13. Bacaan – bacaan Ruku

13-alhamdulillah

Yang dimaksud bacaan ruku ialah bacaan yang masyru’ dicontohkan oleh Nabi saw dengan tanpa penambahan dan pengurangan. hal ini perlu dipertegas karena di dalam posisi ruku tidak disyariatkan berdoa dengan doa yang tidak dicontohkan. Keadaan ini berbeda dengan ketika dalam sujud. Selain doa yang masyru diperbolehkan pula setelah itu berdoa dengan doa yang bebas sesuai dengan keperluan.

Pada pokoknya bacaan ruku itu adalah tasbih artinya memahasucikan Allah swt. Oleh karena itu, bacaa-bacaan ruku senantiasa diwawali dengan kata-kata subhana, subuhun, allahumma atau kata lainnya yang bermakna memahasucikan Allah swt did alam sebuah hadis diterangkan sebagai berikut :

Dari Uqbah bin Amir, ia berkata “ketika turun (ayat maka bertasbihlah dengan nama Tuhanmu yang Maha Agung” Rasulullah saw berkata kepada kami ‘jadikanlah itu bacaan di dalam ruku kalian, dan ketika turun ayat Maha sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha tinggi. Beliau bersabda ‘jadikanlah itu bacaan di dalam sujud kalian” H.R Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah

Adapun kelanjutannya setelah kata-kata tasbih itu macam-macam, sebagaimana diterangkan dalam hadis-hadis berikut :

Dari Hudzaifah “sesungguhnya ia salat bersama Nabi saw pada rukunya dibacakan “subhana rabbiyal ‘adzim dan pada sujudnya dibacakan “subhana rabbiyal a’la” beliau tidak membaca ayat rahmat selain beliau berhenti untuk memintanya dan tidak membaca ayat adzab selain beliau berhenti untuk berta’awudz (berlindung). H.R Al-Khamsah

Dari Aisyah ia berkata “Rasulullah saw pada rukunya sering membacakan “subhanaka Allahumma wa bihamdika Rabbana Allahummag fighrli” Menta’wilkan (menafsirkan) Alquran H.R Al-Jamaah kecuali At-Tirmidzi

Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah saw pada ruku dan sujudnya membaca “subbuhun quddusun Rabbul malaikati war Ruh” H.R Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan An-Nasai

“Allahumma laka raka’tu wa bika aamantu wa laka aslamtu khasya’a laka sam’ii wa basharii wa mukhii wa ‘adlmii wa ‘ashabii”

Ya Allah hanya karenaMu aku ruku, hanya kepadaMu aku beriman, tunduk (khusu’), pendengarankau, pandanganku, pikiranku, tulang-tulangku, dan syaraf-syarafku. H.R Muslim

subhaanaka wa bihamdikalaailaaha illallah

Maha Suci Engkau aku memujiMu tiada tuhan selain Allah.

Dan masih banyak bacaan-bacannya. Hal ini menunjukan banyaknya pilihan dan boleh membacanya minimal satu kali. Ada yang berpendapat bahwa bacaan tasbih, baik pada ruku maupun sujud, tidak boleh kurang dari tiga kali, berdasarkan keterangan sebagai berikut

Dari Aun bin Abdullah bin ‘Utbah dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Nabi saw bersabda “Apabila seorang dari kamu ruku dan pada rukunya membaca subhana rabbiyal ‘adhim tiga kali, maka telah sempurna rukunya dan itu paling sedikit. Dan apabila sujud dan pada sujudnya membaca subhana rabbiyal a’la tiga kali maka telah sempurna sujudnya dan itulah paling sedikit” H.R At-Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah

tetapi hadis ini mursal artinya rawi Aun yang mengaku menerima dari Abdullah bin Mas’ud padahal sebenarnya ia tidak sezaman dengannya

Abu Daud berkata “hadis ini mursal karena Aun tidak sezaman dengan Abdullah”

Adapun mengenai beberapa kali batas maksimal bacaan-bacaan iti ,terdapat keterangan-keterangan sebagai berikut :

Dari Sa’id bin Jubair, dari Anas ia berkata “saya tidak pernah salat di berlakang seseorang setelah Rasulullah saw selain pemuda ini yakni Umar bin AbdulAziz. Ia berkata “kami memperkirakan pada ruku dan sujudnya dengan sepuluh tasbih” H.R Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai.

Hadis ini menerangkan perkiraan atau perhitungan Anas bin Malik terhadap bacaan tasbih yang dilakukan Umar bin Abdul Aziz yang menururt beliau sepuluh kali tasbih. Pernyataan ini tentu saja karena memperhatikan lamanya ruku yang dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz. Walaupun demikian batas maksimal sepuluh kali, bukan juga minimalnya. Hal ini terbukti bedasarkan keterangan bacaab ruku yang satu kali atau dua kali. Oleh karena itu dipersilahkan bertasbih pada waktu ruku kurang atau lebih dari sepuluh kali.

-Al-Qudwah, 15:14-

About these ads

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 58 other followers

%d bloggers like this: