Execution or Murder

cover-sm

Pernyataan tak bertanggung jawab yang dilontarkan dalam berita salah satu TV Swasta nasional membuat kelucuan. Berita itu mengungkap tinjauan peristiwa aksi terorisme yang menyusup ke Indonesia. Kejadian BOM Bali yang dilakukan oleh yang terhormat Amrozi cs “merupakan tindakan terorisme di Indonesia” (04.11.08 Trans TV). Yang memakan korban ratusan korban yang sebagian besar dialami oleh orang asing.

Pernyataan berita itu pada berita utama di anggap sudah mulai objektif karena mengungkapkan bahwa Bom yang meledak pada waktu dibali itu tidak mungkin dimiliki oleh seorang Amrozi cs, karena berbahan C-4. Mari kita teliti kebenarannya.

1. Warna dan bentuk asap seperti itu hanya bisa dihasilkan oleh sebuah ledakan nuklir, bukan oleh potassium chlorat atau TNT. Demikian pula bom yang meledak pada Bom Bali I. untuk perbandingan lihat gambar dibawah ini :

bombali1-1 bombali1-1nevada

Gambar bentuk asap bom dikir yang terjadi di dalam peristiwa bom Bali sama seperti asap akibat Bom yang ada di dalam prcobaan bom di Nevada di gambar sebelah kanan.

2. Uji coba nuklir AS di gurun Nevada memberikan perbandingan yang nyata, bahwa bom yang meledak pada Bom Bali I dan Kedubes Australia-Indonesia adalah sejenis nuklir. Foto asap pada ledakan Bom Bali I dapat dilihat di majalah Sabili (20 Oktober 2005) yang berwarna oranye dan membentuk seperti jamur.

Selain bekas ledakannya membentuk semacam kawah (lebar 4m, panjang 7m, dan kedalaman 1,5m) dan korban terbakar di dalam kafe Sari Club seperti “bandeng presto”, tubuhnya utuh tapi tulangnya hancur sehingga tidak bisa diangkat kecuali dialasi kain di bawahnya. (Baca hasil temuan Tim Investigasi MUI dan keterangan alm. ZA Maula)

3. Jika pelaku kedua bom tersebut adalah Amrozi cs, maka pertanyaannya adalah, dari mana mereka mendapatkan akses bahan-bahan peledak tersebut. Sementara peran Amrozi yang membawa karbit (potassium chlorat) dari Lamongan ke Bali pada Bom Bali I dapat dideteksi aksesnya. Mengapa handak (bahan peledak) pada Bom Bali II yang sempat dipublikasi media berupa TNT tidak terdeteksi akses perolehannya?.

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu langsung dengan Jendral Ryamizard Ryacudu. Saya langsung mendengarkan penjelasannya tentang ketidaksanggupan TNI membuat bom yang meledak di Sari Club itu yang pernah ia sampaikan ketika menjabat KSAD.

Benar, confirmed, TNI memang tidak sanggup membuatnya. Lalu siapa? Saya berseloroh, kalau benar Amrozi yang bikin, maka sebaiknya dia dijadikan penasihat Panglima TNI, Jendral pun tertawa!

(swaramuslim.com)

Saya akan menambah kelucuan ini dengan mengutip pernyataan berita itu, “apakah Amrozi sudah mampu membuat bom jenis C-4 karena berpengalaman belajar di negeri Malaysia dan di Afganistan?. Apakah Amrozi sudah lebih memiliki kemampuan merakit bom luar biasa?”, memang hanya sekedar anggapan, tapi itu Suatu pernyataan yang subjektif yang tidak bertanggung jawab. Rupanya “manusia itu” lebih suka memakan bangkai saudaranya sendiri!

“Waiting for someday I will die” saya kutip dari lirik lagu Asylum-beautiful pain memang dialami oleh Amrozi cs, tapi bukan eksekusi. Seperti yang dikatakan oleh yang terhormat al-Ustadz Ba’asyri “itu bukan eksekusi, tapi pembunuhan! Karena tidak berdasarkan fakta yang jelas” Mereka diperkosa dan dipancung hak-hak bicaranya untuk mengatakan kebenaran akan risalah jihad. Kita kutip pernyataannya:

“Ali Ghufron, Amrozi, Hernianto dan aku sendiri menjalankan ‘rekonstruksi’ tersebut. Disadari atau tidak, pada saat itulah kami semua menjadi pengkhianat, yang mengkhianati diri sendiri, mengkhianati risalah jihad.

Ya, mereka bertiga telah berkhianat untuk mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Dan aku sendiri berkhianat untuk secara tolol mengikuti pengkhianatan itu. Aku terjebak oleh argumentasi setan, “Ini versi Hernianto” yang dilontarkan oleh si “sakit gigi sepanjang hari”. Maka pengkhianatan kami seperti itulah yang disebut ‘fakta’ oleh gerombolan penyidik Bom Bali.

Mengapa hal memalukan itu sampai terjadi? Sebabnya, Hernianto telah ‘gembur’ dihajar polisi pada awal penangkapan. Ali Ghufron babak belur. Amrozi kena damprat. Aku tak berbeda. Kami semua under pressure! (Dalam kesaksiannya pada persidangan Ustad Abu di BMG Kemayoran, dia mengaku ditelanjangi dan disundut rokok oleh penyidik Bom Bali I).

Semoga generasi di belakang hari nanti tidak berbuat sebodoh dan selemah kami dalam menghadapi tipudaya dan tekanan thaghut (setan). Ingatlah bahwa, sesungguhnya tipu daya setan itu lemah! (QS. An-Nisa:76).”

Sekarang mari kita dengarkan bagaimana seorang ulama sepuh terus-menerus terzalimi karena harus menanggung beban fitnah yang tidak pernah dia lakukan. Ya, Ustad Abubakar Ba’asyir yang sangat saya kagumi dan banggakan dan saya bersumpah untuk membelanya sampai titik darah penghabisan.

Ia menulis Risalah Banding untuk mengharap keadilan Pengadilan Tinggi DKI yang dimuat dalam buku “Pengadilan Rekayasa Ustad Abubakar Ba’asyir” halaman 174:

“Saya adalah seorang muslim dan insya Allah beriman, saya berdakwah, mengajar di pondok, menasihati orang supaya berakhlak yang baik, berjuang menegakkan syariat Islam, karena tuntutan tanggung jawab di hadapan Allah nanti dan karena keinginan agar negeri ini menjadi baik, tidak mungkin kalau saya mengetahui suatu rencana seperti pengeboman di Bali itu, lalu saya setujui (seperti tuduhan JPU dan Majelis Hakim), setelah terjadi lalu saya mengecamnya. Itu adalah akhlak munafik, na’udzubillah karena perkara yang sudah saya setujui kemudian saya kecam.

Saya berlindung kepada Allah swt dari akhlak seburuk itu yang tidak bertanggung jawab. Maka saya yakin bahwa tuduhan JPU dalam hal ini yang disetujui oleh Majelis Hakim benar-benar dipaksakan, maka ini benar-benar merupakan fitnah jahat yang disengaja untuk tujuan tertentu.

Maka dengan ijin Allah swt saya berharap agar Majelis Hakim Tinggi dalam membahas dan meneliti keputusan ini hendaknya dengan kejujuran dan nurani bersih, jangan ada tujuan menutupi malu atau karena tekanan asing, sehingga dapat menemukan keputusan yang adil tanpa takut pada tekanan siapa pun, kecuali hanya takut kepada Allah swt. Semoga Allah swt memberi petunjuk kepada Majelis Hakim Tinggi menuju jalan-Nya yang lurus. Amin.”

Ternyata kemudian Hakim Tinggi, bahkan MA tidak mendapat petunjuk Allah swt sehingga mereka kembali menzalimi ustad dengan vonis penjara 2,5 tahun.

Apa balasan bagi orang-orang yang menzalimi ulama? Menurut Rasulullah saw, mereka akan ditimpa bencana yang sangat menyakitkan dan memalukan. Apakah bencana itu sudah mereka rasakan? Wallahu a’lam.

Untuk kembali pada ke-objektivan kita bacalah buku:

1. “Terorisme Israel, Membedah Paradigma dan Strategi Terorisme Zionis” (COMES)
2. “Fitnah Itu Akhirnya Terungkap – Investigasi Peristiwa 11-9 dan Perang Amerika Membasmi Terorisme”, karya Dr. Albert D. Pastore, PhD diterjemahkan oleh (alm) ZA Maulani, (9-11)
3. “The Hard Evidence Exposed! The Real Truth” (Fakta Sebenarnya Tragedi 11 September),
4. “American Shadow Government” (Pemerintah Bayangan Amerika)
5. “Bayang-bayang Gurita”, (Mengungkap Pergerakan Freemason dan Organisasi Anti Islam Dunia) ketiganya karya Jerry D. Gray, “Palestina” (Sejarah, Perkembangan dan inspirasi) karya Dr. Muhsin Muhammad Shaleh
6. “Perang Afghanistan”, karya ZA Maulani, dan “Perang Iraq-AS”, (COMES).

Juga lihatlah film-film dokumenter terbaik sebagai winner/best picture 2004 cannes film festival seperti “Fahrenheit 9/11”, “911 in Plane Site”, dan “911 Control Room.”

Film-film dokumenter ini langsung disutradarai oleh sineas AS terkenal seperti Michael Moore. Saya yakin kalau anda membaca buku-buku di atas dan melihat film-film tersebut, maka anda akan mempunyai perspektif yang benar terhadap isu terorisme yang diperdagangkan oleh Bush dan konco-konconya.

Jadi, siapa pelaku teror bom di Indonesia sejak BB1? Pelakunya adalah JI, tetapi bukan JI versi polisi, melainkan JI, Jewish Inteligent (Intelijen Yahudi). JI yang terakhir ini diorganisasikan oleh jaringan intelijen terkuat dan tersolid di dunia yakni MOSSAD yang memiliki jaringan kerjasama erat dengan CIA dan MI6.

Lalu bagaimana dengan orang-orang muslim yang menjadi tersangka teroris? Mereka bukan teroris! Bisa jadi, operasi pengeboman mereka di Indonesia –yang saya tolak dan kecam—justru di-dubbing oleh agen-agen Yahudi atau masuk dan terjebak dalam perangkap “tikus” mereka! Wallahu a’lam.( Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI)

(swaramuslim.com)

Kawan-kawan dari yang kita pelajari sekarang ini, KITA APPLOUSE NOBEL KEBOHONGAN PUBLIK TERBAIK DITERIMA OLEH US DAN ANTEK YAHUDI”

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

2 Responses to Execution or Murder

  1. anto says:

    saya sependapat dengan anda. islam memang sedang disudutkan

  2. rendyadamf says:

    Anto: Di asingkan..tetapi berbahagialah org asing itu yg mangikuti sunnah Rasulullah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: