Underground scene yang diadakan di Kota Serang pada tanggal 26 oktober 2008 lalu, yang bertitle “Overload” merupakan season yang ketiga sejak tahun 2006 lalu. Dan ini adalah kali yang terakhir, menampilkan band-band underground beraliran emo dan metal melalui jalur Audisi. 15 band yang lolos saringan siap beringas membawakan lagu jagoannya on da stage.

Acara ini sempat molor selama kurang lebih 3 jam dari waktu yang ditentukan, dan sempat membuat baik personil maupun mosher kesal. Jam 3 acara pun dibuka dengan penampilan “emotion sickness” yang menganut emo. Acara semakin panas sejalan dengan speed lagu dan teriakan sang vokalis para band yang membangkitkan adrenaline para teman-teman mosher.

7 band telah tampil, telinga pun mulai jenuh dengan lagu yang hampir sama baik nada atau “type”, tapi apa yang terjadi saat band ke-8 seakan memecahkan atmosfer dalam ruangan yang panas. Distorsi berat, feedback, suara vocal yang bernada, dan alunan musik yang menyaratkan emosi sekaligus depresi membuat suasana beda.

Lagu yang dibawakannya bernuansa rock tahun 90-an, atau bisa di sebut grunge, dia bangkit merubah cara pikir penikmat musik waktu itu, Band anggota 3 person yang mengaku “Asylum” itu membawakan 3 lagu berjudul heaven in hell, nowhere, dan hari peristiwa. Tetapi ditengah lagu ketiga mengalami sedikit gangguan karena bassist yang beraksi panggung melompat sehingga tali bass tersebut putus. Tapi alunan musik terus tanpa henti alias “two man show” sehinngga lengkingan melodi akhirnya bass pun kembali mengharmonikan musik itu.

Rupanya Hal itu membuat vocalist (rendy asylum) kecewa, disamping itu dia terbawa hanyut oleh lagu yang mensyaratkan kesedihan dengan konsep “cadas” jadi tidak terkesan cengeng. Aksi panggung yang fenomenal ditampilkan oleh Asylum, end of the show vocalist Asylum melempar gitar ke atas drum, dan personel lainnya tampaknya tahu apa yang dirasakan vocalistnya.

Serentak panitia pun serta pemilik alat naik pitam, dan perang urat syaraf pun terjadi diatas stage, disertai keheranan penonton. “Band gila dari mana ini?”. Acara pun kembali molor selama 20 menit, yang pada akhirnya panitia yang malah minta maaf atas kesalah pahaman, karena dia menyangka bahwa gitar adalah alat panitia. Acara pun dilanjutkan kembali setelahnya.

Apakah kejadian itu adalah kekonyolan Asylum atau memang “habits” grungers yang sering melakukan “vandalist” di akhir acara. Semua itu dikembalikan kepada pandangan masing-masing, “this is up to you to judge us, but here we are and we are grunge” ujar rendy Asylum.

Watch our live :

Asylum Overload 1

Asylum Overload 2

Advertisements