Doa Minum Air Zam-zam dan Menghadap Kiblat

Doa Minum Air Zam-zam dan Menghadap Kiblat

Doa Minum Air Zam-zam

Di beberapa buku panduan ibadah haji dan umrah ada yang menerangkan tentang doa minum air zam-zam dan disunnahkan sambil menghadap kiblat. Kami merasa penasaran dan menganggap perlu untuk meneitinya lebih jauh, apakah memang ketika mium air zam-zam itu disyariatkn berdoa dengan doa yang khusus dan sambil menghadap kiblat. Sejauh penelitian kami bernar terdapat beberapa riwayat yang menerangkan demikian.

Doa ketika minum air zam-zam

“Dari Ikrimah, ia berkata “Ibnu Abba situ apabila minum air zam-zam beliau berdoa ‘Allahumma inni as-aluka ‘ilmannaafian wa rizqawwaasi’an wa syifaa-an minkulli daa-in’ artinya, Ya Allah ya Tuhan kami sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeqi yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit” (HR. Ad Daraquthni)

Sedangkan dalam syarah al-mughni Ibnu Qudamah, III:478, lafal doa ini terdapat sedikit perbedaan, yaitu:

“Bismillaahi Allahummaj’alhu lanaa ‘ilman naafi’an wa rizqan wa si’an wa rayyan wa sya’bawwasyifa-an minkullidaa-iwwaghsilbihi qalbii wamla-hu min hikmatika”

Artinya: Denga menyebut nama Allah, ya Allah Tuhan kami, jadikanlah zamzam ini bagi kami ilmu yang bermanfaat, penghilang dahaga dan rasa lapar dari segala penyakit. Dan cucilah hatiku dengannya serta penuhilah air zamzam ini dengan hikmahmu

Hadis ini menunjukan adanya doa khusus ketika minum air zamzam

Jika diperhatikan dengan sesame hadits ini mauquf (amaliya shahabat), yaitu Ibnu Abbas. Jika tidak ada sandarannya dari nabi pun melakukannya demikian, tau paling tidak ada keterangan yang menunjukan bahwa nabi memberikan taqrir (persetujuan) terhadap amalan tersebut. Semata-mata amaliya shahabat tidak dapat dijasikan dalil. Karena hal yang demikin berbeda dengan Ijam’u shahabat (kemufakatan shahabat) terhadap suatu amalan. Maka ijmau shahabat dapat dijadikan sandaran, keran menjadi dalil akan adanya dalil. Artinya tidak mungkin para shahabat bermufakat trhadap sesuatu yang salah dan menunjukan bahwa nabi SAW pernah melakukannya atau paling tidak memberikan taqrirnya.

Selanjutnya dikemukakan disini bahw hadits ini tidk hanya diriwayatkan oleh ad0dariqithni di dalam sunannya, II:288, tetapi diriwayatkan pula oleh al-hakim dalam kitab al-mustadraknya, I:473, serta Abdurrazak didalan al-mushanafnya, V:112. Tetapi pada ketiga sanad hadits tersebut terdapat kelemahan.

Pertama, Pada riwayat Ad-Daruquthni terdapat seorang rawi bernama Hafs bin Umar al’Anadi. Tentang rawi ini Abu hatim Ar-razi mengatakan

“Seluruh hadits (yang diriwayatkannya) tidak mahfudz (terpelihara dari kelemahan) dan saya sangat khawatir ia itu daif sebagaimana yang diterangkan olah annasa’i.” (Al-kamil fi dhu’afair rijal, II:385, tahdzibul Kamal, VII:42)

Dan masih didalam kitab al-kamil abu hatim menerangkan bahwa Hafs bin Umar al’adani itu layyinul hadits (haditsnya lesu). Adapun an-nasai mengatakan “ia itu tidak tsiqat” (Al-Kamil, II:385)

Kedua, pada sanad riwayat al-Hakim terdapat seorang rawi bernama Muhammad bin Hubaeb AL-Jarudi (ia membawa kabar yang batal dan sanadnya tertuduh didustakan)

Ketiga, Sanad Hadis riwayat Abdurrazaq terdapat rawi yang sama sekali tidak disebut namanya alias mubham. Daam hal ini, Ats-Tsauri mengabarkan hadts tersebut dengan kata-kata telah mengabarkan kepadaku orang yang menerangkan dari Ibnu Abbas.

Dengan keterangan-keterangan dan jarh (kritikan) dari para ulama hadits tersebut jelas sekali bahwa doa khusus ketika minumair zamzam ini tidak dpaat diamalkan semata-mata berdasarkan hadits daif. Selain itu hadis ini hanya bersumber dari Ibnu Abbas seorang

Menghadap kiblat

Tentang minum air zamzam menghadap kiblat ini didapatkan dihadits berikut ini:

“dari Abdurrahman bin Abu Bakar, ia berkata “Saya berada didekat Ibnu Abbas yang sedng duduk, lalu datanglah seorang laki-laki, ia (Ibnu Abbas) bertanya “Dari mana engkau?’ ia menjawab ‘dari zamzam dan aku minum air itu sewajarnya, memangnya kenapa?’ Ibnu Abbas menjawab ‘Jika kamu minum air zamzam dari tempatnya hendaklah menghadap kblat, bacalah bismillah, hembuskanlah tiga kali dan minumlah sampai benar-benar kenyang dan bila kamu telah selesai ucapkanlah Alhamdulillah, karena sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda “sesungguhnya perbedaan antara kami dengan orang-orang munafik itu, mereka minum air zamzam tidak sampai benar-benar kenyang”

Hadis ini diriwayatkan olej ad-Daraquthni, sunan ad-daraquthni, II:288; Ibnu maja, Sunan Ibnu Majah, III:489, dan alhakim, Al-Mustadrak, I:472

Ternyata setelah kami teliti tidak didapatkan kelemahan pada untaian sanadnya, semua rawi-rawinya tidak ada kelemahan yang berarti, Selain Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz. Ia dijarah (kritik) ileh Ibnu Adi tetapi kritikan ii sangat ngambang sehingga tidak dapat menyebabkan rawi ini dinyatakan lemah. Hanya saja pada matannya harus dibagi dua

Pertama, kata-kata – Jika kamu minum air zam zam dari tempatnya hendaklah menghadap kiblat, bacalah bismillah, hembuskanlah tiga kali itu semata-mata hanya ucapan Ibnu Abbas, tepatnya hadits mauquf. Dan sebagaimana telah diterangkan sebelumnya bahwa amaliyah atau qauliyyah shahabat tidak dapat dijadikan dalil. Sehingga tidak dapat kita mengatakan bahwa minum air zamzam ditempatnya itu disyariatkan menghadap kiblat. Karena Shahabat Rasulullah SAW itu bukan pembuat syariat.

Kedua, kata-kata – minumlah sampai benar-benar kenyang – sampai benar-benar kenyang ini merupakan fatwa beliau yang berdasarkan Sabda Rasulullah SAW. Tampak hadits ini Ibnu Abbas mengatakan alasannya mengapa mesti inum sampai kenyang, karena sabda Rasulullah SAW yaitu “Sesungguhnya perbedaan antara kami dengan orang-orang munafik itu, mereka minum air zamzam tidak sampai benar-benar kenyang”

Dengan keterangan-keterangan dan ulasan diatas, jelaslah bahwa air minum air zamzam ditempatnya (sumur zamzam) tidak disyariatkan menghadap kiblat. ARtinya menghadap kemanapun sama saja

About these ads

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

One Response to Doa Minum Air Zam-zam dan Menghadap Kiblat

  1. menjelang kedatangan jemaah haji, do’a minum air zamzam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 58 other followers

%d bloggers like this: