16. Bacaan i’tidal

I Luv allah

I Luv allah

Doa ketika bangkit dari ruku dan ketika I’tidal

Ketika bangkit dari ruku disyariatkan mengucapkan samiallahu liman hamidah, dan ketika telah berdiri dengan tegak terdapat beberapa macam bacaan yang dapat menjadi pilihan. Oleh karena itu, alangkah baiknya agar terlebih dahulu diperhatikan dalil-dalil berikut ini :

Pertama

Dari Abu Hurairah r.a ia mengatakan “Rasulullah saw apabila mulai salat beliau bertakbir pada waktu berdiri, lalu bertakbir pada waktu ruku, dan mengucapkan samiallahu liman hamidah (mudah-mudahan Allah mendengar yang memujinya) ketika bangkit dari ruku, kemudian pada waktu berdiri mengucapkan rabbana lakal hamdu (Ya Allah Tuhan Kami milik Engkaulah segala puji). Kemudian bertakbir tatkala hendak sujud, kemudian beliau bertakbir tatkala mengangkat kepalanya, kemudian beliau melakukannya pada setiap rakat, dan bertakbir pula pada waktu berdiri dua rakaat setelah ruku” Muttafaqun alaih- dan masih riwayat mereka- rabbana lakal hamdu

Hadis ini menerangkan bahwa Nabi saw ketika bergerak untuk berdiri I’tidal mengucapkan samiallahu liman hamidah dan mengucapkan rabbana lakal hamdu atau rabbana wa lakal hamdu setelah beliau bernar-benar berdiri. Selanjutnya hadis lain masih dari Abu Hurairah riwayat Bukhari :

Kedua

dari Abu hurairah r.a bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda “apabila imam mengucapkan samiallahu liman hamidah, maka ucapkanlah oleh kalian ‘Allahuma rabbana walakal hamdu” karena baranng siapa bersamaan ucapannya itu dengan ucapan para malaikat diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” Bukhari

Ucapan Alahuma rabbana lakal hamdu itu kedudukannya sama dengan ucapan aamiin setelah ucapan ghairil maghdubi ‘alaihim, yaitu malaikat akan mengucapkan aamiin stealah ghairil maghdubi ‘alaihim waladldlalin imam. Maka siapa yang ucapan aamiinnya bersamaan dengan ucapan aamiinnya malaikat akan diampuni dosa-dosanya, demikian pula pada ucapan allahumma rabbana lakal hamdu. Oleh karena itu, ucapan allahumma rabbana lakal hamdu imam, makmum atau munfarid mesti diupayakan agar bersamaan ucapan allahumma rabbana lakal hamdu malaikat tentu saja tepat setelah ucapan sami’allahu liman hamidah

kemudian hadis ketiga

Dari Rifaah bin Rafi Azzarqa ia mengatakan “pada suatu hari kami bermakmum kepada Nabi saw maka tatkala beliau bangkit dari ruku mengucapkan ‘sami’allahuliman hamidah’ seseorang berkata di belakangnya ‘rabbana walakal hamdu hamdan katsieran thayyiban mubarakan fiih’ siapakah yangmengatakannya? ia menjawab ‘saya’ Beliau bersabda lagi ‘Aku melihat tiga puluh lebih malaikat berlomba ingin menjadi yang pertama mencatatnya” Al-Bukhari

Hadis ini menerangkan bahwa ucapan rabbana lakal hamdu dapat dilanjutkan dengan ucapan hamdan katsira mubarakan fiih, bahkan pada hadis ini disabdakan oleh Rasulullah saw bahwa para malaikat saling berlomba ingin menjadi pencatat pertama.

Hadis keempat

Dari Ali r.a bahwasanya Rasulullah saw apabila bangkit dari rukunya beliau mengucapkan “sami’allahu liman hamidah rabbana walakal hamdu, mil’as samawati wa mil ‘al ardi wa mil’ a ma bainahuma wa mil’a ma syi’ta min syaiin ba’du” Riwayat Ahmad, Muslim an Abu Daud. Dan di dalam riwayat Muslim Rasulullah saw masih melanjutkan dengan ahlas sana’I wal majdi, la mani’a lima a’thaita wala mu’tiya lima mana’ta wala yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu’ HR Muslim

Dari keempat hadis di atas dapat kiranya kita rangkum di sini bahwa setelah ucapan sami’allahu liman hamidah dapat dilanjutkan dengan :

1. Rabbana lakal hamdu.

2. Rabbana walakal hamdu.

3. Allahumma rabbana lakal hamdu

4. Rabbana walakal hamdu hamdan katsiran mubarakan fiih.

5. Allahumma rabbana walakal hamdu.

6. Rabbana walakal hamdu, mil’as samawati wa mil’al ardi wa ma bainahuma, wa

mil’a ma syi’ta minsyaiin ba’du.

7. Rabbana walakal hamdu, mil’as samawati wa mila al ardi wa ma bainahum wa ma

syi’ta min syaiin ba’du, ahlas sana’I wal majdi, la mani’a lima a’thaita wala

mu’tiya lima mana’ta wala yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu

About these ads

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

7 Responses to 16. Bacaan i’tidal

  1. Khairul says:

    “4. Rabbana walakal hamdu hamdan katsiran mubarakan fiih.”

    Ada kesilapan di dalam Arab ‘Rumi’ anda :)

    Bukan KATSIRAN tetapi KATHIRAN (kap, tsa, ya, ra)

    Bukan FIIH tetapi FIIHI (fa, ya, ha)

  2. hamba allah says:

    good like this khairul

  3. rendyadamf says:

    yep..makasih ya..:)

  4. Ahmad says:

    @Khairul, penulisan “tsa” (huruf ke empat dalam bahasa arab) di dalam bahasa Indonesia ditulis pakai “ts”, sementara in English ditulis “th”.
    Jadi, sebetulnya keduanya sama :)
    versi Indonesia: katsiran, tsaniyah, otsman, etc
    versi English: kathiran, thaniyah, othman, etc
    (Di dalam bahasa Indonesia, “th” merepresantisakn huruf arab ke-16 “tho’” )
    Indahnya keberagaman.
    Salam,

  5. husnur rofiq says:

    tolong diberikan penjelasan yang kuat dasarnya (hadits) menggunakan lafadz : ” mil-us samawati…” apa ” mil-as samati…..” semoga qita selalu mendapatkan hidayah taufiq dana ‘inayah dari Alloh al-’aliim

  6. husnur rofiq says:

    tolong diberikan penjelasan yang kuat dasarnya (hadits) menggunakan lafadz : ” mil-us samawati…” apa ” mil-as samati…..” semoga qita selalu mendapatkan hidayah taufiq dan ‘inayah dari Alloh al-’aliim, berusaha mendekati kesempurnaan didalam mendirikan sholat sebagaimana sholat Nabi Muhammad (shollu kama roaitumuni usholli…)

  7. rendyadamf says:

    scan hadis

    Bacaan yang disebutkan dalam hadits Abi Sa’id al-Khudry yang diriwayatkan Muslim :

    رَبَّنَا لَكَ اْلحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَاْلمَجْدِ أَحَقُّ مَا قَالَ اْلعَبْدُ وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا اْلجَدِّ مِنْكَ اْلجَدُّ

    “ Wahai Tuhan kami, (hanya) untukMu lah segala pujian sepenuh langit dan bumi dan sepenuh segala sesuatu sesuai KehendakMu setelahnya. (Engkaulah) Pemilik pujian dan Keagungan, (suatu ucapan) yang paling berhak diucapkan seorang hamba: dan kami seluruhnya adalah hambaMu. Yaa Allah, tidak ada satupun penghalang yang bisa menghalangi dari apa yang Engkau beri, dan tidak ada suatupun pemberi yang bisa memberikan apapun yang Engkau halangi dan tidaklah ada yang bermanfaat kecuali amalan sholeh untuk taat kepadaMu dan segala yang bisa mendekatkan kepadaMu “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers

%d bloggers like this: