Membaca Al-Fatihah Dibelakang Imam

Membaca Al-fatihah di belakang imam

Perselisihan imam-imam tentang ma’mum membaca dibelakang imam

Ditentang masalah nii, telah bersselisih ulama atas tiga golongan, disini kita akan terangkan dalil-dalil bagi tiap-tiap (satu golongan_dari mereka, dengan ringkas dan kita akan terangkan apa yang kuat dari antara dalil-dalil mereka, dan mana yang lemah.

Kita mulai berkata padahal dengan perolongan Allah adanya kejayaan dan padaNya perserahan diri :

 

Golongan pertama berkata :

Sesungguhnya tidak tersenmbunyi bagi orang yang ada pengetahuan tentang hadis, hal wajib membaca Al-Fatihah di belakang imam, karena keterangan yang diriwayatkan dari ‘Ubadah bahwasany ia telah berkata :

 

1.   Rasulullah saw pernah salat subuh lantas bacaan jadi berat atasnya (yakni terganggu), maka sesudah selesai, Rasulullah berkata” …aku rasa kamu membaca dibelakang imam”. Lantas kami jawab “ya, betul! Ya Rasulullah” Sabda rasulullah “…jangan kamu berbuat begitu melainkan bacalah ummul quran, karena sesungguhnya tidak sah salat bagi orang yang tidal membacanya (H.R Abu Dawud dan Turmudzi).Dan pada satu lafaz lain :

 

2.   ….Jangan kamu baca sesuatu daripada quran, apabila aku baca keras, melainkan ummul-quran (H.R Abu Dawud, Nasai dan Daraquthni, ia berkata “sekalian rawi-rawinya itu orang yang boleh dipercaya”) dan diriwayatkan dariUbadah :

 

3.   Sesungguhnya Nabi saw telah berkata “..janganlah seorang pun daripada kamu membaca sesuatu daripada quran diwaktu aku baca keras, melainkan Ummul-quran (H.RAbu Dawud). Ia berkata “…orang-orang yang meriwayatkan itu orang-orang yang boleh dipercaya

 

Hadis Ubadah ini, sesungguhnya diriwayatkan juga oleh Ahmad dan oleh Bukhari di risalah Juz-ul-qira’ah dan ia sahkan, dan oleh Ibnu Hibban dn Baihaqi dari jalan Muhammad bin Ishaq bin Yasir, dan satu daripada yang menyaksikan dia, ialah apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dari jalan Khalid, dari Abi Qilabah, dari Muhammad bin Abi Aisya dari seorang daripada Nabi saw katanya :

 

4.   Telah berkata Rasulullah saw”…barangkali kamu membaca dibelakang imam di waktu imam baca?. Mereka menjawab “…sesungguhnya memang kami berbuat begitu’..sabda Rasul “..tidak boleh! Melainkan kamu membaca fatihatul kitab” (kata Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani : sanadnya baik.

 

5.   Dan telah diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban dari jalan Aiyub, dari Abi Qilabah dari Anas dan ia berkata “bahwasanya dua-dua jalan itu terpelihara yaitu dengan lafaz : “telah berkata Rasulullah saw “..Adakah kamu membaca di dalam salat kamu dibelakang imam, sedang imam membaca?..janganlah kamu berbuat demikian tetapi hendaklah masing-masing dari kamu baca fatihatul kitab dihatinya”

Dan diriwayatkan pula oleh thabrani di Ausath dan oleh Baihaqi dan oleh Abdurrazaq dari Abi qilabah, daro Nabi saw dengan tidak tersebut perantaraannya dan juga dari Abu Hurairah katanya :

6.   Telah berkata Rasulullah saw “..barangsiapa salat satu salat dengasn tidak membaca ummul quran padanya, maka salat itu tidk sempurna, tidak sempurna, tidak sempurna, tidak cukup..Saya berkata “ya Aba Hurairah! Bagaimana hal sedang saya sering di belakang imam?

 

Maka Abu Hurairah pijit lengan saya dan ia berkata “bacalah akan dia dihatimu (H.R Muslim, Abu Dawud, Malik di Muwath-tha’)

 

Ketahuilah bahwa faham yang diidapati dengan lekas dari hadis-hadis yang sahih dan terang ini ialah harus makmum membaca al-fatihah dibelakang imam, maupun diwakti baca al-fatihah ataupun surah dan (hadis-hadis itu)pula, patut menjadi pentakhsieh nas-nas yang mwnyuruh kita diam dan tidak baca.

 

Tetapi dijawab : adapun tentang menetapkan sahnya hadis ubadah (no.1) itu ada pembicaraan karena hadis itu tidak diriwayatkan melainkan dengan perantaraan Ibnu Ishaq begitulah kata imam Ahmad bin Hanbal. Ibnu Ishaq ini sendirian disatu riwayat, tidak boleh dijadikan pegangan , karena ia seorang yang diperselisihkan orang tentang kejujurannya.

 

Sesungguhnya kebanyakan ulama yang termahsyur telah menuduh dia dengan bermacam-macam tuduhan. Kalau tuan mau tahu hal yang sebenarnya periksalah “al mizan” karangan imam Adz-dzahabi. Dan telah berkata Syaikhul-Islam, Ahmad bin Taimiyah di kitab fatawinya, juz kedua : “hadis ubadah itu muallal(ada cacatnya,lemah). Diriwayatkan hal itu dari imam-imam ahli hadis speti Ahmad dan lainnya, dan sesungguhnya telah diterangkan kelemahan hadis itu dilain daripada tempat ini….Sesudah tuan ketahui hal itu, maka teranglah bahwa hadis ubadah itu tak dapat dijadikan pembatas dan tidak boleh dijadikan alasan.

 

Adapun hadis yang diriwayatkan dari jalan Abi Qilabah itu kata Imam Baihaqi ‘jalan riwayat itu tidak terpelihara”

 

Adapun hadis Abi Hurairah itu dita’wil untuk bukan makmum, dan akan dating hadis jabir yang menerangkan dengan tegas bahwa bacaaan al-fatihah itu tidak boleh diringgalkan melainkan dibelakang imam. Adapun perkataan Abu Hurairah “bacal dihatimu” itu tidak boleh dijadikan alasan karena ia itu perkataan sahabat, sedang perkataan sahabat tak boleh dibuat alasan, terutama maslah ijtihadm dan terutama lagi kalau berlawanan dengan orang yang seperti dia juga adanya.

 

Golongan kedua bekata :

 

Bahwa sesungguhnya tidk harus makmum membaca apapun dibelakang imam, tidak boleh al-fatihah, tidak boleh surah, maupun salat yang nyaring atau yang lainnya. Dalil bagi yang demikian itu, haids yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Syaddad :

 

7.   Sesungguhnya Nabi saw telah berkata “…barang siapa turut imam,maka bacaan itu bacaan baginya” (H.R Ahmad dan Daraquthni)

 

Dan telah diriwayatkan oleh Khalal daripadanya pula yang ia telah berkata :

 

8.   Seorang laki-laki pernah membaca dibelakang Rasulullah saw maka seorang laki-laki lain memberi isyarat kepadanya supaya ia tidak membaca, orang itu tidak mau turut melainkan tetap membaca, sesuda selesai Rasulullah salat, maka laki-laki itu berkata kepada orang itu, “mengapa kamu baca dibelakang iamam?” ias jawab “mengapa kamu larang aku membaca?”. Maka sabda Rasulullah saw “..apabila engkau turut imam, maka sesungguhnya bacaan itu jadi bacaan bagimu”

 

Dan pada stu riwayat bagi Khalal dan daraquthni juga denganlafaz lain

 

9.   cukup bagimu bacaan imam, maupun ia baca perlahan atau nyaring. Dan diriwayatkan pula dari Jabir ;

 

10. sesungguhnya nabi saw telah bersabda “tiap-tiap salat yang tidk dibaca padanya ummul quran, maka ia itu tidak sempurna, melainkan kalau membaca dibelakang imam(H.R Khalal)

 

Diriwayatkan pula daripadanya, tetapi tak sampai kepada Nabi dengan lafaz :

 

11. barangsiapa salat satu rakaat yang tidak ia baca padanya ummul quran, maka tidak dinamakan ia itu slat, melainkan kalau dibelakang imam (H.R Malikdi Wath-tha dan disahkan dia)

 

Diriwayatkan dari Nafi’

12. Sesungguhnya adalah Ibnu Umar kalau ditanya “adakah seseorang mesti baca dibelakang imam?” ia jawab “apabila seseorang daripada kamu salat dibelakang imam, cukuplah baginya bacaan imam, dan apabila ia salat sendiri hendaklah ia baca.

 

13. dan adalah Abdullah bin Umar tidak biasa membaca dibelakang imam (H.R Malik di Mu-what-tha)

 

Diriwayatkan dari Atha:

14. bahwasanya ia penah bertanya kepada Zaid bin Tsabit arihal membaca dibelakang imam, maka ia jawab “tidak ada sekali-sekali bacaan dibelakang imam apapun” (H.R Muslim)

 

Ketahuilah bahwasanya hadis riwayat Ibnu Syaddad itu telah diriwayatkan juga dengan tidk putus sanadnya dari bebeapa jalan yang semuanya itu lemah. Begitulah kata pengarang Al-Muntaqa daripada ahli-ahli hadis golongan Hanbali dan ahli-ahli fiqh mereka, dan negitu juga kata Hafizh Ibnu Hajar, sebenarnya hadis itu murasal(yakni gugur nama sahabat yang dengan dari Nabi)

 

Tetapi sahnya riwayat itu disaksikan oleh hadis jabir nabi saw dan begitu juga perkataanya sendiri, dan perkataan Ibnu Umar dan Zaid bin Tsabit, haid ini menunjukan bahwa makmum itu tidak boleh membaca dibelakang imam yang membaca nyaring atau perlahan.

 

Adapun orang yang mengatakan wajib makmum baca diwaktu imam baca perlahan dengan alasan firmanAllah ta’ala :

 

15. Apabila dibaca quran, hendaklah kamu dengar kaan dia dan diam supaya kamu diberi rahmat”. Itu perlu difikirkan karena ayat ini, bukan dihadapkan kepada esmua orang mukmin, tetapi kepada orang kafir.Allah tidak perintah neeka dengan perkataan yang tersebut melainkan lantaran kebiasaan mereka terhadap kepada Rasulullah saw ialah membantah hingga mereka berkata dihikayatkan oleh Allah

 

16. janganlah kamu dengar quran ini dan bikin rebut pada(waaktu baca)dia supaya kamu bias menang. Lantaran itu pantaslah Allah perintah mereka dengar dn diam supaya dapat memperhatikan apa-apa yang ada didalamnya daripada dalil-dalilakal dan tauhid, supaya mereka dapat rajmat dan terpimpin kejalan yang kebenaran.

 

Dalil yang paling kuat adalah bahwa sekiranya yang dimaksudkan dengan firman Allah “dengarlah akan dia dan diamlah” itu orang-orang mukmin tentu Ia tidak bekata”supaya akmu dpat rahmat” karena Allah ta’ala telah tetapkan di ayat yang dahulu dari ini, bahwa quran itu tetap jadi satu rahmat bagi mu’min, maka bagaimanakah patut Ia berkata dengan tidak berselang lagi bahwa mendengar quran itu sati rahmat bagi mu’min?

 

Kalau kita berkata, bahwa yang dimaksudkan denga ayat itu orang kafir, maka ketika itu pantaslkah perkataan Allah”supaya diberi rahmat” karena jadi maknanya “dengarlah akan dia dan diamlah, supaya kamu memperhatikan dalil-dalil yang tidak dapat dikalahkan yang ada padanya, lalu kamu beriman kepada Rasul, lantas kamu jadi oranr-orang yangdapat rahmat.

 

Oleh sebab itu tetaplah bahwa mengartika ayat tadi menurut takwil yang kami sebut itu lebih utama. Dan di waktu itu gugurlah arti yang diberi oleh pembantah, Karena kami telah terangkan nahwa ayat itu tidakmmengenal orang mukmin tetapi hanya mengenai orang kafir dari permulaan zaman Rasul menyampaikan wahyu dan seruan adanya

 

Telah berkata golongan ketiga :

 

“Sesungguhnya apabila dibaca quran hendaklah kamu dengar akan dia dan diam, supaya kamu diberi rahmat” itu turunnya di Makkah. Telah berselisihan ulama tentang sebab turunnya. Dan diantara mereka ada yang berkata “turunnya itu tentang urusan salat, dari antara mereka adapula yang berkata ‘turunnya itu tentang khutbah, tapi qaul ini amat lemah.

 

Tidak perlu kita memanjangkan masalah ini, karena yang terpakai itu ialah menurut umumnya (arti_lafaz, bukan menurut sebab turunnya yang tertentu. Ayat itu mengenai tiap-tiap orang yang bacakan quran atasnya, yakni wajib ia dengar dan ia diam, dan dalil bagi yang demikiasn ilaha apa yang diriwayatkan dari Basyir bin Jabir yang ia telah berkata ;

17. Ibnu Mas’ud pernah salat lalu ia mendengar orang-orang baca bersama imam. Sesudah selesai ia berkata “belumkah kamu faham? Belumkah kamu faham? Apabila dibaca quran hendklah kamu dengar akan dia dan diam sebagaimana Allah perintah kamu(H.RIbnu Jarir ditafsrnya).

 

Dengan itu dapatlah diketahui kekeliruan orang yang berkata bahwa ayat itu terhadap orang kafir, kalaumemang begitu tentu Ibnu Mas’ud tidk berdalil dengan ayat itu. Dari ayat yang mulia ini, dikeluarkan hukum makmun membaca dibelakang imam yakni tidak wajib atasnya, kalau ia mendengar bacaan imamnya danwajib ia membaca kalau tidak dengar dan ia tidak boleh diam, Karen adiam itu tidak dperintah melainkan untuk mendengar. Hali ini disaksikan oleh satu riwayat dari Abu Hurairah :

 

18.       Sesungguhnya rasulullah saw telah bersabda “dijadikan imam tidak lain melainkan untuk diturut ia, lantaran itu kalau ia takbir hendaklah kamu takbir, apabila ia baca hendaklah kamu diam (H.R Lima imam, kecuali Turmudzi, dan akat Muslim Hdis itu sahih).

 

Dan diriwayatkan pula oleh Abu hurairah ;

19.       Sesungguhnya ssudah Rasulullah saw selesai dari pada satu salat yang ia baca dengan nyaring, lalu ia bersabda “adakah siapa-siapa antara kamu baca bersama-sama aku tadi? Maka jawab seseorang “ya ya Rasulullah” maka Rasulullah bersabda “aku mau bertanya, mengapa aku dilawan mebaca alquran?” kata Abu Hurairah sesudah itu berhenti orang-orang daripada membaca bersama Rasulullah daisalat yang demikian itu dari Rasulullah baca nyaring, ketika mereka dengar yang demikian itu dari Rasulullah saw (H.R Abu Dawud, Nasi, Turmudzi dan ia berkata “hadis itu baik dan diriwayatkan oleh Malik di Mu-wath-tha dn oleh Syafi’ie,Ahmad dan Ibnu Hibban)

 

Dan hadis Abu hurairah itu diriwayatkan pula oleh Daraquthni dengan lafaz lain :

 

20.       Rasulullah saw pernah salat satu salat, maka sesudah selesai, Rasulullah saw bertanya “adakah siapa-siapa dari antara kamu baca sesuatu daripada quran?” maka seorang daripad orang ramai itu berkata “ saya ya Rasulullah” lalu Rasulullah saw bersabda “mengapa?” Aku bertanya “mengapa aku dilawan baca quran?” apabila aku baca prlahan, hendaklah kamu baca. Dan apabila aku baca keras, janganlah seorang pun baca bersama ku”

Dan diriwayatkan oleh Baihaqi dari Abi Wa’il :

21. Sesungguhnya seorang laki-laki pernah bertanya kepada Ibnu Mas’ud perihal mebaca dibelakang imam, maka ia jawab “diamlah bagi mendengarkan quran, karena di dalam salat itu ada urusan, dan bacaan itu akan dikejakan oleh imam untukmu.

 

Telah berkata Ahmad ;

 

Kami taidak pernah dengar seorangpun dari ahli Islam berkata bahwa Imam itu, apabila baca dengan nyaring, tidak sah salat orang yang dibelakangnya, kalau ia tidak baca dan ia berkata “itu Nabi saw dan sahabat-sahatabatnya dan tabi’ien dan itu Malik di Hijaz dan itu Tsauri diIraq, itu Auza’ie si Syam , dan itu Lays di Mesir tidak mereka berkata “Bathal salat seorang yang salat dengan tidak membaca, padahal imamnya membaca”

 

Yang kuat adalah golongan ketiga

 

About these ads

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

One Response to Membaca Al-Fatihah Dibelakang Imam

  1. Fery says:

    makasih panduan shalatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers

%d bloggers like this: