2. Sifat Qiyam

image2012Berdiri Tegak, menghadap kiblat, dan memandang tempat sujud

Rasulullah SAW ketika mendirikan shalat beliau berdiri tegak dan menghadap kiblat, sebagaimana hadits berikut :

“Bahwasanya Rasulullah SAW apabila berdiri untuk shalat beliau tegak berdiri dan mengangkat kedua tangannya kemudian mengucapkan Allahu Akbar:. (H.R Ibnu Majah)

“Bahwasanya nabi SAW bersabda : “Apabila kamu akan mendirikan shalat, maka sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadap kiblat lalu bertakbirlah”. (H.R Bukhari dari Abu Hurairah”

Setelah dapat berdiri dengan tegak maka kita hendaknya mengarahkan pandangan kita kepada tempat sujud dan khusyuk, Rasulullah SAW senantiasa menundukan kepalanya dan memandang tempat sujudnya ketika shalat berdasarkan hadits ;

“Saat shalat Nabi. SAW biasa menundukan kepalanya dan memandang tempat sujud”. (H.R Baihaqi dan hakim)

Rasulullah SAW sangat melarang jika kita shalat dengan menengadah ke langit dan banyak menoleh seperti sabdanya :

”Dari Jabir bin Samurah r.a ia berkata ’Rasulullah SAW bersabda ”hendaklah orang-orang berhenti daripada menengadahkan pandangan mereka ke langit ketika shalat atau tidak akan dikembalikan (pandangan itu) kepada mereka” (HR Muslim)

”Beliau dengan keras melarang menengadah ke langit”. (H.R Bukhari dan Abu Dawud)

”Jika kalian shalat, janganlah menoleh kanan atau kekiri karena Allah akan senantiasa menghadapkan wajahNya kepada hambaNya yang sedang shalat selama ia tidak menoleh ke kanan dan kekiri”. (HR Tirmidzi dan Hakim)

Sabdanya pula :

”menoleh kekanan da kekiri adalah colekan syetan terhadap orang yang sedang shalat (supaya tidak khusyuk)”. (HR Bukhari dan Abu Daud)

Selanjutnya Rasulullah selalu memulai shalatnya dengan takbiratul ihram

Takbiratul Ihram

Menurut Ustadz Wawan Shafwan Shaheludin takbir adalah mengucapkan Allahu akbar yang artinya menyatakan dan mengakui ke mahaagungan Allah. Saperti tahlil  menyatakan tiada Tuhan selain Allah, Tasbih menyatakan kemahasucian Allah. Oleh karena itu seseorang belum benar-benar tahlil apabila ia masih menyekutukan Allah,  Demikian pula ucapan takbir,  sangat besar dosa orang yang bertakbir tetapi dadanya masih penuh kesombongan apalagi bahwa segala sesuatu itu harus terwujud sesuai keinginan dirinya.

وَلاَ تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولاً.

Dan janganlah kamu berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhya kamu tidak akan menembus bumi dan tidak akan setinggi gunung.  Q.S. Al-Isra’ : 37

Ihram artinya mengharamkan sesuatu yang asalnya halal. jadi, takbiratul ihram itu mengucapkan Allahu akbar untuk menyatakan dan mengakui keMaha Agungan Allah yang sekaligus masuk kepada suatu ibadah dan mengharamkan beberapa amalan yang sebelumnya halal, takbiratul Ihram  sudah menjadi istilah dalam ibadah shalat. Hal ini tidak berbeda pada ihram haji atau kata-kata ihlal haji yang mengharamkan pada beberapa amalan. Oleh karena itu kita dilarang memulai bertakbiratul ihram kecuali setelah benar-benar menghadap kiblat dan siap segala sesuatunya untuk menerima perubahan hukum beberapa amalan yang tadinya halal menjadi haram

Tiga sebutan satu amalan

Takbiratul ihram, takbiratul iftitah atau disebut juga takbiratul ula tetap maksudnya sama. Di sebut takbiratul iftitah karena ucapan takbir ini untuk memulai shalat, disebut takbiratul ula lantaran  merupakan takbir pertama pada shalat yang akan diulangi dengan takbir-takbir lainnya.

Wajib hukumnya memulai salat dengan takbiratul ihram bahkan tidak sah salat dimulai dengan bacaan lainnya, di dalam hadis diterangkan:

عَنْ عَلِيَِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ الله ُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُوْرُ وَتَحْرِيْمُهَا التَّكْبِيْرُ وَتَحْلِيْلُهَا التَّسْلِيْمَ

. – رواه الخمسة إلا الترمذي

Dari Ali bin Abi Thalib r.a. dari Nabi saw. , ia bersabda, “Kunci (pembuka) salat itu bersuci, pengharamnya takbir dan penghalalnya adalah salam. H.R. Al Khamsah kecuali At Tirmizi

Lebih tegas lagi hadis yang memerintahkan memulai salat dengan takbir, jika bebar-benar telah menghadap kiblat. Dan dalam hal ini Rasulullah saw tidak mencontohkan bacaan lain, apapun yang panjang bahkan yang pendek.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ الله ُ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا قُمْتَ اِلَى الصَّلاَةِ فَأَصْبِغِ الوُضُوْءَ ثُمَّ إسْتَقْبِلِ القِبْلَةَ فَكَبِّرْ. – رواه مسلم

Dari Abu Huraerah, ia mengatakan, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Jika kamu telah akan salat maka sempurnakan (ratakan) wudu kemudian menghadaplah ke kiblat dan langsung takbir.  H.R.Muslim

Hadis-hadis ini tegas sekali membantah adanya bacaan-bacaan yang sering diamalkan, seperti ta’awwudz, basmalah apalagi melafalkan niat. Rasulullah saw. telah bersabda :

صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَلِّيرواه أحمد والبخاري

Salatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku salat. H.R.Ahmad dan Muslim

(http://www.persis.or.id)

image202image203

Mengangkat Kedua Tangan dan Kaifiyatnya

Mengangkat kedua tangan pada takbiratul ihram itu tinggi, yaitu kedua tangan diangkat sehinggga sejajar dengan pundak dan ujung jari sejajar dengan daun telinga. Marilah kita perhatikan keterangan-keterangan berikut :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ رَفَعَ يَدَيْهِ مَدًّا. – رَوَاهُ الخَمْسَةُ إِلاَّ ابْنَ مَاجَةْ

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, “Rasululah saw. apabila berdiri memulai salat, beliau mengangkat kedua tanganya tinggi”. H.R.Al-Khamsah kecuali Ibnu Majah


وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يَكُوْنَا بِحَذْوِ مَنْكِبَيْهِ ثُمَّ كَبَّرَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Diterima dari Ibnu Umar, ia berkata, “Keadaan Rasulullah saw. apabila berdiri memulai salat, beliau mengangkat kedua tangannya sehingga sejajar dengan kedua pundaknya kemudian mengucapkan Allahu Akbar”.  Mutaafaq Alaih

عَنْ مَالِكِ بْنِ الحُوَيْرِثِ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَادِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِرواه أحمد و مسلم

Dari Malik bin Al Huwairis bahwa Rasulullah saw. apabila takbir, beliau mengangkat kedua tangannya sehingga sejajar dengan telinganya. H.R.Ahmad dan Muslim

Di dalam keterangan lain diterangkan bahwa Rasulullah saw. mengangkat kedua tangannya sehinggga mendekati kedua daun telinganya.

عَنِ البَرَّاءِ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا إفْتَتَحَ الصَّلاَةَ رَفَعَ يَدَيِهِ إِلَى قَرِيْبٍ مِنْ أُذُنَيْهِ . – رواه أبو داود

Dari Al Bara bin Azib bahwa Rasulullah saw. apabila memulai salatnya, ia mengangkat kedua tanganya mendekati kedua telinganya H.R.Abu Daud

Dengan keterangan ini dapatlah kiranya kami mengambil kesimpulan bahwa mengangkat kedua tangan pada waktu takbiratul ihram itu sejajar dengan pundak dan mendekati telinga. Dengan demikian kedua macam keterangan diamalkan secara bersamaan.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله ُ عَنْهُ قَالَ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ لِلصَّلاَةِ نَشَرَ أَصَابِعَهُ. – رواه الترمذي

Dari Abu Huraerah r.a,  ia mengatakan, ‘Rasulullah saw. apabila takbir untuk salat, ia tidak merapatkan jari-jari tangannya H.R. At Tirmizi

Waktu Mengangkat Tangan dan Takbir

Tentang mengangkat tangan dan ucapan takbir terdapat tiga contoh Nabi saw.

Pertama :  mengangkat tangan lebih dahulu dari pada takbir

عَنْ إبْنِ عُمَرَ قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يَكُوْنَا بِحَذْوِ مَنْكِبَيْهِ ثُمَّ كَبَّرَ .مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Ibnu Umar r.a., ia mengatakan, “Keadaan Rasulullah saw. apabila berdiri memulai salatnya, ia mengangkat kedua tanganya sehingga sejajar dengan kedua pundaknya kemudian mengucapkan Allahu Akbar”. Mutaafaq Alaih

Kedua : Mengucapkan takbir lebih dulu dari pada mengangkat kedua tangannya

Diterangkan oleh hadis riwayat Muslim dari Abu Qilabah ketika ia menyaksikan Sahabat Malik Bin Al-Huwairis yang sedang mempraktekkan salat Rasulullah yang ia saksikan sendiri

عَنْ أَبِي قِلاَبَـةَ أَنَّـهُ رَأَى مَالِكَ بْنَ الْحُوَيْرِثِ : إِذَا صَلَّى كَبَّرَ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ … – رواه مسلم

Dari Abu Qilabah bahwa ia melihat Malik bin Al-Huwairis : Apabila salat ia takbir lalu mengangkat kedua tangannya. H.R.Muslim

Ketiga : (Muqaranah) Mengangkat tangan bersamaan dengan ucapan takbirnya

عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ : أَنَّهُ رَأَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ مَعَ التَّكْبِيْرَةِ . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَ أَ بُوْ دَاوْدَ

Dari Wail bin Hujr, sesungguhnya ia melihat Rasulullah saw. mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan ucapan takbirnya. H.R. Ahmad dan Abu Daud

Kebanyakan ulama menyatakan lebih cenderung untuk mengamalkan cara takbir yang ketiga yaitu muqaranah. Mereka berpendapat demikian karena pada muqaranah didapatkan beberapa keutamaan, antara lain dinyatakan oleh Imam Asy-Syaukani pada kitab Nailur Authar, Juz 2 hal : 185. yaitu secara bersamaan terikuti oleh makmum yang tidak melihat atau tidak mendengar bacaan  imam.

Hikmah Mengangkat Kedua Tangan Pada Takbiratul Ihram

Terdapat beberapa hikmah pada mengangkat  kedua tangan beserta takbiratul ihram mengucapkan Allahu akbar, antara lain :

Memahaagungkan Allah -disertai kesediaan yang tulus ikhlas mengikuti RasulNya. Agar terjadi pemasrahan kerelaan, ketentraman, kepatuhan, tak ubahnya tawanan perang yang mengangkat kedua tangannya sambil mengakui kekalahannya

Untuk menyatakan hebat dan sakralnya setiap bacaan dan gerakan-gerakan salat.

Ada yang menyatakan bahwa itu untuk merupakan isyarat akan membuang segala kehidupan duniawi dan menerima seluruhnya akan salatnya, dan munajat kepada Tuhannya sebagaimana yang tercakup oleh kata takbir, maka serasilah antara perbuatan dan ucapan. (www.persis.or.id)

Kesimpulan :

Posisi berdiri waktu shalat adalah tegak dan menghadap kiblat serta pandangan mata kepada tempat

sujud

–  Tidak sah salat tanpa takbiratul ihram

–  Mengangkat kedua tangan pada takbiratul ihram hukumnya wajib

–  Mengangkat kedua tangan sejajar dengan pundak mendekati telinga dengan jari-jari  tidak dirapatkan

–  Dapat memilih salah satu di antara tiga cara takbir dengan angkat tangannya.

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: