12. Masbuq Mendapatkan Ruku Imam

islambeauty

Menyusul rukuk imam

 

Wawan shafwan shaheluddin

 

Ruku adalah di antara rukun shalat, siapa yang tidak memenuhi rukun-rukun itu, ia tidak menyempurnakan shalatnya. Ada yang berpendapat bahwa apabila seseorang mendatangi jama’ah shalat, ia mendapatkan imam yang sedang rukuk lalu mengikuti ruku itu, ia mendapatkan rakaat itu walaupun ketinggalan qira’ah(bacaan al-fathihah)

 

Pendapat ini berdasarkan beberapa keterangan , antara lain:

 

Pertama

Dari Abu Hurairah ia berkata “barangsiapa menyusul satu rakaat dari salat maka ia telah menyusul rakaat itu sebelum imam meluruskan punggungnya” HR Ibnu Khuzaimah

 

Kedua

Dari Abu hurairah ia berkata “siapa yang menyusul ruku pada rakaat akhir pada hari jumat, maka hendaklah menyatukan rakaat lain kepadanya. HR Ad-Daruquthni melalui jalan Sulaiman bin Abu Daud. Ia tu seorang yang matruk (tertolak)

 

Ketiga

Apabila seseorang di antara kamu bergegas menyusul dua rakaat pada hari jumat, (tidak sengaja mengabaikan khuthbah jumat) maka ia telah mendapatkan jumat itu, dan apabila ia hanya memperoleh satu rakaat, maka salatlah lagi satu rakaat” HR Ad-Daruquthni

Read more of this post

11. Cara Ruku

image206image207

Kaifiyat Ruku

Ruku asalnya dari kata raka’a yarka’u yang artinya tunduk, patuh, taat atau membungkuk. Di dalam Al-quran banyak sekali kata-kata ruku digunakan dengan makna atau maksud seperti itu. Tetapi adakalanya ruku digunakan dengan makna salat atau posisi membungkuk tertentu dalam salat. Seperti terungkap di dalam surat :

”Dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku1’’(QS. Al-Baqarah:43)

1 yang dimaksud ialah: shalat berjama’ah dan dapat pula diartikan: tunduklah kepada perintah-perintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk.

Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku2 (Ali Imran: 43)

2 shalatlah dengan berjama’ah

Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. yang demikian itu adalah Karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. (QS. Al-Maidah : 58)

Tetapi ada beberapa diantaranya dengan makna benar-benar menerangkan suatu posisi didalam salat. Antara lain termaktub di dalam :

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud3. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu Kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Baqarah : 125)

Read more of this post

Kedudukan hadis takbir 7 dan 5 pada shalat ied

takbir Hadis-hadis tentang takbir 7 & 5 pada shalat ied yang mudah kita dapati adalah bersumber dari tujuh orang sahabat yaitu Aisyah, Abdullah bin Amr bin Al-Ash, Amr bin Auf, Ibnu Abas, Ibnu Umar, Amr bin Al-Ash, Ammar bin Saad. Namun yang paling menarik perhatian untuk dikaji secara mendalam adalah dari sahabat Aisyah dan Abdullah bin Amr bin Al-Ash, karena kedua riwayat inilah yang menjadi sumber perdebatan di kalangan para ulama tentang kedudukan takbir 7 & 5 itu.

Riwayat Aisyah

Dari Aisyah sesungguhnya Nabi saw bertakbir pada salat idul fitri dan adha adalah 7 takbir pada rakaat pertama dan 5 takbir pada rakaat kedua “ HR Abu Daud, Sunan abu daud, I:256.

Hadis ini diriwayatkan pula para imam lainnya dengan yang berbeda redaksi yang berbeda antara lain Ad-Daruquthni (sunan Ad-daruquthni II:46), Ahmad (musnad Al-Imam Ahmad VI:65 dan 70), Al-Baihaqi (as-sunanul kubra III:287), Al hakim (al-mustadrak I:297), At-Tahawi (syarhu ,a’anil atsar III:343), At Thabrani (AL-mu’jamul ausath, III:270). Semua sanadnya melalui seorang rawi bernama Abdullah bin Lahi’ah

Sebagian ulama menyatakan bahwa hadis-hadis di atas daif, karena Abdullah bin Lahi’ah telah dinyatakan daif oleh para ulama hadis yang sebagaimana dinyatakan oleh At-Tirmidzi “Ibnu Lahi’ah daif menurut ahli hadis, ia dinyatakan daif oleh Yahya bin Sa’id al-qathan dan ulama lainnya dari segi hafalan” (lihat sunan at-tirmidzi, I:15)

Pendapat kami

Read more of this post

Adab Sekitar Ied

blue-mosque

Adab Sekitar ied

Adab Sekitar Ied

Dede Tasmara

Bagi penduduk Madinah pada zaman jahiliyah ada dua hari raya besar yaitu hari pertama syamsiyyah (masehi) dan hari Mahrajam yaitu dua hari yang panjang malam dan siangnya sama juga tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas.

Ketika rasulullah SAW tiba (hijrah) di Madinah, penduduk setempat masih merayakan kedua hari itu, maka rasulullah SAW bertanya “dua hari apa ini?” mereka menjawab : “dua hari raya yang pada zaman jahiliyyah kami berpesta padanya”. Maka Rasulullah SAW telah menganti kedua hari itu untuk kalian dengan dua hari raya yang lebih baik yaitu hari raya Adha dan Hari Raya Fitri

Shalat Ied

Shalat Ied ini disyariatkan pada tahun pertama dan hukumnya sunat, Rasulullah SAW melaksanakannya dengan dawam. Rasulullah SAW menetapkan aturan-aturan yang bertalian dengan pelaksanaan shalat ied ini yaitu :

Read more of this post

Hadits Ahad dan tanda kiamat

kiamat92

Hadits Ahad dan Tanda-Tanda Hari Kiamat

Oleh: Rifqi Fauzi*


Seiring dengan banyak bencana yang menimpa Indonesia, lalu para ulama Indonesia banyak yang menghubungkannya dengan kedatangan hari kiamat. Kajian-kajian yang menyangkut tanda-tanda hari kiamat-pun banyak dikaji, seperti kedatangan nabi Isa As., Armagedon, Imam mahdi dan Dajal. Dalil-dalil yang menerangkan hal tersebut kebanyakan adalah hadits Ahad, sehingga banyak pula diantara para ulama Indonesia yang tidak mempercayai tentang tanda-tanda hari kiamat tersebut.

Titik masalah yang menjadikan Hadits Ahad diperselisihkan, adalah dikarenakan hadits tersebut hanya diriwayatkan oleh satu dua jalur periwayatan. Mereka yang membantah hadits Ahad untuk dijadikan dalil—terutama dalam masalah akidah—berdasarkan dalil Umar bin Khatab RA. yang menolak khabar dari Abu Musa al-Ash`ary RA. tentang batasan ucapan salam ketika bertamu, dimana jika sudah tiga kali salam kemudian tidak ada yang menjawab maka diperintah untuk pulang. Kemudian karena Umar tidak menerima kabar tersebut, maka diperkuatlah oleh Abu Sa`id al-Khudry RA. (HR Ahmad). Hadits ini bukanlah penentangan Umar terhadap khabar Abu Musa, namun hanya untuk kehati-hatian saja. sebagaimana ucapannya: “Aku tidak meragukanmu namun ini adalah Hadits dari Rasulullah” (harus hati-hati dalam menerimanya). Begitupun dengan Ali RA., beliau suka meminta seseorang bersumpah jika beliau menerima hadits dari orang tersebut. Hal ini menunjukan bukan penentangan mereka terhadap hadits Ahad, namun hanya untuk kehati-hatian.

Read more of this post

Perkataan Shahabat Nabi SAW sebagai landasan hukum

tree_ahlulbaytHujjiyah Qaul As-Shahabi Dalam Penetapan Hukum Islam

Oleh Sarah Abdurrohmah, Lc.

Mukaddimah

Rasulullah Saw, bersabda,” Bahwa sebaik-baiknya generasi adalah generasi pada zamanku kemudian genersi sesudahnya lalu generasi sesudahnya…”. Generasi dimana Nabi Saw, diutus adalah generasi para sahabat. Mereka adalah sebaik-baiknya generasi, dari aspek keimanan mereka sangat memegang teguh ajaran Islam, dan mencintai Allah swt dan RasulNya melebihi dari segalanya. Hal ini bisa dilihat dari kisah para sahabat dalam mempertahankan aqidah mereka, meskipun harus disiksa dan didera oleh berbagai siksaan dan cacian dari kafir quraisy. Mereka adalah generasi yang patut kita jadikan teladan, baik dari kuatnya keimanan, pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari dan usaha para sahabat untuk tidak menjadi shaleh sendiri saja tapi merekalah yang menyebarkan ajaran islam (aqidah, akhlak dan syari’ah) kepada yang lainnya.

Terlepas dari segala keutamaan yang dimiliki oleh para sahabat. Para ulama berbeda pendapat mengenai keabsahan segala hal yang sampai pada kita dari sahabat baik itu berupa perkataan, perbuatan ataupun fatwa sebagai salah satu sumber pengambilan hukum dalam Islam.

Para ulama mengkategorikan qaul as-shahabi sebagai salah satu sumber pengambilan hukum yang masih dipertentangkan keabsahannya. Berbeda dengan Al-Qur’an, sunnah, ijma’ dan qiyas yang jumhur ulama telah menyepakatinya sebagai sumber pengambilan hukum dalam islam. Yang dimaksud dengan jumhur ulama disini adalah empat Imam mazhab yang mu’tabar. Oleh karena itu untuk mengetahui pendapat dari para ulama yang berbeda pendapat terhadap keabsahan qaul as-shahabi, penulis mencoba memberi sedikit gambaran mengenai hal ini dalam makalah yang sederhana ini.

Definisi Sahabat

Sebelum mengetahui definisi qaul as-shahabi terlebih dulu penulis akan membahas mengenai definisi dari as-shahabi itu sendiri. Secara etimologi As-shahabi adalah mufrad dari shahabat, yang diambil dari kata-kata shahiba-yashahabu-shuhbatan dan shahabatan yang bermakna bergaul dengan seseorang.

Read more of this post

9. Cara membaca bacaan

ears

Kaifiyat qiraah

Yang dimaksud dengan kaifiyat qiraah dalam salat adalah membaca al fatihah atau dengan surat-surat lainnya. Sedangkan pada waktu sujud atau ruku walaupun kita berdoa dengan doa yang ada pada ayat-ayat al-quran tetap tidak termasuk qiraah, karena qiraah hanya ada pada waktu qiyam. Bahkan terdapat keterangan yang melarang kita melakukan qiraah pada waktu ruku dan sujud, Di dalam sebuah hadis riwayat Ahmad, Muslim, An-Nasai serta Abu Daud sari Sahabat Ibnu Abas bahwa Rasulullah saw bersabda :

“…Ingatlah sesungguhnya aku dilarang membaca al-quran waktu ruku dan sujud. Adapun (pada) ruku Maha agungkanlah Allah Azza wa jalla, sedangkan pada sujud bersungguh-sungguhlah dalam berdoa maka besar harapan akan diijabah untuk kamu.

Qiraah pada prakteknya terdapat tiga cara yaitu sir jahar dan isma’. jahar asal artinya keras, nyaring atau jelas. Di dalam salat itu da beberapa qiraah yang dibaca jahar. Artinya dibaca nyaring atau jelas baiuk oleh yang munfarid maupun Imam

diantar salat wajib yang dijaharkan bacaannya adalah dua rakaat salat maghrib, dua rakaat awal Isya dan dua rakaat subuh.

Read more of this post

8. Bismillah dan permasalahannya

bismillah2_jpg_jpg2

Dengan nama Allah

Basmalah dan permasalahannya

Bacaan bismillahirrahmanirrahim disebut basmalah. Masalah basamalah di dalam salat merupakan masalah yang tidak mudah untuk dibahas, maknanya tidak dapat dibahas dengan selayang pandang. Namun demikian kita mulai pembahasan ini dengan harapan Allah memberikan petunjukNya.

Tentang basmalah terdapat beberapa pendapat yang ditemukan yaitu :

1. Basmalah bukan ayat pertama dari tiap-tiap surat melainkan merupakan ayat terpisah yang berdiri sendiri termasuk pada Al-fatihah.

2. Basmalah merupakan ayat pertama dari setiap surat baik pada surat al-fatihah maupun surat-surat lainnya.

3. Basmalah merupakan ayat pemisah dari setiap surat kecuali yang ada pada al-fatihah.

3.1 Basmalah ayat pertama dari al-fatihah tetapi dibaca sir walaupun pada qiraah yang jahar.

3.2 Basmalah dibaca jahar pada salat-salat jahar.

Read more of this post

7. Aamiin..

tujuh-tingkatan-zikir2

Ucapan aamiin

Lafaz aamiin diucapkan didalam dan diluar salat, diluar salat amin diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain. Aamiin termasuk isi fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengan Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah). Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah swt.

Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain. seperti amin : berimanlah, amiin : jujur, amnun : aman atau keamanan.

Aamiin dalam salat

Aamiin di dalam salat dibaca mengikuti qairaah (alfatihah), yaitu dibaca jahar pada qiraah yang jahar dan sir pada qiraah yang sir dan aamiin dibaca setelah waladhdhalin baik oleh imam maupun makmum.

Read more of this post

Membaca Al-Fathihah Di Belakang imam

shalatMembaca Al-fatihah di belakang imam

Perselisihan imam-imam tentang ma’mum membaca dibelakang imam

Tentang masalah ini, telah berselisih ulama atas tiga golongan, disini kita akan terangkan dalil-dalil bagi tiap-tiap (satu golongan_dari mereka, dengan ringkas dan kita akan terangkan apa yang kuat dari antara dalil-dalil mereka, dan mana yang lemah.

Kita mulai berkata padahal dengan pertolongan Allah adanya kejayaan dan padaNya perserahan diri :

Golongan pertama berkata :

Sesungguhnya tidak tersembunyi bagi orang yang ada pengetahuan tentang hadis, hal wajib membaca Al-Fatihah di belakang imam, karena keterangan yang diriwayatkan dari ‘Ubadah bahwasanya ia telah berkata :

1. Rasulullah saw pernah salat subuh lantas bacaan jadi berat atasnya (yakni terganggu), maka sesudah selesai, Rasulullah berkata” …aku rasa kamu membaca dibelakang imam”. Lantas kami jawab “ya, betul! Ya Rasulullah” Sabda rasulullah “…jangan kamu berbuat begitu melainkan bacalah ummul quran, karena sesungguhnya tidak sah salat bagi orang yang tidak membacanya (H.R Abu Dawud dan Turmudzi).Dan pada satu lafaz lain :

2. ….Jangan kamu baca sesuatu daripada quran, apabila aku baca keras, melainkan ummul-quran (H.R Abu Dawud, Nasai dan Daraquthni, ia berkata “sekalian rawi-rawinya itu orang yang boleh dipercaya”) dan diriwayatkan dari Ubadah :

3. Sesungguhnya Nabi saw telah berkata “..janganlah seorang pun daripada kamu membaca sesuatu daripada quran diwaktu aku baca keras, melainkan Ummul-quran (H.RAbu Dawud). Ia berkata “…orang-orang yang meriwayatkan itu orang-orang yang boleh dipercaya

Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers