4. Doa Iftitah

khat2_thumb Doa-doa iftitah yang dibaca oleh Rasulullah Saw bermacam-macam, dalam doa iftitah Nabi Saw mengucapkan pujian, sanjungan, dan kelimat keagungan untuk Allah. Doa iftitah dipaerintahkan oleh Rasulullah sebagaimana dalam hadits :

“Tidak sempurna shalat seseorang sebelum dia bertakbir, memuji Allah ‘azza wa jalla, menyanjungnya, dan membaca ayat-ayat Al-Quran yang dihafalnya…”. (H.R Abu dawud dan Hakim)

Macam-macam bacaan doa iftitah yaitu:

  1. Allahhuma baa’id baynii wa bayna khathaa yaa ya kamaa baa’ad ta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khathaa yaa ya kamaa yunaqqatstsawbul abyadhdhu minaddanas, Allahummaghsilnii min khathaa yaa ya bil maa I watstsalji wal barad.

Artinya :

“ Ya Allah,jauhkanlah diriki dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan timur dari Barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku seperti kain putih yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, es, dan embun”. (H.R Abu dawud)

  1. wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardh hanifammusliman wa maa anaa minal musyrikiina. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaa yaw a mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamin. Laa syariika lahu wa bidzaa lika umirtu wa anaa awwalulmuslimiina. Allahumma antal malik, laa ilaaha illaa antaa subhaa naka wabihamdika anta wa a naa ‘abduka dhalamtu nafsii, wa’ taraftu bidzanbii, faghfirlii dzanbi jamii’an innahu laa yaghfirudzdzunuba illaa anta, wah dinii li ahsanil akhlaaqi laa yahdii liahsanihaa illaa anta, washshrif ‘annii sayyiahaa laa yashshrifu ‘anni sayyiahaa illaa anta labbayka wasa’ dayka, wal khayrukulluhu fii yadayka. Wasysyarru laysa ilayka. Walmahdiyyu man hadayta. Anaa bika ilayka laa manjaa wa laa malja-a minka illaa ilayka. Tabaarakta wa ta’aa layka astaghfiruka wa atuubu ilayk

Artinya :

“ Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan Pencipta seluruh langit dan bumi dengan penuh kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik, Shalatku, hidupku, dan matiku semata-mata untuk Allah. Tuhan alam semesta, tiada sesuatupun menyekutuiNya. Demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang yang pertama-tama menjadi muslim. Ya Allah, Engkaulah penguasa, tiada Tuhan selain engkau semata-mata. Engkau Maha suci dan Maha terpuji, Engkaulah Tuhanku dan akulah hambaMu, Aku telah menganiaya diriku dan aku mengakui dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkaulah yang berhak mengampuni semua dosa.Berilah aku petunjuk kepada akhlaq yang paling baik, karena hanya Engkaulah yang dapat memberi petunjuk kepada aklhaq yang terbaik an jauhkanlah diriku dari akhlaq yang buruk, karena hanya Engkaulah yang dapat menjauhkan diriku dari akhlak buruk. Aku Jawab seruanMu dan aku mohon pertolonganMu, Segala kebaikan di tanganMu, sedang segala keburukan tidak datang dariMu, Orang yang terpimpin adalah orang yang Engka beri petunjuk, Aku berada dalam kekuasaanMu dan akan kembali kepadaMu. Tiada tempat memohon keselamatan dan perlindungan dosa dari siksaMu kecuali hanya Engkau semata. Engkau Maha Mulia dan Maha tinggi, Aku memohon ampun kepadaMu dan bertaubat kepadaMu”. (HR Muslim)

  1. Sama dengan do’a diatas tetapi tanpa kalimat :

Anta rabbii wa anaa ’abduka. artinya :”Engkau Tuhanku dan aku hambaMu”

Dan beliau menambahnya dengan kalimat :

Allahumma antal maliku laa illaa anta subhaanaka wa bihamdika. Artinya : ”Ya Allah, Engkaulah Penguasa, tiada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji:. (H.R Nasai)

  1. Subhaanaka Allahumma wabihamdika wa tabaa rakasmuka wa ta’aa laa jadduka wa laa ilaaha ghayruka.

Artinya :

”Maha Suci Engkau Ya Allah, maha terpuji Engkau dan Maha Mulia namaMu serta maha Tinggi kehormatanMu, tiada Tuhan selain Engkau semata-mata”. (HR Abu dawud dan hakim)

Dan masih banyak riwayat yang shahih lainnya namun riwayat diatas merupakan yang paling sering Rasulullah Saw bacakan.

Doa iftitah (waj-jahtu) sampai (wa’ana minal muslimin)

Hadis doa iftitah dengan ucapan waj-jahtu sampai akhir adalah riwayat sahabat Nabi saw Ali bin Abi Thalib. Dalam kitab-kitab hadis (1) Turmudzi 12:308, (2)Muslim 1:299, (3)Abu ‘Awanah 2 :101, (4)Abu Dawud 1:121, (5) Nasai 2 :130, (6)Ahmad 1:94, 102, (7)Asy-Sya’y 12 terdapat bahwa bacaan doa iftitah itu dimulai dengan wajahtu dan akhirnya wa atubu ilaik.

Tidak ada satu pun riwayat, baik dari Ali tersebut atau dari sahabat Mabi saw yang lainnya bahwa doa tersebut sampai wa’ana minal muslimin saja. Dalam kitab Syarah al-Muhadzdzab 3:319 ada sebutan demikian :

“Kata syaikh Abu Muhammad dalam kitab Tabshirah : Dan disunnatkan makmum segerakan membaca waj-jahtu sampai lafaz wa ‘ana minal muslimin saja, kemudian didengarkan bacaan imamnya”

Maksudnya : makmum yang terlambat turut imam, apabila imam hampir akan membaca al-fatihah, dianjurkan membaca waj-jahtu cepat-cepat sampai wa ana minal muslimin. Hendaklah diketahui bahwa doa iftitah itu satu ibadat, suatu ibadat itu tidak boleh kita kurangi atau tambah menurut perasaan atau pendapat kita sendiri.

Kepada saudara-saudara yang bermahdzab syafi’i kiranya pelu saya terangkan bahwa sesudah menyebut hadis waj-jahtu sampai akhirnya yaitu wa atubu ilaik, imam syafi’I berkata :

Dan dengan ini semua (waj-jahtu sampai wa atubu ilaik)aku berpegang, dan aku perintahkan, dan aku suka seorang kerjakannya, sebagaimana diriwayatkan dari Rasulullah saw dan tidak boleh orang meninggalkan sedikitpun darinya, dan supaya ia mengganti (wa ana awwalu mislimin) dengan (wa ana minal muslimin), maka jika ia menambah padanya sesuatu atau ia kurangi, aku tidak suka itu. (Al-Umm 1:92).

Kesimpulan

  1. Doa Iftitah boleh dibaca dengan memilih salah satu doa iftitah diatas.
  2. Doa iftitah ”Alahu akbar kabiira….wa’ana minal muslimin” tidak sah.
About these ads

About rendyadamf
assalamu'alaikum wrwb..salam kenal buat teman - teman semuanya..gw rendy TTL : Bandung, 30-06-84. gw kuliah di UNISBA. gw nulis blog ini hanya untuk curahkan semua pemikiran gw..dan gw udah ubah haluan jalan hidup gw..menjadikan jihad sebagai satu-satunya jalan hidup gw!!

50 Responses to 4. Doa Iftitah

  1. ESP says:

    wah saya selama ini selalu baca yang “Allahhuma baa’id baynii …”
    berarti tidak apa apa bukan?
    trims

  2. ESP says:

    saya selama ini selalu baca yg “Allahhuma baa’id baynii dst”
    jadi sudah benar yah?
    karena saya dari kecil kenal yg itu
    tidak hafal yang “wajjahtu wajhiya dst”

  3. rendyadamf says:

    halo kawandh..emm kalau seperti allahumma baa’id baynii wa baina khathaayaaya di atas km udah bener,,tp ada juga dengan lafaz..

    “Allahumma ba’id baini wabaina khathi athi kamaa baa’adta bainal masriki wal maghribi. Allahuma a’udzu bika ‘an tashda’ani wajhuka yaumal qiyamati. Allahumma naqqi ‘an khothiathi kamaa naqqoitas tsaubal abyadhq minad danas. Allahumma ahyini musliman wa amitni musliman”

    HR Ath Thabrani, al mu’jamul kabir, VII:310. dari sahabat samurah

    hadisnya daif karena pada sanadnya ada dua rowi yang tidak dikenal seperti kata Ibn Hazm:

    “Khubaib bin Sulaiman bin Samurah dan ja’far bin saad bin samurah. al Mughni fid duafa’, I:140. sedangkan kata ibnu hajar dalam kitab taqribut tahdzib, I:140 mwngatakan rawi bernama ja’far itu seorang yang tidak kuat”

  4. munib says:

    mengapa di atas ada ditulis doa iftitah Allahuakbar kabira… wa ana minal muslimin tidak sah?

  5. iftita rochman says:

    assalamu’alaikum..
    wah,selama ini saya bacanya”allahuakbar kabiira … wa’ana minal muslimin”
    berarti tidak sah?
    karna guru ngaji dan orangtua saya mengajarkan seperti itu.teman2 saya juga kalo baca kyk gt….
    baru ini saya baca artikel kalo bacaan seperti itu tidak sah…

  6. rendyadamf says:

    Maaf saudara munib,,kalo boleh saya menyampaikan alasan..kita tahu bahwa doa iftitah adalah ibadat, dan ibadat itu harus seperti yang di contohkan Rasulullah dalam arti menurut hadits yang shahih. membaca iftitah dari lafadz Allahu akbar kabira hingga wa’ana minal muslimin itu baru sepotong, seharusnya dilanjutkan hingga wa atuubu ilayk, lihat riwayat Muslim diatas. kalau masih sepotong tentu tidak sah, karena rasulullah mencontohkan bacaan iftitah itu dengan lafadz wajjahtu wjhiya sampai wa atuubu ilayk (lihat HR muslim diatas)

  7. rendyadamf says:

    wa’alaikumussalam wrwb..maaf saudari iftita, kalo saya boleh mengutarakan alasannya, yaitu kenapa bisa menjadi tidak sah karena bacaan iftitah dengan lafadz “allahu akbar kabiira..wa’ana minal muslimin” itu kurang lengkap, jadi baru sebagian, sementara bacaan iftitah itu adalah perkara ibadah, dan beribadah itu harus sesuai dicontohkan oleh rasul saw, dan menurut hadits riwayat muslim rasul mencontohkan bahwa bacaan iftitah itu “wajjahtu wajhiya…wa atuubu ilayk”. jadi kalau sepotong tentunya tidak sesuai dengan contoh rasul, berarti tidak sah..kalau mau lengkapi bacaan iftitahnya seperti riwayat2 hadits shahih di atas..

    dan maaf ukhti..bacaan allahu akbar kabiira…wa’ana minal muslimin itu tidak ada keterangannya.. :)

  8. sititadariguahantu says:

    oo…… begitu…..
    brarti yang diajarkan sama guru ngaji saya itu kurang lengkap donk????

  9. Dendy says:

    Assalamualaikum, maaf jadi yang selama ini diajarkan dibeberapa pengajian/sekolah agama (untuk anak2) salah donk ? terus beliau2 ini dasarnya apa (mengambil contoh dari mana)? terus apa dibiarkan saja…? terimakasih, wassalam

  10. rendyadamf says:

    @dendy: wa’alaaikumussalam wrwb dendy..iya seperti yg kita tahu bhw mayoritas saudara2 kita baik di majelis kajian2 atau dsekolah2 merujuk pada keterangan yg tidak ada sumbernya,,atau bisa dibilang hanya muqalid ulama2 tertentu. misalkan pada masalah iftitah ini sj kurang kritis, byk yg merujuk pd buku tuntunan shalat yg sudah kita tau dan umum,,ttp tidak diterakan kitab rujukannya..sungguh wajib kita beri tahu saudara kita itu dgn ilmu, dengan cr semampu kita dan memohon pertolongan Allah SWT :)

  11. Fitri A says:

    Assalamu’alaikum. Ww
    Syukran katsiir… Uwda dapet nich. Coz, tugas dari Bunda…

  12. rendyadamf says:

    to fitri: Wa’alaaikumussalam wrwb..iya sama2 al-ukh..

  13. dedy says:

    doa nya insyaallah benar akhi (buku rujukan sifat sholat nabi).
    tapi dalam rangka menghidupkan sunnah dianjurkan untuk membaca secara bergantian.

  14. rendyadamf says:

    To dedy: iya makasih masukannya..:)

  15. ahmad says:

    Assalamualaikum wr wb
    kalau menurut saya bacaan2 iftitah yang mana2 juga sama saja sah2 semua ,yang gak sah itu sholat nya yang gak bener ,apalagi orang yang gak sholat ,terus pertanyaan saya bagai mana anda tau kalau iftitah yang anda itu benar?
    apakah anda mungkin telah bertemu dengan Alloh sendiri sehingga anda tau kalau iftitah yang anda baca itu benar,
    maaf ya bro ini masalah sah dan tidak sahnya ,karena Alloh sendiri pun tidak mempermaslahkan masalah sah atau tidak sahnya ,karena yang Alloh inginkan bagi seorang hambanya itu adalah bersujud beribadah kepada Nya walau seorang hambanya itu tidak bisa bacaanya tapi hambanNya itu mau melakukan shalat dan bersugguh2 mungkin hambaNya itu lah yang di terima shalatnya dari pada hambanya yang tau tentang bacaan shalat .mungkin seperti itu .

  16. rendyadamf says:

    bro ahmad: wa’alaaykumussalam wrwb..hello..Kalau yang menilai sah tidaknya intinya memang Allah Swt. Tapi kalau pengetahuan tentang itu tidak diturunkan Allah Swt. bagaimana bisa kita menentukan yang benar. Bukankah kalau kita ingin tahu mana yang benar, tentu harus tahu apa yang salah! Ini sesuatu yang tidak bisa dipisahkan.
    jadi, kalau kita tahu mana Islam yang benar, tentu pada saat yang sama akan ada yang dianggap “salah”. Yang menurunkan prinsip penilaiannya adalah Allah Swt. melalui wahyu-Nya. Lantas disampaikan oleh rasul kepada manusia dan dipelihara oleh para ulama.
    kalau maksud ikwan dengan ungkapan di atas bahwa tidak ada manusia yang tahu sah enggaknya suatu ajaran, apa gunanya Al-Quran, Nabi Saw., para sahabat, dan para ulama?
    kata-kata skeptis seperti itu adalah produk nihilisme dan relativisme Barat (sofisme)yang meracuni pikiran umat Islam belakangan ini.

  17. ahmad says:

    tnk`s bro atas masukannya ,semoga bermanfaat buat kita semua,karena sekarang2 ini banyak sekali umat2 islam yang selalu beradu argument,sehingga menimbulkan perpecahan antara agamanya sendiri ,banyak sekali di tanyangan2 televisi islam dan islam di tanyangkan begitu bebas untuk saling beradu argument saling salah menyalahkan saling benar membenarkan menurut dirinya sendiri ,sampai2 aku sendiri melihatnya menangis kenapa sesama islam harus saling adu mengadu,apalagi di tonton oleh semua penjuru dunia,seharusnya kita malu ya bro.
    oke lah bro tnk`s atas masukannya ,,,,

  18. rendyadamf says:

    hufftt,,hey don’t be sad..give me a five..:)

  19. obakesama says:

    Assalamualaikum wr wb
    mohon keterangan nya..
    “wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardh hanifammusliman wa maa anaa minal musyrikiina” apakah di kutip dari QS Al-An’am [79] ?? tetapi ada perpedaan..
    di QS Al-An’am [79] “Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardh hanifa wa maa anaa minal musyrikiina”
    QS Al-An’am [79] diawali dengan kata “Inni” dan tidak ada kata “musliman”
    mohon penjelasannya…maaf saya baru belajar tentang agama jadi agak was was,mohon bimbingannya.hatur nuhun Jazakallah Khoiron

  20. aiin says:

    thanks yoo kaa!!!
    nyari arti iftitah + sanad yg “Allahhuma baa’id baynii …” ag susah, soalnya kata tmen” itu ga famaous.
    hhhehhehe

  21. YANS says:

    jangan terlalu cepat mengatakan tidak sah, ada dalil kok yang mengatakan seperti itu, udah dibaca dengan bener blom hadisnya, hati-hati dengan berdalil dalam beragama

  22. rendyadamf says:

    yans: tunjukan dalilnya?

  23. jaba says:

    gue mau nanya nih, apa. . Allah hu akbar kabira walham dulillah hikatsira” itu bisa disambung ama ‘waj jah tu waj?. . apa keduanya itu gak berpisah hadisnya?. . bagi pencerahan dong bro. .

  24. jack says:

    Iftitah hanyalah pelengkap, bukan rukun wajib Shalat. Ada dan tidak ada nya iftithah tidak menjadikan Shalat itu sah atau tidak. Syarat dipenuhi, rukun2 Shalat dijalankan secara tu’maninah, insya Allah shalat anda sah. Kalo mau nanya dalil-nya, ngga usah nanya..google aja sendiri..

  25. rendyadamf says:

    jack: iya trimakasih.. tp diatas membahas tentang sah atau tidaknya macam2 bacaan iftitah bukan salat

  26. rendyadamf says:

    to jaba: yep..bacaan awal Allahu akbar kaabira dst tidak ada tidak ada dalam hadits manapun, tambahan tersebut hanya ditemukan dalam buku tuntunan shalat yang tidak dsertai sumbernya..

  27. rendyadamf says:

    obakesama: mungkin agar objektif,,bisa km baca di buku “Percikan doa-doa” karya Rachmat najieb..disitu dibahas secara kritis tp dengan bahasa yang mudah tentang doa2 dari alquran :)

  28. marwan says:

    doa iftita itukan hanya pelengkap,ters slam ini yg benar bacaan iftitahnya itu siapa,kan smua bacaan tergantng dr niat ,,,klo bacaannya benar tp pikirannya kemana mana kan g ada gunanya jg,,mhn petunjuk

  29. rendyadamf says:

    iya doa iftitah itu hukumnya adalah sunnah, lebih baik dilakukan agar mendapat pahala, tentu bacaan yang sesuai dengan dcontohkan Rasulullah (sunnah Rasul) adalah yg benar,diikuti dgn niat yg bnar,,kita tidak bisa membenarkan perbuatan mencuri, dgn alasan si pencuri itu untuk membiayai keluarganya, dimana alasannya itu baik, tp tetap salah karena caranya yg salah..dan masalah pikiran yang tidak fokus, maka kita hrs latihan agar shalat itu khusyuk ^^

  30. alif says:

    Iya neh, kalau dipikir kenapa buku yg menerangkan allahuakbar kabiro … Wana minal muslimin tetap beredar yah, apa ga lebih pada dosa lagi tuh yag udah pada tahu tapi di biarkan, Masya Allah, bingung ama ulama ulama kita.

  31. rendyadamf says:

    to alif: Iya bisa aja karena belum tau, ga mau tau, atau udh tau tp ga nerima. pernah waktu tahun 2002 di salah satu mesjid diadakan diskusi ttg masalah ini nih, yang berpendapat lafaz “Allahu akbar kabira..”, “Allahumma baid baini..” dll hadir semua, dan baris berdasarkan pendapatnya masing2, lalu dikaji nah yang berpendapat “Allahu akbar kabira..” mengakui tidak kuat hadist nya, tp tetap saja mereka berkata “ga, kami hanya mengikuti yang lain2 saja..” memang hrs ikhlas menerima kbenaran ^^

  32. muhammad hanafiah says:

    se pengetahuan kami yang bermazhab syafi’i doa iftitah itu sunat di baca dalam shalat bukan wajib,jadi walaupun kita tidak membacanya shalat tetap sah

  33. sholeh sarmidi says:

    Syukron akh dah ngejelasin perlunya membaca doa iftitah yang di sebutkan, tapi pendapat saya di media ini sebaiknya tidak memunculkan kata kata tidak sah,tapi cukup dengan mengatakan silahkan pakai yang sesuai dengan keyakinan anda. Sah tidaknya suatu ibadah adalah tercukupinya syarat dan rukunnya, sedangkan membaca doa iftitah adalah sunat. Mari kedepankan tasamuh dan semangat ukhuwwah. syukron

  34. rendyadamf says:

    sholleh sarmidi: maksudnya sah tidaknya disini adalah sah tidaknya bacaan iftitah berdsarkan berbagai redaksi ^^

  35. dodi says:

    Saya setuju dgn rendyadam, bhw yg dibahas ttg sah tidaknya doa iftitah. Tapi pembahasan diulang-ulang kata …minal muslimin…..Pdhl doa iftitah yang dikutip di atas …..awwalulmuslimiina….(bacaan ini yg sesuai di qur’an)…Gmn RendyAdam?? tks

  36. yulina says:

    makasih penjelasannya mas rendy… dan alhamdulillah, dari kecil sampe sekarang saya baca yg allahumma baid baini… guru ngaji dan guru agama saya yg mengajarkan…kelak kalo saya punya anak akan saya ajarkan yang allahumma baid… :)

  37. dieanz says:

    jangan bertengkar masalh begituan…
    karena itu doa hanya bacaan sunah bukan salah satu rukun sholat, jadi mau dibaca atau tidak sholatnya tetap sahhhhhhhhhhhh…
    seharusnya yang klen pikirkan itu apa sholat kita selama ini sudah benar…
    kelemahan orang Iindonesia itu karena sering menilai makanya gak pernah maju,
    maunya pendaptnya saja yang benar tanpa mikirkan pendapat orang lain…
    padahal belum tentu yang dipikrkan itu lebih baik, daripada pemikiran orang lain…

  38. rendyadamf says:

    -jangan bertengkar masalah begituan?. saya rasa disini tidak ada yang bertengkan kecuali perkataan anda
    -karena itu doa hanya bacaan sunah bukan salah satu rukun sholat, jadi mau dibaca atau tidak sholatnya tetap sahhhhhhhhhhh? saya membahas sah tidaknya bacaan iftitah bukan shalat
    -seharusnya yang klen pikirkan itu apa sholat kita selama ini sudah benar?iya terimakasih, justru itu saya membahasnya disini
    -kelemahan orang Iindonesia itu karena sering menilai makanya gak pernah maju,
    maunya pendaptnya saja yang benar tanpa mikirkan pendapat orang lain…?, bagaimana dengan anda yang sedang menilai bukan membahas ini..dan saya tidak pernah menutup diri selama kita sama2 belajar dan mencari kebenaran, kalo ada yang lebih kuat kenapa tidak diikuti, jadi siapa disini yang “tanpa mikirkan pendapat orang lain? ^^

  39. dian says:

    saya baru saja mendengar kajian bahwa doa iftitah yg umumnya dibaca oleh masyarakat Indonesia selama ini yaitu sampai “minal muslimin” itu hanya dianjurkan bagi yang masih usia TK untuk mempermudah menghafal, sedangkan yang usianya lebih dari itu, maka dibaca sampai ” wa atuubu ilaik”..makanya saya langsung mencari doa iftitah yg lengkap untuk menyempurnakan ibadah sholat saya..terima kasih atas artikelnya ^^

  40. rendyadamf says:

    owh iya sama-sama, owh gt.. itu kajian dr mana ya? tp rendy mengalami dr TK-SMA c kalau ujian praktek dan bacaan shalat pakai yg allaahu akbar…muslimin, ga dpt anjuran dr guru gt untuk lebih melengkapkan lg..huhu

  41. coba lihat http://eidariesky.wordpress.com/2010/06/18/gerakan-dan-bacaan-shalat-2/
    di sini ada tentang “Siapa yang membaca bacaan Allahu Akbar dst.. . ” Seorang sahabat menjawab, “Saya ya Rasulullah!” Kemudian Rasul berkata, “Saya kagum pada bacaan itu, karena bacaan itu, pintu-pintu langit terbuka.” (HR. Muslim)

    ada baiknya dengan kapasitas kita yang BUKAN ULAMA AHLI FIQIH atapun AHLI HADIS yang sangat jauh sekali TIDAK KOMPETEN bila di bandingkan dengan imam mahzab maupun imam ahli fiqih di awal2 kebangkitan islam, abad2 awal hijriyah, untuk tidak mengeluarkan pendapat ‘SAH’ atau ‘TIDAK SAH” mengenai sesuatu hal dalam agama.

    HATI-HATI SAUDARAKU.. KARENA SETIAP PERKATAAN DAN PERBUATAN AKAN DIPERTANGGUNGJAWABKAN…

  42. rendyadamf says:

    iya saya orang belajar yang dhaif..coba hadits muslim tersebut halaman apa, dan bab apa untuk lebih berhati2 lagi bukan mengekor pada fiqih ulama tertentu? ^^

  43. huda says:

    yang ditulis mas rendy pada kesimpulan nomer 2 itu kan yang gak sah adalah bacaan iftitahnya,bukan sholatnya yg gak sah.tulisan jelas gitu kok ya gak mudeng,hehe..maap bila kurang berkenan. btw saya setuju ama mas rendy,kalau masalah ibadah tuh harus sesuai dengan contoh dari Nabi SAW tidak kurang and gak lebih atau dengan kata lain sesuai dengan hadist shohih,minimal hasan lah…barokallohu fiik mas rendy.salam kenal.:D

  44. makasih bang ternyata selama ini sy salah karena emang dari SD bacaanya Allahuakbar kabira..
    haruz latihan menghafal lagi nih… hehehe…
    —–

    tidak ada salahnya saling mengingatkan kalo menurut saya….

    kalo kurang yakin kita juga bisa tanya2 lagi dan baca2 buku2 lagi…
    sekali lagi terimakasih… hal ini membuat saya ingin tambah belajar ilmu agama lagi…

  45. flow says:

    huhuhuhuhu ..
    yg lagi satu kok kagak ade ye ?
    eeuh ..

  46. abu najib says:

    ya memang bener bahwa ulama kita yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur yang bergelar Kyai dan Habib itu kadang-kadang suka Ngawur dan mereka tidak pernah menggunakan Hadist yang Shahih, mereka lebih menggunakan akalnya dan Nafsunya. Saya sebagai orang yang dilahirkan di Jawa Tengah juga mendapatkan pelajaran Agama Islam yang salah dari Mereka. Sehingga pendapat Mas Rendy itu benar. Bahwa kita harus belajar dari Agama yang sah sesuai dengan Ajaran Nabi Muhammad SAW. Terima kasih.

  47. omsqu says:

    semoga ini bisa membantu menambah wawasan ttg dalil doa iftitah yg Allahu akbar kabiira.

    “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang” (HR. Muslim 2/99)

    Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiallahu’anhu, ia berkata:

    بينما نحن نصلي مع رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ إذ قال رجل من القوم: … فذكره. فقال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” عجبت لها! فتحت لها أبواب السماء “. قال ابن عمر: فما تركتهن منذ سمعت رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقول ذلك

    “Ketika kami shalat bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, ada seorang lelaki yang berdoa istiftah: (lalu disebutkan doa di atas). Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam lalu bersabda: ‘Aku heran, dibukakan baginya pintu-pintu langit‘. Ibnu Umar pun berkata:’Aku tidak pernah meninggalkan doa ini sejak beliau berkata demikian’”.

  48. bang dayat says:

    Plih 4,yang gampang dan benar. Slma ini.pkai allahuakbarkabiro….tpi.hadistnya gak ada tu….kyaknya sholat.saya mesti.diubah bacaannya.makasih ya.

  49. kamil.hakim says:

    aduhh slama ini saya bacanya allahuakbar kabira sampai wa anna awalulmuslimina.. kira kira sah gak shalatnya.. habisnya saya baru tau skarang kalau bacaanny salah..??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers

%d bloggers like this: