dalam doa iftitah Nabi Saw mengucapkan pujian, sanjungan, dan kelimat keagungan untuk Allah. Doa iftitah dipaerintahkan oleh Rasulullah sebagaimana dalam hadits :

“Tidak sempurna shalat seseorang sebelum dia bertakbir, memuji Allah ‘azza wa jalla, menyanjungnya, dan membaca ayat-ayat Al-Quran yang dihafalnya…”. (H.R Abu dawud dan Hakim)

Macam-macam bacaan doa iftitah yaitu:

  1. Allahhuma baa’id baynii wa bayna khathaa yaa ya kamaa baa’ad ta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khathaa yaa ya kamaa yunaqqatstsawbul abyadhdhu minaddanas, Allahummaghsilnii min khathaa yaa ya bil maa I watstsalji wal barad.

Artinya :

“ Ya Allah,jauhkanlah diriki dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan timur dari Barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku seperti kain putih yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, es, dan embun”. (H.R Abu dawud)

  1. wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardh hanifammusliman wa maa anaa minal musyrikiina. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaa yaw a mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamin. Laa syariika lahu wa bidzaa lika umirtu wa anaa awwalulmuslimiina. Allahumma antal malik, laa ilaaha illaa antaa subhaa naka wabihamdika anta wa a naa ‘abduka dhalamtu nafsii, wa’ taraftu bidzanbii, faghfirlii dzanbi jamii’an innahu laa yaghfirudzdzunuba illaa anta, wah dinii li ahsanil akhlaaqi laa yahdii liahsanihaa illaa anta, washshrif ‘annii sayyiahaa laa yashshrifu ‘anni sayyiahaa illaa anta labbayka wasa’ dayka, wal khayrukulluhu fii yadayka. Wasysyarru laysa ilayka. Walmahdiyyu man hadayta. Anaa bika ilayka laa manjaa wa laa malja-a minka illaa ilayka. Tabaarakta wa ta’aa layka astaghfiruka wa atuubu ilayk

Artinya :

“ Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan Pencipta seluruh langit dan bumi dengan penuh kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik, Shalatku, hidupku, dan matiku semata-mata untuk Allah. Tuhan alam semesta, tiada sesuatupun menyekutuiNya. Demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang yang pertama-tama menjadi muslim. Ya Allah, Engkaulah penguasa, tiada Tuhan selain engkau semata-mata. Engkau Maha suci dan Maha terpuji, Engkaulah Tuhanku dan akulah hambaMu, Aku telah menganiaya diriku dan aku mengakui dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkaulah yang berhak mengampuni semua dosa.Berilah aku petunjuk kepada akhlaq yang paling baik, karena hanya Engkaulah yang dapat memberi petunjuk kepada aklhaq yang terbaik an jauhkanlah diriku dari akhlaq yang buruk, karena hanya Engkaulah yang dapat menjauhkan diriku dari akhlak buruk. Aku Jawab seruanMu dan aku mohon pertolonganMu, Segala kebaikan di tanganMu, sedang segala keburukan tidak datang dariMu, Orang yang terpimpin adalah orang yang Engka beri petunjuk, Aku berada dalam kekuasaanMu dan akan kembali kepadaMu. Tiada tempat memohon keselamatan dan perlindungan dosa dari siksaMu kecuali hanya Engkau semata. Engkau Maha Mulia dan Maha tinggi, Aku memohon ampun kepadaMu dan bertaubat kepadaMu”. (HR Muslim)

  1. Sama dengan do’a diatas tetapi tanpa kalimat :

Anta rabbii wa anaa ’abduka. artinya :”Engkau Tuhanku dan aku hambaMu”

Dan beliau menambahnya dengan kalimat :

Allahumma antal maliku laa illaa anta subhaanaka wa bihamdika. Artinya : ”Ya Allah, Engkaulah Penguasa, tiada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji:. (H.R Nasai)

  1. Subhaanaka Allahumma wabihamdika wa tabaa rakasmuka wa ta’aa laa jadduka wa laa ilaaha ghayruka.

Artinya :

”Maha Suci Engkau Ya Allah, maha terpuji Engkau dan Maha Mulia namaMu serta maha Tinggi kehormatanMu, tiada Tuhan selain Engkau semata-mata”. (HR Abu dawud dan hakim)

Dan masih banyak riwayat yang shahih lainnya namun riwayat diatas merupakan yang paling sering Rasulullah Saw bacakan.

Doa iftitah (waj-jahtu) sampai (wa’ana minal muslimin)

Hadis doa iftitah dengan ucapan waj-jahtu sampai akhir adalah riwayat sahabat Nabi saw Ali bin Abi Thalib. Dalam kitab-kitab hadis (1) Turmudzi 12:308, (2)Muslim 1:299, (3)Abu ‘Awanah 2 :101, (4)Abu Dawud 1:121, (5) Nasai 2 :130, (6)Ahmad 1:94, 102, (7)Asy-Sya’y 12 terdapat bahwa bacaan doa iftitah itu dimulai dengan wajahtu dan akhirnya wa atubu ilaik.

Tidak ada satu pun riwayat, baik dari Ali tersebut atau dari sahabat Mabi saw yang lainnya bahwa doa tersebut sampai wa’ana minal muslimin saja. Dalam kitab Syarah al-Muhadzdzab 3:319 ada sebutan demikian :

“Kata syaikh Abu Muhammad dalam kitab Tabshirah : Dan disunnatkan makmum segerakan membaca waj-jahtu sampai lafaz wa ‘ana minal muslimin saja, kemudian didengarkan bacaan imamnya”

Maksudnya : makmum yang terlambat turut imam, apabila imam hampir akan membaca al-fatihah, dianjurkan membaca waj-jahtu cepat-cepat sampai wa ana minal muslimin. Hendaklah diketahui bahwa doa iftitah itu satu ibadat, suatu ibadat itu tidak boleh kita kurangi atau tambah menurut perasaan atau pendapat kita sendiri.

Kepada saudara-saudara yang bermahdzab syafi’i kiranya pelu saya terangkan bahwa sesudah menyebut hadis waj-jahtu sampai akhirnya yaitu wa atubu ilaik, imam syafi’I berkata :

Dan dengan ini semua (waj-jahtu sampai wa atubu ilaik)aku berpegang, dan aku perintahkan, dan aku suka seorang kerjakannya, sebagaimana diriwayatkan dari Rasulullah saw dan tidak boleh orang meninggalkan sedikitpun darinya, dan supaya ia mengganti (wa ana awwalu mislimin) dengan (wa ana minal muslimin), maka jika ia menambah padanya sesuatu atau ia kurangi, aku tidak suka itu. (Al-Umm 1:92).

Kesimpulan

  1. Doa Iftitah boleh dibaca dengan memilih salah satu doa iftitah diatas.
  2. Doa iftitah ”Alahu akbar kabiira….wa’ana minal muslimin” tidak sah.
Advertisements