Bisakah Menghadirkan Arwah atau Roh ?

Adanya suatu keyakinan yang sudah lama kita ketahui bahwa kita sebagai manusia terdiri dari dua unsure, yaitu ruhaniyah (roh) dan jasadiyah (jasad). Apabila kita membicarakan tentang roh maka hal itu merupakan perkara yang ghaib, untuk mengetahui tentang hal ghoib secara imani tentu saja bukan berdasarkan atas suatu anggapan, perkiraan dan kepercayaan yang tidak ada dasarnya, melainkan harus berdasarkan Firman Allah Yang Maha Tahu termasuk hal ghoib dan  sabda Rasul-Nya

26. (dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. 27. kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya Dia Mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. (QS. Al-Jin: 26-27)

50. Katakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?” Maka Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?” (QS. Al-An’am:50)

Tulisan ini terbatas hanya mengkaji benarkah adanya suatu anggapan yang menyebar dimasyarakat kita tentang “menghadirkan ruh” orang yang sudah mati, baik itu sudah lama, leluhur, kakek, nenek, mbah, buyut ataupun yang baru saja meninggal. Yang perlu kita ketahui adalah bagaimana ruh atau bagaimana perjalanan ruh setelah kematian dan meninggalkan jasad kita setelah kita meninggal, apakah masih disekitar kita (dunia) atau disebut bergentayangan, atau ada di alam ruh? Apakah benar bisa menghadirkan ruh orang yang meninggal kembali kedunia dengan menyurup kejasad orang lain dan berbincang dengan kita? Berikut kajiannya.

  1. Manusia

 

a.1 menurut bahasa

menurut bahasa arab manusia berasal dari kata an-naas atau juga disebut al-insan yang berarti sesuatu yang hidup dengan pola piker (akal)

 

a.2 menurut istilah

Menurut istilah manusia adalah nama makhluk dari semua keturunan Adam a.s

 

a.3 Proses Terjadinya manusia (jasad)

šYn=y{ z`»|¡SM}$# `ÏB 9@»|Áù=|¹ ͑$¤‚xÿø9$%x. ÇÊÍÈ

14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, (QS. Ar-Rahman:14)

28. dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, (QS. Al-Hijr: 28)

7. yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. (QS. As-Sajdah: 7)

11. Maka Tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): “Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa[1] yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat. (QS. Ash-Shaafat: 11)

 

[1] Maksudnya: malaikat, langit, bumi dan lain-lain.

59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), Maka jadilah Dia.(QS. Ali-Imran:59)

12. dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

13. kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

14. kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (QS. Al-Mu’minun: 12-14)

 

a.4 Proses Terjadinya Manusia (Ruh)

9. kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS, As-Sajdah: 9)

29. Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud[2]. (QS. Al-Hijr: 29)

 

[2] Dimaksud dengan sujud di sini bukan menyembah, tetapi sebagai penghormatan.

Dan Salah satu perjanjian agung yang terikat antara ruh dengan Allah SWT sebelum ruh ditiupkan kedunia dapat kita ketahui dari Firman-Nya:

172. dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

 

  1. Ghaib

Pengertian Ghaib adalah sesuatu yang tidak terjangkau oleh panca indera, tidak akan dapat disampaikan olej ketinggian akal, dan hanyalah dapat diketahui melalui kabar-kabar para nabi alaihimussalam (Ar-Raghib:717)

  1. Ruh

Menurut ajar Islam, kita akan menemui beberapa pengetahuian tentng roh ini, Allah SWT mengisyaratkan mengenai roh ini dalam Firman-Nya sebagai berikut:

 

85. dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu Termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (QS. Al-Isra: 85)

 

Roh Manusia adalah sesuatu yang berada pada alam yang ghaib yang tidak ada seorang pun manusia termasuk Nabi SAW mengetahui dengan pasti tentang bentuk dan bagaimana dia hidup

 

“Abdullah r.a berkata ‘pada suatu ketika aku berjalan-jalan dengan nabi SAW disebidang kebun. Beiau bertongkat pelepah kurma. Tiba-tiba lewat serombongan orang-orang Yahudi, setengah dari mereka berkata kepada yang lain “Tanyakanlah kepadanya (Nabi SAW) masalah Roh!”. Kata yang lain “tidak ada faedahnya ditanyakan kepadanya, niscaya jawabannya akan menjengkelkanmu” Kata yang lain “tanya sajalah”. Selanjutnya datanglah sebagian dari mereka kepada beliau menanyakan perihal roh. (setelah mendenar pertanyaan mereka) Rasulullah terdiam tidak langsung menjawab apa-apa. Aku tahu ketika itu beliau sedang mendapat wahyu. Karena itu aku tetap saja pada tempatku, setelah wahyu selesai turun beliau membaca ayat QS. Al-Isra’:85 (HR. Muslim)

 

  1. Perjalanan ruh setelah mati

Berikut adalah hadits shahih Muslim yang panjang sekali yang menerangkan tentang bagaimana perjalanan ruh setelah mati baik itu ruh orang yang beriman maupun orang yang durhaka

Dari al-Bara’ bin Azib ia berkata “Pada suatu saat aku pergi bersama Rasulullah AW mengantarkan jenazah seorang shahabat dari kalangan anshar. Ketika jenazah tiba dikuburan, ternyata kuburannya belum dibuatkan liang laad. Kemudian Rasulullah SAW duduk menghadap kiblat dan kami pun susuk disampingnya seakan-akan di atas kepala kami ada seekor burung, dan ditangan beliau tergenggam tongkat yang menancap ditanah. Rasulullah SAW mengarahkan pandangannya ke langit dan menundukannya lagi ke tanah. Rasululullah melakukannya sampai tiga kali seraya bersabda “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur”,  kemudian Rasulullah berdoa “ Allahumm inni a’udzubika min ‘adzaabil qubri” (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur) beliau membacakannya hingga tiga kali. Rasulullah SAW bersabda “sesungguhnya hamba seorng mukmin jika ia terpitus dari kehidupan dunia lalu menuju kehidupan akhirat, niscaya akan turun kepadanya malaikat dari langit dengan wajah yang putih bersinar, sehingga seakan-akan wajah mereka ialah matahari, dimana mereka membawa kain kafan dan kamper dari surge dan mereka duduk sejauh mata memandang, tidak lama kemudian datang malaikat maut dan duduk disamping kepalanya seraya berkata “wahai ruh yang baik – dalam riwaat yang lain- wahai ruh yang tentram keluarlah kamu menuju ampunan Allah SWT dan keridhaan-Nya”. Rasulullah SAW bersabda “kemudian ruh itu keluar menetes bagian tetesan air yang keluar dari mulut celek, dan malaikat maut mengambilnya –didalam riwayat lain- hingga ruh itu keluar maka setiap malaikat yang ada diantara langit dan bumi juga setiap malaikat yag ada dilangit mendoakannya, kemudia dibuatkannya pintu-pintu langit, dan tidak ada satupun malaikat penjaga pintu lagit kecuali mereka berdoa kepada Allah supaya menaikan ruhnya dari arah mereka.

Keika malaikat maut mengambilnya, maka ruh itu tidak dibiarkan berada dalam genggaman tangannya sekejap matapun melainkan mereka segera mengambilnya dan meletakannya diatas kain kafan yang mereka bawa (dari surga) yang telah ditaburi kamper (dari surga), sebagaimana disinyalir oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

61. dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- Malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (QS. Al-An’Am: 61)

Kemudian menyebar daridalam kain kafan tersebut bah arum bagaikan bau harum minyak kasturi yang pernah kamu temukan dibumi. Rasululah SAW bersabda “Selanjutnya para malaikat membawanya naik kelangit), dan tidklah ruh itu dibawa melewati seornang malaikatpun, kecuali malaikat tersebut akan bertanya “Ruh siapakah yangmenyebarkan bau harum ini?” Para malaikat yag membawanya menjawab “Ruh fulan bin fulan”, seraya mereka menyebutkan sejumlah nama panggilan yang baik biasa dipanggilkan kepadanya waktu didunia hingga mereka tiba dipintu langit dunia, mereka meminta dibukakan pintu kepada penjaganya, lalu penaganya membukakan untuk mereka, sementara seluruh malaikat penhuni setiap angit turut mengantarkannya hingga tiba di pintu langit berikutny, dan mereka berhenti dilangit ketujuh. Kemudian Allah SWT berfirman :catatlahbuku catatan amal hambaku ini di ‘illiyyin

19. tahukah kamu Apakah ‘Illiyyin itu?

20. (yaitu) kitab yang bertulis,

21. yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah). (QS. Al- Muthaffifin: 19-21)

Setelah buku catatan amalya dicatatkan di ‘iliyyin, maka Allah berfirman “kembalikanlah ruh ini kebumi, karena Aku telah berjanji kepada mereka,bahwa darinya Aku menciptakan mereka, pada Alu mengembalikan mereka dan darinya Aku mengeluarkan mereka pada kesempatan yang ain: Rasulullah SAW bersabda “kamudian ruh itu dikembalikan lagi kebumi, dan ruh itu dikembalikan kejasadnya”. Rasulullah bersabda “ia (jenazh itu) mendengar sandal-sandal shahabatnya ketika mereka kembali (dari kuburannya)

Selanjutnya akan datang kepadanya dua malaikat yang keras bentakannya, seraya membentaknya serta mendudukkannya. Kemudian keduanya bertanya kepadanya.,”siapa Rabbmu?” ia menjawab “Tuhanku Allah”. Keduanya bertanya “Apa agamamu?” ia menjawab “agamaku Islam” keduanya bertanya “bagaimana mengenai seorang laki-laki yang telah diutus di tengah-tengah kamu?” ia menjawab “ia adalah rasulullah SAW” keduanya bertanya “ apa yang kamu lakukan?” ia menjawab “aku membaca kitab Allah (Al-Quran), kemudian aku mengimam serta membenarkannya” salah satunya membentaknya seraya bertanya “siapa rabbmu? Apa agamamu? Siapa Nabimu?” hal itu merupakan fitnah (ujian) terakhir yang dihadapi seorng mukmin, seperti yang diisyaratkan Allah SWT didalam firman-Nya:

27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu[3] dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Ibrahim: 27).

 

[3] Yang dimaksud ucapan-ucapan yang teguh di sini ialah kalimatun thayyibah yang disebut dalam ayat 24 di atas.

Ia menjawab “Rabbku Allah, agamaku islam, dan nabiku Muhammad SAW”

Kemudian terdegar suara penyeru yang berseru dari langit “sugguh benr hamba-Ku, maka hamparkanlah untuknya permadani dari syurga, pakaikanlah untuknya pintu menuju surge” Rasulullah SAW bersabda “kemudian ia mencium bau harum dan wewangian surge serta dilapangkan baginya kuburannya sejauh mata memandang”

Rasulullah SAW bersabda “ setelah itu datang kepadanya dalam riwayat lain “diserupakan kepadanya seorang lelaki yang berwajah tampan, berpakaian bagus serta menebarkan bau harum, seraya berkata “Aku mengabarkan sesuatu kabar yang akan menggembirakanmu. Aku akan mengabarkan keridhaan dari Allah SWT serta surge-surga yang didalamnya penuh dengan kenikmatan yang kekal. Ini adalah harimu yag dahulu engkau dijanjikan” Ia (jenazah itu) berkata”juga bagimu, semoga Allah mengebarimu dengan kabar yang baik, siapakah anda ini sesungguhnya? Dimana wajahmu mencerminkan wajah orang yang selalu mengerjakan kebaikan” lelaki itu menjawab “Aku adal amal shalihmu. Demi Allah, tidaklah aku mengetahuimu selain kamu adalah orag yang bersegera dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah serta menahan diri dalam kemaksiatan kepada Allah, sehingga Allah membalasmu dengan kebaikan”

Setelah itu dibukakan kepadanya pintu surge dan pintu neraka, seraya dikatakan “Ini tempatmu kelak, jika kamu berbuat maksiat kepada Allah, kemudian Allah menggantinta dengan tempat ini, dan ia melihat tenpatnya kelak disurga seraya berkata “ Wahai Tuhanku, segerkanlah kiamat supaya aku dapat berkumpul kembali dengan keluargaku dan hartaku” kamudian dikatakan kepadanya “Diamlah dengan tenang”

“Sesungguhnya orang durhaka, jika ia mengundurkan diri dari kehidupan dunia dan terputus dari urusan akhirat, niscaya akan turun kepadanya para malaikat yang kasar lagi keras dengan wajah yang hitam pekat dan membawa kain kafan yang kasar dari neraka, kemudian mereka duduk dihadapannya sejauh mata memandang. Tidak lama kemudin datang malaikat maut dan duduk disamping kepalanya,seraya berkata “wahai ruh yang jelek keluarlah menuju kemurkaan serta kebencian Allah” rasulullah AW bersabda “selanjutnya malaikat maut emaksa ruh tersebut berpisah dari jasadnya dan mencabutnya bagaikan mencabut besi tusukan dagung yang banyak cabangnya dari bulu domba yang basah, dimana turut terputusnya urat-urat dan urat-urat saraf bersamamu dengan tercabutnya ruh.

Kemudian setiap malaikat yag ada di antara langit dan bumi dan malaikat yang ada di langit melaknatnya dan pintu-pintu lan I dikunci, sertatidak ada seorang pun malaikat penjaga pintu melainkan mereka berdoa kepada Allah supaya tidak menaikan ruh itu dari arah mereka. Ketika malaikat maut mengambilnya, maka ruh tersebut tidak dibiarkan berada dala genggaman tangannya sekejap mata punmelainkn mereka segera mengambilnya serta meletakannya di atas kain kafan yang kasar tadi.

Kemudia menyebar dari dalam kain kafan itu bau busuk bangkai yang pernah amu temukan dibumi. Keudian mereka mebawanya naik kelangit, dan tidaklah para pembawanya melewati seorang malaikat pun melainkan akan bertanya “Ruh siapakah yang jelek ini?” mereka menjawab “ruh fulan bin fulan, seraya menyebutkan nama-nama panggilan yag jelek yang biasa dipanggilkan kepadanya sewaktu didunia sehingga mereka tiba dipintu lagit dunia, kemudian malaikat penjaganya tidak membukakannya” Kemudian Rasulullah SAW membacakan ayat al-Quran:

40. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit[4] dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum[5]. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS. Al-A’raf: 40)

[4] Artinya: doa dan amal mereka tidak diterima oleh Allah.

[5] Artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkin masuknya unta ke lubang jarum.

Selanjutnya Allah SWT berfirman: “Catatlah buku catatan amalnya di sijjin, yaitu dibagian lapisan bumi paling bawah, kemudian dikatakan “Kembalikanlah ruh hamba-Ku ini kebumi, kemudian dikatakan, “Kembalikanlah ruh hamba-Ku ini ke bumi, karena Aku telah berjanji kepada mereka baha darinya Aku menciptakan mereka dan kepadanya Aku akan mengembalikan mereka serta darinya Aku mengeluarkan mereka pada kesempata yang lain” Setelah itu ruhnya dilemparkan dari langit kencang sekali sehingga jatuh menimpa jasadnya” rasulullah SAW membacakan ayat Al-Quran:

31. dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS. Al-Hajj: 31)

Rasulullah SAW bersabda “ia (jenazah itu) mendengar bunyi sandal shahabat-shahabatnya jika mereka pergi darinya”

Selanjutnya datang kepadanya dua malaikat yang keras bentakannya seraya membentaknya dan mendudukannya. Kemudian keduanya bertanya kepadanya “Siapa Rabbmu?” ia berkata “Euh..Euh aku tidak tahu” Keduanya bertanya “Apa agamamu?” ia menjawab “Euh..Euh aku tidak tahu,” keduanya bertanya “Bagaimana pendapatu tentang seorang laki-laki yang diutus di tengah-tengah kamu?” ia pun tidak ingat sama sekali namanya, sehingga dikatakan kepadanya “Muhammad” ia menjawab “Euh..euh..aku tidak tahu, dan aku hanya orang-orang menyebut-nyebut nama tersebut”

Selanjutnya akan datang kepadanya –dalam riwayat lain- diumpamakan kepadanya- seorang laki-laki yang berwajah buruk, berpakaian compang-camping (rombeng) serta menyebarkan bau busu bangkai, seraya berkata “aku akan mengabarimu sebuah kabar yang tidak mengenakanmu, ini adalah hari yang dahulu kamu dijanjikan” ia (jenazah itu) menjawab “juga bagimu, semoga Allah mengabarimu sebuah kabar yang buruk, siapakah kamu ini? Wajahmu adalah wajah orang yang sellau melakukan keburukan” laki-laki itu menjawab, “Aku ini adalah amalmu yang jelek. Demi Allah aku tidak mengetahuimu selain kamu adalah orang yang selalu melalaikan ketaatan kepada Allah serta bersegera dalam melakukan kemaksiatan kepada Allah serta bersegera dalam melakukan kemaksiatan kepada Allah sehingga Allah membalasmu dengan kejelekan”

Kemudian laki-laki itu berubah menjadi buta, tuli dan bisu sementara pada tanganya tergenggam sebuah pau godamyag jia sebuah gunung dipukul dengannya, maka gunung itu akan hancur menjadi tanah. Laki-laki itu memukulnya dengan palu godamnya satu kali pukulan sehingga ia hancur menjadi tanah. Kemudian Allah mengembalikannya seperti keadaan semula, dan laki-laki itu memukulnya lagi satu pukulan sehingga ia menjerit keras sekali yang didengar oleh setip makhluk selain manusia dan jin. Juga dibukakan untuknya pintu neraka serta dihamparkan permadani dari neraka, sehingga ia pun berkata “wahai Tuhanku, janganlah Engkau melaksanakan Kiamat”

[Imam ahmad dalam kitabnya al-musnad (4/728 dan 295) degan redaksi tersebut diatas; Abu daud (3210);An-Nasa’I (1/282);Ibnu Majah (1548-1549);Al-Hakim (1/37-40)’Abu Daud dan Ath-Thayalisi (753) serta sejumlah rawi yang lainnya dengan  redaksi yang berbeda, ada yang pendek dan ada yang panjang. Al Allamah Ibnul Qayyim az-Zauzi menshahihkannya dalam kitab I’laam al-Muwaqi’iin (1/214) dan kitabnya Tahdzib as-sunan (4/337);alh-hafidz Ibnu Hajar menuturkannya dalam tafsir (2/131) dengan redaksi dan peiwayatan yang jumlahnya cukup banyak. Juga Ibnu Al-Hafiz Ibnu hajar (fathul-bari 3/234-240) dan menunjukan sejumlah redaksi serta jalur periwayatan yang didalamnya mengandung dan pelajaran berharga. Al-Allamah al-Muhaddits asy-syaikh Muhammad nashirudin al-Albani juga menuturkannya dalam kitabnya al-ahkan al-janaiz (hal. 198-202) yang mencakup sejumlah redaksi serta jalur periwayatan, dan kami telah mengutip riwayat tersebut di atas darinya. Asal hadits dari kitab shahih al-Bukhari (1369) dan kitab shahih Muslim (2871)]

  1. Menghadirkan ruh

Setelah kita tahu bahwa perjalanan ruh setelah kematian adalah di alam kuburnya yang tidak mungkin untuk kembali kealam dunia ini dan berbicara. Hal ini berdasarkan Hadist shahih Muslim berikut ini:

Rasulullah SAW pernah menanyai Roh orang-orang kafir yang mati dalam peang Badar sebagaimana diriwayatkan oleh Anas Bin Malik r.a “Rasulullah SAW pergi ketempat bekas pertempuran di Badar setelah tiga hari perang usai. Beliau mendatangi pula tempat-tempat musuh yang terbunuh dan memanggil mereka beliau berkata “Hai Abu Jahal bin Hisyam, Hai Umayyah bin Khalaf, Hai Utbah bin Rabi’ah, Hai Syaibah bin rabi’ah! Bukankah kaliat telah merasakan apa yang dijanjikan Tuhanmu sungguh-sungguh terjadi? Aku sendiri pun menyaksikan apa yang dijanjikan Tuhanku sungguh-sungguh terjadi, Ucapan nabi SAW tersebut terdengar oleh Umar r.a ia bertanya “Ya rasulullah bagaimana mungkin mereka dapat mendengar dan menjawab, padahal mereka telah menjadi bangkai?” jawab Nabi SAW “Demi Allah yang jiwaku dalam kuasa-Nya, pendengaranmu tidak setajam pendengaran mereka. Hanya saja mereka tidak menjawab” Beliau lalu memerintahkan supaya mayat-mayat usuh itu dikumpulkan lalu dilemparkan ke telaga Badar.” (HR. Muslim)

Dan sanggahan bagi orang yang dapat menghadirkan ruh orang meninggal adalah sebagai berikut:

83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,

84. Padahal kamu ketika itu melihat,

85. dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. tetapi kamu tidak melihat,

86. Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?

87. kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar? (QS. Al-Waqi’ah: 83-87)

Jadi, apakah yang hadir ketika yang diajak berbincang saat menghadirkan roh?

Tidak dapat dipungkiri bahwa orang tersebut telah membohongi diri sendiri, melainkan hanya kebohongan semata, penipuan, dan justru hal itu disenangi sehingga mengundang syaithan untuk datang untuk menipu manusia dengan membisikan agar manusia mempercayai hal tersebut lalu jatuh kedalam lembah kesyirikan.

  1. Kesimpulan
  1. Ruh adalah perihal ghaib yang hanya Allah dan rasul-Nya yang diridhai yang tahu mengenai hal itu, dan melainkan hal tersebut adalah sedikit.
  2. Ruh setelah kematian berada dialam kubur menyaksikan tempat dimana dia akan dituju, tidak dapat kembali kejasadnya apalagi kejasad orang lain.
  3. Ruh dikembalikan kekuburan untuk menjawab salam yang salam kepadanya, dan hanya mampu mendengar tetapi tidak mampu berbicara lalu kembali ke alam kubur.
  4. Menghadirkan Ruh orang mati kedunia melalui mediasi adalah kepercayaan syirik karena tidak terdapat dalam Al-Quran dan Assunnah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers

%d bloggers like this: